Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
182.


Pendeta tua dan pendeta kecil kemudian berada di masing-masing sisi peti lalu mereka berdua duduk bersila sambil memejamkan mata mereka dan semua orang memperhatikan sebuah kekuatan yang keluar dari tubuh kedua orang itu lalu menyatu di tengah-tengah, tepatnya mengelilingi peti selir Anania.


Setelah itu, perlahan-lahan peti selir Anania terbuka, lalu melayang di udara dan sang pendeta tua melepaskan sebuah cairan dari dalam botol lalu berjalan ke arah peti.


Cairan yang melayang di udara itu langsung membuat Adelia mengerutkan keningnya, 'apakah itu ramuan bunga kelopak iblis? Tapi kenapa aku merasa familiar dengan teknik ini?' ucap Adelia dalam hati berusaha mengingat di mana Dia pernah melihat teknik seperti itu, tetapi sayang sekali dalam ingatan masa lalunya dan ingatan masa sekarangnya dia sama sekali tidak mengingat apapun tentang teknik itu.


Oleh karena itu dia tetap diam saja dan melihat cairan itu perlahan-lahan berpisah satu dengan yang lain, hingga membentuk titik-titik kecil yang berada di atas tubuh selir Ananiah.


Perlahan-lahan titik-titik kecil dari air yang di berkendalikan oleh Pendeta tua kemudian turun ke bawah dan menyentuh seluruh permukaan tubuh selir Ananiah.


Setelah itu, sang pendeta tua kemudian mengangkat tangannya dan kekuatan yang awalnya terlihat berwarna terang kini berubah menjadi lebih gelap dan semakin gelap lagi, lalu berubah menjadi hitam pekat hingga membuat mereka tak bisa lagi melihat isi petir karena tertutupi oleh kekuatan itu.


Beberapa saat kemudian semua orang melihat bahwa di dalam peti itu terdapat sebuah cahaya yang perlahan-lahan menguasai kekuatan hitam kedua pendeta dan semakin lama kekuatan itu semakin membesar hingga akan mengalahkan kedua pendeta.


"Sepertinya mereka sangat kesulitan," ucap Adelia dengan kecemasannya saat melihat kedua pendeta yang ada di sana mulai berkeringat hingga Bahkan sang pendeta kecil sudah seperti mandi karena keringatnya yang terlalu banyak.


Desmon yang melihat itu juga mengetahui bahwa kekuatan kedua pendeta itu dikalahkan. Tetapi dia tidak bisa bertindak sembarangan untuk membantu mereka, jadi dia hanya dengan cepat membuat pelindung untuk tempat itu demi berjaga-jaga Jika saja nanti kekuatannya meledak hingga akan menarik perhatian orang lain, atau mungkin akan melukai banyak orang.


"Nggggg!!!!" Tiba-tiba suara rintihan kedua pendeta membuat Adelia menjadi agak cemas melihat kekuatan putih yang aneh itu kini semakin mendekati kedua tubuh pendeta.


Meski pergerakan Adelia sangat cepat, tetapi Desmond yang ada di sana masih lebih cepat lagi hingga dia meraih tubuh Adelia dan menahannya, karena takutnya Adelia malah akan terluka Jika dia mendekati peti selir ananiah.


Tetapi Adelia menatap pria itu dan berkata, "aku akan baik-baik saja!"


Sayangnya, Desmon tidak mau membiarkan perempuan itu bertindak sesuka hati dan kembali melukai dirinya sendiri oleh karena itu Desmond memperkuat cekalannya pada tubuh Adelia.


"Tidak!" Tegas Desmon membuat Adelia menggertakan giginya lalu dengan cepat membuat kedua tangannya terulur ke depan dan kekuatan dari seluruh tubuhnya mengalir ke arah peti itu hingga membuat cahaya putih yang keluar dari dalam peti terselimuti oleh kekuatan Adelia.


Desmond yang melihat itu hendak menghentikan Adelia, tetapi ketika dia melihat bahwa keringat Adelia keluar berkali-kali lipat, maka dia tidak ingin menghentikan perempuan itu karena seseorang yang sedang mengendalikan kekuatannya terlalu kuat akan mati jika tiba-tiba dihentikan secara paksa.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....