
"Apa yang terjadi?" Kini, Ozon juga ikut bertanya setelah melihat Adelia tidak menjawab pertanyaan dari Karina, sedangkan mereka begitu takut melihat ular yang sedang berada di depan Adelia.
Adelia tidak mengatakan apapun, dia bahkan tidak repot-repot menoleh ke atas dan hanya diam di tempatnya menatap ular di depannya yang tampak begitu marah padanya.
Hal itu membuat Ozon menjadi sangat khawatir Jadi dia yang sudah selesai bermeditasi dan merasakan kekuatannya naik dua tingkat kini turun dari pohon dan dia bergerak ke bawah untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi.
💥💥💥
Karina pun tidak mau tinggal diam, dia juga ikut turun dan betapa terkejutnya dia ketika dia tiba di salah satu ranting dan melihat salah satu telur mulai pecah.
"Oh,,, telurnya akan menetas!!!!" Ucap Karina langsung mengejutkan Ozon dan Adelia.
Jadi mereka serentak melihat ke atas dan sang ular pun yang mendengar ucapan itu langsung merayap di batang pohon dan naik mendekati telur miliknya.
Ular itu memperhatikan telurnya yang pecah dengan Karina, Ozon dan Adelia juga melihat ke arah telur yang mulai retaknya itu.
Retakan yang awalnya kecil itu kini semakin menjalar dan seekor ular kecil akan muncul dari dalam telur itu.
Hal tersebut membuat Ibu ular menjadi semakin bersemangat sehingga dia tidak sadar semakin berjalan mendekati ranting itu hingga membuat semua berat tubuhnya terbebankan pada ranting tersebut.
Ranting yang kecil itu pun mulai retak membuat Karina sangat terkejut, dan dia mengulurkan tangannya untuk menahan ranting tersebut ketika dia terlambat dan ranting tersebut telah patah bersamaan dengan ibu ular dan telur yang akan menetas terjatuh ke bawah.
Adelia yang melihat itu sangat terkejut Jadi dia yang berada di bawah tanah langsung berlari ke arah ranting yang akan terjatuh dari atas lalu dengan penuh perhitungan dia menggunakan kekuatannya untuk menahan ular dan telur tersebut agar tidak terjatuh ke tanah.
Tepat ketika mereka akan menyentuh tanah gerakan gravitasi keduanya langsung terhenti lalu mereka melayang beberapa centi di atas tanah sebelum turun pelan-pelan hingga menyentuh tanah.
Tepat ketika ibu ular dan telur yang akan menetas itu menyentuh tanah, maka telur tersebut menetas dengan sempurna lalu seekor ular kecil langsung merayap keluar dari dalam telur.
Semua orang menghela nafas lega dan sang Ibu ular merasa sangat senang melihat kehadiran ular kecil itu, lalu dia langsung membiarkan ular itu merayap di atas kepalanya.
Adelia mengangguk pelan sambil berkata "aku rasa telur-telur lainnya juga akan menetas, Jadi kami akan pergi dari sini supaya tidak mengganggu."
Setelah berbicara, Adelia menatap di atas pohon lalu melihat dua temannya sudah turun dari sana sementara sang Ibu ular tampak berterima kasih pada Adelia.
"Anak ular itu terlihat sangat imut," ucap Karina dengan mata berbinar-binar dan melihat anak ular yang ada di depannya.
Dia hendak mendekat untuk menyentuhnya sedikit ketika Ozon menariknya ke belakang Lalu membawa perempuan itu keluar dari dalam pohon dengan Adelia yang masih tertinggal sendirian di sana.
Adelia memandangi ular di depannya sambil berkata, "suatu saat kita akan bertemu lagi dan saat itu aku harap bayi-bayimu sudah tumbuh dengan baik."
Setelah berbicara, Adelia kemudian keluar dari sana menyusul Karina dan Ozon.
Namun, dia sangat terkejut ketika dia keluar dan mendapati 3 guru besar yang tadi datang menyelamatkan 3 murid tingkat 9 yang menyalahkan kembang api kini sudah berdiri di depan mereka.
"Guru," ucap Karina dan Ozon secara bersamaan memberi hormat pada guru besar di depan mereka.
"Kalian menyingkir lah, ular putih itu biar kami yang memngalahkannya" Kata salah satu guru besar yang berdiri di depan ketiga orang itu.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....