Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
40.


Setelah mendengar ucapan Adelia, maka anak dari pemilik perahu itu langsung menjual ikan-ikan segar hasil tangkapan ayahnya dengan harga 3 perak per ekor untuk ikan dengan ukuran sedang dan harga 3 perak per 2 ikan untuk ikan dengan ukuran lebih kecil.


Sementara untuk ikan dengan ukuran yang lebih besar mereka jual dengan harga 5 perak.


Hal itu membuat semua orang berbondong-bondong untuk membeli ikan mereka, bahkan orang-orang dari desa tetangga dan bahkan dari ibukota yang mendengar hal tersebut langsung berbondong-bondong ke tempat mereka membeli ikan.


"Terima kasih,, terima kasih," anak dari sang nelayan begitu berterima kasih dan merasa sangat senang karena hari itu Mereka mendapat uang yang sangat banyak.


Dan hanya dalam satu jam saja semua ikan itu telah habis, lalu anak itu pergi ke kedai tempat Adelia dan ayahnya duduk menunggu nya.


"Nona," kata pria itu menghampiri Adelia.


"Kenapa kau kembali begitu cepat?" Tanya Adelia yang merasa bingung bahwa pria itu kembali begitu cepat setelah menjual ikan.


Tetapi pria itu langsung tersenyum dan mengambil kantong uangnya lalu meletakkannya di atas meja.


"Semua ikan telah dijual habis, dan ini adalah uang hasil penjualan ikan." Ucap pria itu langsung membuat Adelia tersenyum mengambil kantong itu dan melihat isinya.


"Kira-kira ada 600 perak uang di kantong itu. Kami belum melepas seperak pun uang dari sana." Ucap pria yang sedang menatap Adelia dengan semangat memenuhi seluruh tubuhnya.


"Baiklah," ucap Adelia mulai menghitung uang itu dan menyerahkan sebanyak 250 perak pada nelayan dan anaknya lalu dia menyimpan sisanya.


"Ini,,, Apakah kau benar-benar akan memberi kami uang sebanyak ini?" Tanya sang nelayan yang merasa bahwa uang itu terlalu banyak.


Sementara, hari itu seharusnya mereka tidak memiliki pendapatan sebesar pun sebab Dia sudah tidak berencana untuk menangkap ikan setelah perahunya bocor dan bahkan hari itu sama sekali tidak ada satupun yang menangkap lebih dari 5 ekor!


Tetapi Adelia tersenyum, "aku hanya membutuhkan 350 keping perak, jadi aku tidak akan mengambil selebihnya. Kalian gunakan uang itu untuk membeli perahu baru dan juga biaya hidup kalian sehari-hari." Kata Adelia membuat dua orang di depannya begitu tersentuh dengan kebaikan hati Adelia.


Sang nelayan langsung menyimpan uang itu dan berterima kasih pada Adelia.


Ketika mereka hendak meninggalkan tempat itu mereka terkejut ketika di depan sudah dikepung oleh beberapa orang yang mencari mereka.


"Kau!!!" Seorang pria dengan tubuh tinggi besar langsung menunjuk nelayan yang bersama dengan Adelia, "aku dengar kau mendapat banyak ikan hasil tangkapan hari ini dan bahkan menjualnya seharga 3 perak?" Tanya pria bertubuh tinggi besar itu dengan nada suara yang begitu kejam.


Hal itu membuat sang nelayan merasa takut dan menatap Adelia sambil berkata, "i,, i,, itu,, benar. Tapi,,, apakah ada masalah dengan hal itu?"


Sang nelayan beserta putranya merasa sangat takut karena mereka jelas mengenali Siapa orang-orang yang datang menghadang mereka.


Adalah orang-orang suruhan Tuan Galinea yang terkenal suka membuat keributan dan paling terkenal selalu menindas orang-orang kecil di desa mereka.


"Heh!! Tentu saja ada masalah, gara-gara kalian, satupun ikan kami pada hari ini tidak ada yang laku!!! Jadi sekarang juga cepat serahkan uang penjualan ikan kalian sebagai ganti rugi karena sudah merampas pasar kami!!!!" Tegas pria di depan nelayan diikuti oleh orang-orangnya yang langsung menatap sang nelayan dengan tetapan mengancam.


Hal itu membuat tangan nelayan dengan tubuh gemetar langsung merogoh sakunya untuk mendapatkan kantong uang miliknya.


Tapi dia belum mengambil kantong uang itu ketika putranya langsung menghentikan tangannya, "jangan ayah!!! Jangan berikan!!!"