
"Dasar ular sialan!!! Rasakan ini!!!" Teriak Ozon langsung berlari ke arah ular itu dan membuat sebuah pedang menggunakan kekuatan dalamnya lalu menyerang ular tersebut.
"Bodoh!" Ucap Adelia dalam hati langsung bergerak ke arah ozon dan melemparkan sebuah jaring yang membuat ozon terlempar ke samping.
"Apa yang terjadi?!!" Tanya Karina yang tidak mengerti dengan tindakan Adelia tetapi setelah Ozon terlempar ke samping maka Adelia juga langsung meninggalkan ular itu.
🐾🐾🐾
Baru saja Adelia mendaratkan kakinya di tempat yang aman, ular tersebut sudah hancur berkeping-keping karena penyebaran racun dari dua anak panah yang dilemparkan oleh Adelia.
"Hah?? Bagaimana bisa ularnya hancur seperti itu?" Ucap Karina kini merasa ngeri melihat ular yang telah hancur dan beberapa tanaman di sekitarnya menjadi layu karena terciprat racun yang tersebar di sekitar ular itu.
Ozon yang melihat hal itu juga sangat terkejut , "itu,, Jadi dua anak panah tadi mengandung racun api yang bisa membakar tubuh ular dan membuatnya meledak hancur?" Ucap ozon yang kini merasa bahwa dirinya hampir saja mati bersama ular itu seandainya Adelia tidak menyelamatkannya.
"Sebaiknya kedepannya kalian Jangan bertindak tanpa aba-aba dariku." Ucap Adelia lalu melihat ke arah Ozon sambil berkata, "kalau kau sudah tenang, kita bisa pergi dari sini."
Ozon langsung menganggukkan kepalanya sembari melihat Adelia yang kini mengambil inti roh dari ular yang telah mereka bunuh.
Setelah mereka beristirahat selama 1 menit, maka mereka bertiga langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk mengitari danau.
"Apakah kita akan terus mengitari dana ini?" Tanya Karina ketika mereka sudah berjalan beberapa menit namun tidak mendapati apapun.
"Danau adalah sumber air minum untuk hewan-hewan buas, dan sebentar lagi ada lah waktu minum untuk para hewan buas itu. Jadi akan ada banyak hewan buas yang datang kemari, kita bisa membunuh beberapa di antara mereka." Kata ozon sembari melihat ke arah Adelia.
Tetapi Adelia yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan melihat ke tengah danau.
"Tidak akan ada hewan buas yang berani datang ke danau ini untuk minum, karena penghuni danau ini adalah seekor ular raksasa yang akan memangsa setiap hewan buas yang datang ke tempat ini.
"A,, apa?!!" Karina yang sudah trauma dengan ular langsung mundur beberapa langkah untuk menjauhi danau.
Ozon pun tak habis pikir, kalau Adelia sudah mengetahui hal itu sejak dari tadi, maka Mengapa perempuan itu terus membawa mereka untuk mengelilingi pinggir danau?
Mereka bertiga seperti orang yang hendak mengantar nyawa mereka kepada ular besar yang menghuni danau tersebut.
"Kita tidak bisa meninggalkan danau ini karena kemanapun kita pergi ular itu akan tetap mengikuti kita. Karena yang telah kita bunuh tadi adalah salah satu anaknya." Ucap Adelia dengan mata perempuan itu terfokus pada tengah danau karena dia bisa merasakan aura di sekitarnya, jadi dia bisa merasakan pergerakan di dalam danau.
Seekor ular besar yang sedang mengintai mereka seperti mencari waktu yang tepat untuk menyerang.
Namun penjelasan Adelia langsung membuat Ozon kini mundur jauh dari danau bersama dengan Karina.
Dua orang itu seperti merasakan nyawa mereka telah menghilang karena mendengar penjelasan Adelia.
Berada di hutan belantara dan harus menghadapi sebuah bahaya semacam itu.
Bahkan jika menggunakan kembang api yang diberikan maka belum tentu bisa membawa para penyelamat menyelamatkan mereka lebih cepat dari ular itu memangsa mereka.