
'Tidak!!!!' sang Sang Tabib menjerit dalam hatinya, tetapi Sudah terlambat untuk menyesal, darahnya telah menyentuh surat itu dan karena dia melanggar salah satu kesepakatan yaitu tidak memberi tahu tentang orang lain yang telah ia beritahukan rahasia, maka tubuhnya langsung berubah menjadi debu dan debu itu terhambur di udara lalu perlahan-lahan berhamburan di meja, kursi dan juga di atas lantai.
Sakit kepala tapi yang melihat itu langsung gemetar di tempatnya dan entah kenapa dia merasa bersyukur bahwa dia baru diberitahu tentang masalah itu sehingga dia belum sempat mengatakannya pada siapapun.
🚒🚒🚒
Sementara, Desmond yang ada di sana sangat terkejut melihat tabib itu ternyata malah hancur menjadi debu.
Yang artinya bahwa ada orang lain yang sudah mengetahui informasi itu selain kepala tabib.
Jadi akhirnya Desmond menatap sang kepala tabib yang masih tercengang, "apakah kau memiliki berpikiran tentang siapa yang telah diberitahu oleh tabib itu tentang informasi ini?!" Tanya Desmond sembari mengambil kertas rahasia yang tadinya sempat diletakkan tabib Aang di atas meja.
Sang kepala tabib akhirnya tersadar dari ketercengangannya, lalu dia menatap pria di depannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Sebaiknya jika kau mengetahui hal ini kau harus segera melaporkannya padaku, sebab dalam kontrak itu aku sudah menuliskannya kau punya waktu hanya satu hari untuk memberitahukannya padaku agar kau tidak bernasib sama seperti tabib Aang!" Ucap pangeran ke-9 dengan tegas lalu pria itu kemudian pergi meninggalkan kepala tabib istana yang masih dipenuhi keringat.
Begitu Desmond keluar dari ruangan sang kepala tabib, ia langsung menghentikan langkahnya ketika melihat raja telah datang ke tempat itu.
Mata, Desmond langsung mendekat ke arah Raja lalu memberi salam, "salam Yang mulia Raja," ucap Desmond lalu dia kembali berdiri dengan tegap menatap ayahnya.
Sang Raja yang kebingungan tentang cara Desmon masuk ke tempat itu dan bagaimana pria itu bisa-bisanya bukannya datang menghampirinya, Tetapi malah datang menemui sang kepala Tabib.
Sang kepala tabib yang mendengar suara raja dari luar akhirnya berusaha memperbaiki penampilannya lalu dia akhirnya keluar meski sang raja masih tetap bisa melihat bahwa penampilan pria itu tampak berantakan apalagi dengan pakaiannya yang tampak basah karena keringatnya sendiri.
Tetapi, Raja tidak mengatakan apapun dan hanya kembali fokus pada putranya untuk mendapatkan jawabannya.
Melihat bahwa pria di depannya tampak terdiam maka Desmon kembali berkata, "karena Ayah sudah tahu, maka aku akan pergi sekarang."
Tanpa menunggu jawaban sang ayah, maka Desmon langsung meninggalkan tempat itu dan dia bergegas pergi kekediaman tarif Aang untuk membongkar kediaman pria itu.
Namun ketika dia tiba di sana, betapa terkejutnya dia ketika melihat seorang pria yang tampak terlihat aneh.
Ia bersembunyi dan memperhatikan pria Aneh itu yang kini menghampiri seorang tabib lainnya.
"Apakah kau melihat tabib Aang?" Tanya pria aneh itu pada sala seorang Tabib.
"Ah,, dia pergi ke ruang kerja kepala tabib istana." Jawab sang tabib.
Setelah mendengar ucapan sang tabib, pria aneh itu kemudian bergegas pergi ke arah ruang kerja kepala tabib istana
Desmon langsung mengikuti nya.@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....