
Di aula bertarung, orang-orang di sekitar Adelia dan kedua temannya sedang berbincang-bincang tentang siapa yang akan mereka dukung dalam pertarungan kali itu.
"Aku rasa yang akan menang hari ini bukanlah Galim dan Hendri, tetapi Salman yang sudah memiliki tingkat kekuatan 31."
"Kau benar, saat ini Galim dan Henry hanya memiliki tingkat kekuatan 21 dan meski mereka berdua, tetapi aku rasa itu tidak akan cukup untuk mengalahkan murid paling pintar di sekolah kita yang sudah mencapai tingkat kekuatan 31. Padahal, mereka berdua sudah tahu kalau Salman di rumah kran sebenarnya akan diangkat menjadi mur tingkat 10, tetapi kakeknya menolak karena dia ingin salman lebih banyak lagi belajar dan tidak melewatkan pelajaran di setiap tingkatan."
"Ahh, benar sekali, tetapi aku juga mendengar rumor bahwa setelah dia terluka menabrak dinding pelindung pada area bertarung, kekuatannya menjadi sangat buruk dan bahkan Dia memiliki penurunan tingkat kekuatan setelah tidak sadarkan diri selama berhari-hari."
Adelia mendengarkan semua percakapan itu, dan dia menampung semuanya dalam hati karena dia penasaran Bagaimana pertarungan akan terjadi.
Dan akhirnya kau, setelah menunggu beberapa lama, akhirnya tiga orang yang akan bertarung kini memasuki Aula bertarung.
Terlihat Ketiga orang itu berdiri dengan percaya diri dan sombong seakan-akan bahwa mereka tidak akan terkalahkan.
'Hm,, katanya tingkat kekuatannya 31, tapi ternyata sudah meningkat menjadi 33. Kalau begitu dia seharusnya sudah lulus dari sekolah ini, tetapi sepertinya ada sesuatu yang membuatnya harus tetap berada di sekolah. Dan dua orang itu,, tahun ini mereka pasti akan naik ke tingkat 8.' ucap Adelia dalam hati yang bisa melihat kedua orang itu sudah memiliki tingkat kekuatan 22, tetapi bukan itu saja yang Adelia lihat, kedua orang itu menyembunyikan senjata rahasia di balik pakaian mereka yang agak tebal.
"Bagaimana menurutmu? Siapa yang akan menang?" Tanya Karina pada Adelia dengan wajah perempuan itu terlihat sangat antusias bertanya.
"Hm,, kekuatan mereka sepertinya seimbang." Ucap Adelia langsung mengejutkan Karina.
"Seimbang?" Tanya Karina sembari memperhatikan 3 orang di area bertarung.
Ozon yang berada di samping Karina kemudian menggelengkan kepalanya dengan pelan sembari berkata, "aku rasa tidak begitu, terlihat jelas bahwa tingkat kekuatan Salman sangat jauh dari kedua orang itu.
"Mungkin karena dia sudah meminum ramuan bunga rumput emas yang dibuatkan untuknya. Mungkin saja bunga itu sebenarnya tidak hanya menyembuhkan tubuhnya yang sedang sakit, tetapi juga memberinya kekuatan.
"Ah benar,,, tapi aku hanya akan melihat hasil akhirnya saja, jadi aku akan menontonnya dan melihat cara bertarung mereka agar bisa mempelajari beberapa teknik." Ucap Karina dengan sangat bersemangat.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tiga orang yang ada di lapangan mulai memusatkan kekuatan mereka untuk memulai pertarungan.
Bedanya, adalah jurus tersebut sudah mengalami peningkatan dan naga emasnya terlihat lebih terang daripada yang dimiliki oleh Agatha.
Selain itu, perisai yang mengelilinginya kini tidak berwarna putih lagi melainkan perisai itu berwarna sangat gelap hingga membuat naga menjadi sangat kontras di balik perisai tersebut.
"Chi!!! Kau benar-benar menggunakan jurus andalan itu, kalau begitu rasakan serangan kami berdua!!!" Teriak Hendri lalu menyatukan kekuatannya dengan Galim hingga mengejutkan semua orang.
"Mereka menggabungkan kekuatan mereka!!!"
"Astaga,,, Bagaimana bisa ada penggabungan kekuatan seperti itu?"
Semua orang mengatakan keterjutan mereka saat melihat kedua orang itu menggabungkan kekuatan mereka hingga membentuk ular dengan dua kepala.
Yang satu benar-benar kepala ular yang menjulurkan lidahnya, sementara yang lain memiliki kepala berbentuk harimau dengan bulu hitam pekat yang terlihat siap memangsa apapun yang ada di depannya.
"Bagaimana bisa ular memiliki kepala harimau?" Ucap Karina yang sangat terkejut melihat hal tersebut.
Ozon yang berada di sampingnya kemudian berkata, "ular berkepala harimau itu memang terlihat hebat, tetapi jika aku melihat maka naga emas milik Salman, itu jauh lebih hebat lagi.
Sementara Adelia yang duduk tenang, dia melihat bahwa selama kekuatannya disiapkan, kedua orang itu juga merogoh saku mereka dan mengambil sesuatu dari dalam saku mereka.
Yang artinya bahwa kemungkinan besar kekuatan yang mereka keluarkan hanya pengalih perhatian, tetapi yang mereka ambil dari saku adalah serangan yang sebenarnya.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.