
Adelia berkata, "aku rasa tabib sekolah memang tidak mengetahui apapun. Karena dia sudah menyentuh semua pasien-pasien itu. Tapi, Apakah tidak akan tertular lagi pada orang yang sudah ditulari lalu menyentuh orang lain lagi?"
Ucapan Adelia membuat semua orang terkejut karena jika hal itu terjadi maka hampir semua orang di sekolah sudah tertular penyakit itu.
Bagaimanapun, mereka sempat minum bersama, Jadi mereka tentunya saling bersentuhan satu sama lain.
🤪🤪🤪
Sang tabib yang mendengar pertanyaan Adelia kemudian melepaskan benang di tangannya, lalu dia menatap semua orang, "guru besar ini sudah tertular penyakit yang disebabkan oleh luka yang didapat dari ular putih. Dan untuk kalian yang bersentuhan dengan orang ini harus kuperiksa lagi apakah kalian tertular atau tidak." Ucap tabib itu membuat semua orang menjadi sangat cemas.
Sementara guru besar yang diperiksa, Dia merasakan seluruh tubuhnya menjadi panas dingin karena tak menyangka bahwa dirinya akan mengalami nasib mengerikan tertular penyakit yang tak bisa diobati kecuali dengan darah ular Putih.
Padahal, ular putih itu tak akan bisa mereka kalahkan karena ular putih itu memiliki tingkat kekuatan yang jauh lebih di atas dibanding mereka semua yang ada di situ.
Maka begitu, semua orang duduk di kursi untuk menunggu giliran mereka satu persatu untuk diperiksa.
"Kesepuluh guru besar ini dan tabib yang bekerja di sini sudah tertular, jadi sekarang aku akan memeriksa kalian semua yang ada di sini untuk memastikan Apakah kalian tertular atau tidak." Ucap tabib itu sembari mengambil benang baru untuk memeriksa satu persatu orang yang ada di sana.
Venom menelan air liurnya sembari duduk di kursinya menatap Adelia dengan cemas, karena Adelia adalah orang pertama yang akan diperiksa.
'Semoga dia tidak tertular, atau kalau tidak aku bisa mati di bengkel saat Desmon kembali dan mendapati perempuan itu berada dalam kondisi yang tidak baik.' Ucap Venom dalam hati yang merasa begitu cemas melihat Adelia yang kini diperiksa oleh tabib.
Bukan hanya Venom yang cemas, semua orang yang belum diperiksa juga merasa cemas dan berharap Adelia tidak terkena penyakit itu sehingga dipastikan mereka juga tidak terkena penyakit menular itu.
Setelah beberapa saat, tabib Akhirnya selesai memeriksa Adelia lalu tabib itu melepaskan benang yang berada di tangan Adelia.
"Bagaimana?" Tanya Venom yang kini berada dalam keadaan was-was dan sangat cemas.
"Dia sehat dan baik-baik saja, jadi tidak perlu khawatir." Ucap tabib itu langsung membuat semua orang bisa bernafas dengan lega, terutama para guru besar yang sempat bersentuhan dengan para guru besar lainnya yang telah dinyatakan tertular penyakit bawaan dari serangan ular putih.
Guru besar yang diperiksa tidak terlalu cemas lagi, karena tentunya dia tidak pernah menyentuh ketujuh orang yang diserang oleh ular putih kecuali bersentuhan dengan ke-10 guru besar yang tertular dari wakil kepala sekolah dan yang lainnya.
Tetapi, ketika dia melihat wajah tabib kediaman dasman langsung berubah setelah beberapa saat memeriksa dan denyut nadinya, maka guru besar itu menjadi agak cemas.
"Bagaimana?" Tanya Sang guru besar ketika tabib dari kediaman Desmond sudah melepaskan benangnya.
"Kau tertular," jawab tabib itu langsung membuat semua orang terkejut.
Guru besar yang baru saja diperiksa langsung merasakan setengah nyawanya menghilang setelah mendengar ucapan tabib di depannya.
Karena dia sudah mendengar bahwa kesempatan mereka untuk menyembuhkan orang-orang yang terkena penyakit dari ular putih hanya 3 hari saja.
"Ini tidak mungkin, aku tidak pernah menyentuh ketujuh orang yang diserang oleh ular putih, jadi tidak Mungkin aku juga tertular." Ucap berguru besar itu.
"Entahlah, tapi kau benar-benar memiliki gejala yang sama dengan mereka, nadi tidak teratur dan terdapat penyebaran serta irama yang tidak stabil dalam nadimu sama seperti ke-11 orang yang sudah ku diagnosa terkena penyakit itu." Kata Sang tabib langsung membuat guru besar itu merasakan seluruh tubuhnya menjadi lemas lalu dia terduduk sambil memejamkan matanya dan berusaha mengatur nafasnya supaya tetap bernafas dengan normal.
Maka setelah memeriksa guru besar, tabib lanjut memeriksa semua orang yang sempat berpegangan dengan ke-10 guru besar dan dia memastikan bahwa semua orang itu sudah tertular.
"Itu, bagaimana bisa aku sendirian yang tidak tertular, Padahal aku jelas bersentuhan dengan tabib yang merawatku ketika aku pingsan?" Ucap Adelia yang merasa begitu bingung dengan dirinya sendiri.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....