Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
72.


"Apa?" Tanya Karina kini merasa sangat cemas, "jangan-jangan kita sudah menjadi arwah gentayangan!!!" Ucap perempuan itu lalu berbalik berusaha berbicara dengan semua orang tetapi tak satupun dari mereka yang mendengarnya ataupun melihatnya.


Hal itu membuat Karina menjadi frustasi, dan dia merasakan kepalanya berdenyut tak karuan.


"Bagaimana ini???" Ucap perempuan itu kembali menghampiri Ozon dengan seluruh kecemasan nampak di wajahnya.


Ozon juga tidak mengerti mengapa mereka tidak terlihat dan tidak terdengar, tetapi pria itu jelas yakin bahwa mereka belum mati.


Tapi bagaimana dia menjelaskan tentang mereka yang tidak terlihat dan tidak terdengar???


Dia pun kebingungan, tapi kemudian dia menoleh ke arah Adelia dan perempuan itu tampak tenang melihat semua orang yang mulai berlari untuk menyerang para hewan buas yang sedang berkumpul di tempat itu.


"Adelia,,," ucap Karina kini menghampiri Adelia untuk meminta perempuan itu mengatakan pendapatnya tentang situasi yang sedang mereka alami.


"Jangan khawatir Itu adalah kekuatanku." Jawab Adelia dengan suara yang datar sembari mata perempuan itu sedang sibuk memperhatikan orang-orang yang sedang bertempur dengan para hewan buas.


"Apa?!"


"Apa?!"


Ozon dan Karina sama-sama berteriak tak percaya begitu mendengar bahwa ternyata apa yang terjadi ialah ulah dari Adelia.


"Jadi,,, kita tidak terlihat dan tidak terdengar sekarang ini semuanya karena,, karena kekuatanmu?" Tanya Karina dengan mata berbinar-binar menatap perempuan di depannya.


Adelia langsung menganggukkan kepalanya, "hm, sekarang perhatikan mereka, dan saat ada hewan buas yang mati, secara diam-diam pergilah mencuri inti roh hewan yang telah mereka bunuh." Kata Adelia langsung membuat dua orang yang ada di hadapannya kini tercengang dan tak percaya dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut perempuan itu.


Adelia sedang mengajak mereka untuk berbuat curang!!!


Dan, perbuatan seperti itu sama sekali tidak bisa diterima oleh Karina, jadi perempuan itu langsung menatap Adelia dengan raut wajah tak sukanya.


"Tapi,, kita tidak boleh melakukan perbuatan seperti itu, sangat curang jika orang lain yang berjuang untuk membunuh hewan buas itu, dan kita malah mengambil inti rohnya." Ucap Karina langsung membuat Adelia menatap perempuan itu dengan tajam.


"Apakah tadi kau mendengar aturan yang disampaikan oleh kepala sekolah? Apakah ada aturan yang melarang kita untuk berbuat curang?" Tanya Adelia langsung membuat Karina terdiam.


Memang tidak ada, sekalipun bahkan sesama tim bisa saling menyakiti untuk merebut inti roh, Jadi kalau hanya diam-diam mengambil maka pun tidak akan dianggap sebagai melanggar peraturan.


"Benar!" Seru Ozen, "Tidak ada salahnya, lagi pula Bukankah kemampuan untuk membuat kita tidak kelihatan juga adalah sesuatu yang perlu dipelajari untuk melakukannya?" Ucap Ozon yang setuju dengan Adelia, jadi Jika seperti ini caranya maka mereka tidak perlu susah-susah sampai akhirnya mereka keluar dari tempat itu dan membawa banyak sekali inti roh.


"Ahh,,, kalau kalian berdua sudah seperti itu, maka aku tidak mungkin memaksakan pendapatku. Tapi aku jadi kasihan pada mereka." Ucap Karina dengan wajah yang iba menatap semua murid-murid yang sedang berjuang untuk membunuh para hewan buas.


"Kalau begitu, salahkan mereka karena tidak bila memiliki kemampuan seperti kita." Ucap Ozon langsung melompat ke arah pertarungan ketika dia melihat seekor hewan buas telah tumbang lalu dengan kecepatannya, dia berhasil mengambil inti roh hewan buas tersebut.