
Venom yang pingsan dan akhirnya tersadar langsung buru-buru berlari ke arah ruangan tempat peti Anania diletakkan dan dia sangat terkejut serta semakin panik ketika dia tiba di sana Dan tidak mendapati Adelia bersama dengan Ketiga orang yang sudah duduk di kursi.
"Di mana Adelia?" Tanya Venom dengan suara yang begitu cemas.
"Ahh, Nona Adelia pergi ke luar untuk berganti pakaian." Jawab sang tabib.
"Itu,, dia baik-baik saja bukan? Dia tidak kenapa kan? Dia kebal terhadap racunnya kan?!" Tanya Venom yang dalam hatinya begitu khawatir dan sangat cemas jika terjadi sesuatu pada perempuan itu.
Sang tabib menganggukkan kepalanya, "iya, dia baik-baik saja. Tapi, apakah kau tahu Adelia itu berasal dari mana dan apakah dia memiliki hubungan kekeluargaan dengan kerajaan barat?" Tanya tabib langsung membuat Venom merasa begitu lega karena ternyata Adelia baik-baik saja.
Tetapi, pria itu kemudian mengerutkan keningnya.
"Kerajaan Barat?" Venom berpikir beberapa saat mengingat kembali apa yang telah terjadi lalu pria itu menggelengkan kepalanya, "dia tidak berasal dari sebuah kerajaan. Dia berasal dari desa kecil maritan dan memiliki kedua orang tua yang merupakan petani.
"Mereka melalui waktu yang sulit dan perekonomian mereka tidak terlalu baik. Tapi Memangnya ada apa?" Tanya Venom yang merasa penasaran kenapa orang-orang itu menanyakan tentang asal usul Adelia dan bahkan mengaitkannya dengan keluarga kerajaan???
Pendeta tua yang mendengarkan penjelasan Venom langsung kebingungan di tempatnya, "kalau dia hanya berasal dari desa maritan, mengapa dia begitu kebal terhadap racun dan bahkan sangat kebal terhadap racun mematikan yang ada di tubuh selir Ananiah?" Ucap sang pendeta tua.
Ucapan itu langsung membuat Venom kebingungan, lalu dia juga duduk sambil berpikir meski dia tahu seberat apapun dia memikirkannya, dia tidak akan menemukan jawaban untuk masalah tersebut.
Semua orang masih sedang berpikir alasan Adelia bisa kebal terhadap racun sampai akhirnya Adelia kembali menemui keempat orang itu langsung membuat Venom berdiri dan memperhatikan perempuan di depannya.
Setelah melihat bahwa Adelia benar-benar sehat dan wajah perempuan itu sama sekali tidak menampakkan bahwa dia dalam keadaan sakit, maka Venom merasa begitu lega dan berpikir bahwa kali itu dewa benar-benar menyelamatkannya.
Adelia mengabaikan Venom yang memperhatikannya dan perempuan itu berjalan ke arah Peti selir Ananiah.
Gadis itu mengerutkan keningnya memperhatikan kuku Selir Ananiah dan melihat bahwa warna gelap pada kuku selir Anania sedikit menjadi lebih terang.
"Ahh,, sepertinya pil itu bekerja dengan baik. Lihat warna pada kukunya, tadinya sangat gelap dan sekarang menjadi agak lebih terang." Ucap sang pendeta tua langsung diangguki oleh semua orang yang ada di sana dan mereka benar-benar melihat sebuah keajaiban yang berasal dari seorang gadis bernama Adelia.
Saat itu, Venom menatap Adelia dengan rasa tak percayanya, 'gadis ini benar-benar luar biasa, tuan muda tidak salah memilih seseorang untuk dijadikan kekasihnya, sekaligus calon Nyonya kediaman ini.' ucap pria itu yang merasa bahwa Adelia benar-benar berharga untuk Tuan mudanya.
Sehingga ketika matanya kembali menatap luka di tangan Adelia maka pria menjadi agak lemas karena sangat takut kalau luka itu benar-benar tidak akan sembuh sampai Desmon kembali dari lembah iblis.
"Kalau begitu, kita akan memberikan pil nya secara teratur dan karena Adelia sudah kebal terhadap racunnya, maka aku rasa Kami tidak akan membebani para pendeta lagi untuk datang kemari. Apalagi perjalanan dari gunung ke tempat ini sangatlah melelahkan dan juga membutuhkan waktu yang lama." Ucap sang tabib langsung diangguki oleh dua pendeta yang ada di hadapannya.
Pendata tua menganggukkan kepalanya, "kami sama sekali tidak keberatan untuk pulang pergi dari tempat ini, tetapi karena sudah ada gadis ini, maka kami akan menyerahkan tugas ini untuk gadis ini." Ucap pendeta tua sembari menatap pendeta kecil lalu pendeta kecil itu menganggukkan kepalanya sambil mengambil sesuatu dari dalam tasnya.
Pendeta kecil itu kemudian menyerahkan kotak itu pada Adelia dengan pendeta tua yang berkata, "itu adalah ramuan khusus dari kuil, kau bisa memakannya sebelum membuka peti selir Ananiah untuk berjaga-jaga dari efek racun."
Adelia menerima kotak segi empat itu sambil menganggukkan kepalanya, "Terima kasih atas bantuan pendeta, kalau begitu aku akan menyimpan barang ini dengan baik." Ucap Adelia sembari menyimpan kotak itu ke dalam cincin ruang miliknya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....