Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
143.


Wakil kepala sekolah melihat keberadaan Adelia dan kedua temannya, jadi perempuan itu langsung menghampiri mereka hingga ketika murid itu langsung berdiri.


"Wakil kepala sekolah," ucap Ozon segera membungkuk pada wakil kepala sekolah diikuti oleh karena dan juga Adelia yang sedikit menunduk.


"Perlihatkan pada kami di mana sarang ular putih itu!!" Ucap wakil kepala sekolah dengan tegas.


Karina yang mendengar itu langsung menatap Adelia, karena Tentu saja dia tidak ingin berbicara apapun, sebab dia tidak ingin membuat ular putih itu berada dalam kesusahan, jadi dia akan membiarkan Adelia yang berbicara.


"Wakil kepala sekolah, pasti ada cara lain untuk menyembuhkan Ketiga murid itu selain menggunakan darah dari ular putih." Ucap Adelia langsung membuat Veronica mengerutkan keningnya menatap murid di depannya yang memang terlalu lancang.


"Apa katamu? Jangan bilang sekarang Kalian bertiga berusaha melindungi ular putih dan memilih membiarkan ketiga senior kalian mati mengenaskan karena tidak mendapatkan obat yang tepat untuk mereka?!" Tanya wakil kepala sekolah sembari memandang ketiga murid di depannya dengan tatapan yang tajam.


"Itu,, wakil kepala sekolah tidak boleh melukai ular putih itu, karena saat ini telur-telurnya sedang menetas, jadi kalau kita melukainya maka semua anak-anaknya akan terlantar dan mati." Ucap Karina yang jelas tidak bisa membiarkan ular putih yang baik itu dilukai oleh para guru besar.


Wakil kepala sekolah menghembuskan nafasnya dengan kasar, "hah,, Kalian bertiga sungguh tidak mengerti? Ular itu ialah hewan buas yang harus dibinasakan, sementara 3 murid tingkat 9 yang dilukai oleh ular itu adalah manusia, adalah murid-murid dari sekolah petarung kota Padang Selatan, jadi mana yang lebih penting untuk didahulukan?!!!" Teriak Veronica pada Ketiga orang di depannya.


Adelia yang melihat bahwa para guru sebesar itu tidak mengerti, maka ia hanya bisa menghela nafas, "sarangnya ada di sana." Ucap Adelia sembari menunjuk ke arah sarang ular putih langsung membuat Ozon dan Karina menatap Adelia dengan tatapan tak percaya mereka.


"Kau memberitahu mereka?" Tanya Karina.


Adelia tetap berdiri dengan tenang, "kita tidak punya urusan untuk mencegah para guru besar, jadi sebaiknya kita lanjut mencari inti roh untuk memenangkan ujian kali ini." Ucap Adelia sembari berjalan pergi dari tempat itu dengan para guru besar yang memandangi kepergian ketiga murid itu.


'Seandainya mereka bertiga bukan murid yang diperhatikan oleh kepala sekolah karena memenangkan ujian sebelumnya, maka saat ini juga Aku akan mengirim mereka keluar dari arena ujian supaya mereka bisa diberi pelajaran untuk mengetahui mana yang harus didahulukan dan mana yang harus diabaikan demi sebuah hal yang lebih penting.' ucap wakil kepala sekolah dalam hati sembari melangkah ke arah yang tadi ditunjukkan oleh Adelia.


Ketika mereka tiba di depan sarang ular putih terlihat jelas sarang itu memang memiliki energi yang sangat positif dan pohon yang tumbuh di sana sangat tepat untuk menjadi sarang seekor ular putih dengan tingkat kekuatan 50, seperti yang diceritakan oleh tiga guru besar yang sebelumnya datang ke tempat itu.


"Biar aku yang memeriksanya," ucap salah seorang guru besar yang bersama dengan wakil kepala sekolah, lalu guru besar itu kemudian berjalan mendekati sarang dan menyibakkan dedaunan yang menjalar dari rantingnya hingga ke tanah.


Begitu daunnya terbuka, dilihatnya seekor ular putih langsung menatap ke arahnya dan di kepala ular putih itu ada 5 ekor anak ular putih.


"Ularnya ada di sini!!!" Ucap guru besar itu langsung membuat ular putih menjadi sangat waspada, tetapi dia tidak bisa meninggalkan telurnya yang sedang menetas karena telur itu harus tetap diawasi hingga proses penetasannya sempurna.


Wakil kepala sekolah bersama ketiga guru besar yang berada di luar sarang ular putih langsung masuk ke dalam sarang ketika mendengar arahan dari guru besar yang memeriksa sarang tersebut.


"Benar, apa yang dikatakan oleh Ketiga murid itu, ular ini sedang menyambut anak-anaknya." Ucap salah satu guru besar.


"Itu tidaklah penting yang penting ialah menyelamatkan murid-murid kita yang terluka." Kata wakil kepala sekolah langsung diambil oleh semua guru besar lalu mereka dengan cepat mengumpulkan tenaga dalam mereka untuk menyerang ular putih itu.


Sang ular putih yang melihat itu langsung menatap mereka dengan tajam dan memberi peringatan agar keempat orang itu segera mundur dari hadapannya.


Tetapi karena wakil kepala sekolah sudah bertekad untuk memusnahkan ular itu agar bisa mengambil darahnya, maka dia tidak memperdulikan reaksi ular di depannya dan hanya fokus untuk menyerang ular itu.


"Serang!!!" Teriak wakil kepala sekolah, lalu mereka segera menyerang ular itu dan ular putih langsung menangkisnya dengan menggunakan ekornya sembari kepalanya melindungi telurnya agar tidak terpengaruh dari kekuatan yang berasal dari para penyusup itu.


Salah satu guru besar yang melihat itu langsung tersenyum mengejek dan dia menggunakan satu tangannya melontarkan kekuatan ke arah telur itu hingga telur itu kemudian terjatuh dan pecah.


Ular kecil yang berada dalam telur itu yang hendak menetas langsung mati dalam sekejap hingga membuat Ibu ular menjadi sangat marah.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....