Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
53.


"Rasakan ini!!!!" Teriak Agatha ke arah Adelia lalu dia langsung menghempaskan kekuatannya hingga membuat naga emasnya meluncur ke arah Amira.


Naga yang meluncur itu langsung dibungkus oleh cincin yang sangat indah hingga memperlihatkan kekuatan yang begitu besar dari jurus yang dikeluarkan oleh Agatha.


"Matilah kau!!!" Ucap Agatha sembari tertawa bahagia menantikan naga emasnya menelan Amira dan meremukkan tulang perempuan itu.


Sementara Adelia, dia hanya tersenyum kecil lalu menggunakan satu jarinya dia mengumpulkan sedikit kekuatannya lalu membentak sebuah pedang kecil di ujung jarinya.


Hal itu membuat semua orang tercengang karena melihat cara Adelia meremehkan kekuatan Agatha.


"Astaga,, jangan dibilang dia mau menggunakan pedang kecil itu untuk melawan kekuatan dari Agatha?"


"Lelucon Apa yang dipikirkan oleh perempuan bernama Adelia itu? Bagaimana bisa pedang kecil melawan naga emas??"


Karina yang sempat membuka matanya sebentar merasakan seluruh tubuhnya telah lemas lalu perempuan itu terurai limas dengan kesadaran yang menghilang.


Berakhir sudah!!!!


Tetapi di arena pertarungan, Adelia masih berdiri menantikan datangnya naga emas yang meluncur cepat ke arahnya.


Sssshhhyyyuuuuuuhhhhh!!!


Meski naga emas itu terlampau cepat, namun Adelia masih bisa memperhitungkan kecepatannya dan menyeimbangkannya dengan ayunan jarinya.


"Naga emas kecil, rasakanlah pedang andalanku ini!!!" Ucap perempuan itu mengayunkan pedangnya ke arah naga emas lalu diikuti putaran jari tengahnya membentuk sebuah piringan kecil yang berfungsi untuk memantulkan serangan.


Set...!!!


Pam!!!


Ssstt....!!!!


Pedang yang digunakan Amira langsung merusak perisai yang mengelilingi naga emas, lalu naga emas tanpa perisai kemudian menabrak piringan milik Adelia.


Naga emas itu langsung menyemburkan api emas ke arah piringan Adelia, tetapi sayang sekali piringan Adelia lebih kuat hingga semburan api emas itu berbalik mengenai naga dan membuat naga menjadi kelimpungan.


Ssssyyuuhhh!!!!


Naga yang awalnya akan menyerang Adelia kini berbalik dengan tubuh yang terputar-putar menuju ke arah Agatha.


"A,, apa?!!" Agatha sangat terkejut melihat naganya kembali menyerangnya.


Semua orang juga langsung bangkit dari kursi mereka Dan melototkan mata mereka melihat kejadian itu.


Sementara Agata, perempuan itu tidak sempat menghindar karena naga emas itu berbalik secara tiba-tiba hingga membuatnya tak bisa membuat pelindung untuk dirinya sendiri.


Wusshhh!!!!


Setelah itu, Sang naga meluncur cepat ke arah Agatha dan menelan perempuan itu bulat-bulat sebelum Sang naga menghilang dengan Agatha yang langsung runtuh ke tanah


Brak!!!


Buk!


Semua orang terkejut melihat kejadian tersebut.


Tak ada satupun orang yang mengeluarkan suara, mereka tercengang, terdiam dan berada dalam keterpakuan mereka.


Sementara Salman, pria itu langsung meluncur untuk menyelamatkan adiknya.


Tetapi karena sesuai peraturan tidak ada orang asing yang bisa masuk tanpa persetujuan dari penjaga maka Salman dengan segera terpantul oleh pelindung arena pertarungan.


Bruk!!


Bang!!!


Uhuk... Uhuk...


Pria itu menabrak kursi kosong dan terjatuh dengan darah keluar dari mulutnya.


"Astaga, adiknya sudah terluka di dalam area pertarungan dan sekarang Dia melukai dirinya sendiri dengan menabrak perisai pelindung arena pertarungan!!!"


"Dasar bodoh, dia sudah berada di tingkat 7 tapi dia masih belum melupakan aturan dasar dari Allah pertarungan ini!! Bisa-bisanya dia membahayakan dirinya sendiri untuk melawan perisai pelindung area pertarungan!!!"


Semua orang berbisik-bisik, sementara penanggung jawab aula pertarungan kini mengangkat bendera berwarna merah.


"10! 9! 8! 7! 6! 5! 4! 3! 2! 1!"


"Wahhhh!!!"


"Ahhh!!!"


"Hidup Adelia!!!"


Semua orang bersorak-sorak mendukung Adelia karena baru kali ini mereka melihat adanya keturunan dari keluarga Zarano yang dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa saja.


Bahkan dikalahkan hanya dengan menggunakan dua jari saja yaitu jari telunjuk dan jari tengah!!!


Padahal, semua orang tahu bahwa perbedaan tingkat kekuatan dua orang itu amatlah mempengaruhi hasil pertandingan, tetapi siapa yang menyangka bahwa ternyata tingkat kekuatan malah tidak berpengaruh terhadap pertandingan itu.


Bahkan pertandingannya dimenangkan oleh orang dengan tingkat kekuatan yang lebih rendah dan bahkan hanya menggunakan dua jari untuk mengalahkan serangan besar dari Agatha.