
Sesuai dengan rencana Gandaria, maka pada malam hari penyerangan kemudian dilakukan dengan Adelia yang kini berada di pegunungan untuk mengamati apa yang terjadi di bawah sana.
Pasukan bersenjata yang ditempatkan di tempat serigala seperti yang dimaksud oleh Adelia langsung tewas hanya dalam beberapa menit saja setelah diserang oleh para serigala kelaparan.
Sementara, di tempat jebakan yang dimaksud oleh Adelia, orang-orang juga masuk ke dalam jebakan dan tubuh mereka tertusuk oleh tombak-tombak tajam yang dipasang di bawah tanah tempat mereka terjatuh.
Maka, kurang dari 1 jam, kekalahan langsung terjadi pada Benua Padang barat dengan korban yang tewas mencapai 100 orang.
"Yang mulia," ucap seorang pelayan yang datang bersama dengan Adelia lalu pelayan itu memberikan teh kepada Ratu.
Adelia menikmati teh itu sembari duduk lalu beberapa saat kemudian seorang pengawal memasuki tandanya.
"Jenderal Gandaria datang untuk bertemu dengan Ratu," ucap pengawal tersebut langsung membuat Adelia meletakkan tehnya.
"Suruh dia masuk," perintah Adelia langsung membuat sang pengawal keluar dan mengizinkan jenderal Gandaria memasuki tenda Adelia.
Ketika jenderal itu masuk, dia langsung berlutut di hadapan Ratu, "yang mulia, saya bersalah atas kekalahan kita pada hari ini." Ucap pria itu hanya membuat Adelia tersenyum.
"Seorang jenderal yang keras kepala memang patut diberi hukuman. Pergilah ke benua Padang Selatan dan temukan pria bernama Desmon yang ada di sana Lalu berikan pesan ini padanya," ucap Adelia menyerahkan sebuah surat pada jenderal.
Tentu saja sang jenderal tidak bisa menerima hukuman yang diberikan padanya menjadi seorang pengantar pesan, tetapi ketika pria itu ingin membantah dia terkejut melihat Adelia menatapnya dengan tatapan yang begitu dalam dan tajam sehingga membuatnya merasa bahwa perempuan itu benar-benar bukan Perempuan biasa.
Oleh sebab itu, sekarang jenderal hanya bisa menerima perintah dari Adelia lalu pria itu kemudian meninggalkan tenda Adelia dan langsung menunggangi kudanya meninggalkan perkemahan mereka.
"Di mana semua prajurit yang terluka?" Ucap Adelia pada salah seorang pengawal yang ada di ruangannya setelah kepergian Gandaria.
"Kami sudah merawatnya, tim medis kita bekerja dengan keras dan saat ini mereka berada di tenda medis," ucap sang pengawal langsung membuat Adelia berdiri.
Begitu memasuki tenda, Adelia langsung melihat para prajurit berusaha untuk berdiri memberi hormat kepadanya, tetapi Adelia mencegah mereka.
"Aku tidak menerima hormat dari prajurit yang terluka," ucap Adelia sembari mengulurkan tangannya lalu dia mengeluarkan api merah hingga api merah itu menyelimuti semua prajurit yang ada di sana, tetapi Adelia mengerutkan keningnya saat dua orang prajurit bukannya menjadi sembuh, tetapi kedua prajurit itu malah berubah menjadi butiran debu.
Semua prajurit yang ada di sana juga sangat terkejut melihat hal tersebut. Bagaimana bisa seseorang berubah menjadi debu hanya dalam sekejap saja?
"Seorang prajurit yang tidak setia memang pantas menjadi debu," ucap Adelia kini mengetahui bahwa di tempat mereka ada orang yang tidak setia sehingga perempuan itu kemudian menoleh ke arah bawahannya, "kumpulkan semua orang, tidak tersisa satupun!" Perintah Adelia.
Dengan begitu, sang bawahan yang bersama dengan Adelia langsung pergi mengumpulkan semua orang di sebuah tempat dan pada malam hari itu Adelia kemudian menyalakan api merah di tengah-tengah kumpulan orang itu.
"Di antara kalian semua ada beberapa penyusup, Aku ingin kalian mengakui diri kalian sendiri ataukah aku yang akan merubah kalian menjadi abu!!" Ucap Adelia pada semua orang hingga mengejutkan semua orang karena tak menyangka bahwa mereka yang semuanya berasal dari benua Padang barat malah bisa-bisanya ada seorang penyusup?
Seorang pria yang memiliki jabatan sebagai jenderal senior kemudian berjalan ke arah depan dan memberi hormat pada Adelia.
"Saya rasa di sini tidak ada penghianat, karena kami semua berasal dari benua Padang Utara tidak ada satupun yang berasal dari benua Padang Selatan, jadi sangat mustahil akan ada penghianat--'
Syuhh...
Tubuh pria itu langsung berubah menjadi debu ketika Adelia mengulurkan tangannya memberikan api merah pada pria itu.
Semua orang yang ada di sana yang melihat kejadian itu sangat terkejut sehingga mereka ketakutan di tempat mereka masing-masing.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️