Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
63.


"Kita tidak bisa meninggalkan danau ini karena kemanapun kita pergi ular itu akan tetap mengikuti kita. Karena yang telah kita bunuh tadi adalah salah satu anaknya." Ucap Adelia dengan mata perempuan itu terfokus pada tengah danau karena dia bisa merasakan aura di sekitarnya, jadi dia bisa merasakan pergerakan di dalam danau.


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap Karina yang kini merasa gemetar karena mereka hanya bertiga dengan tingkat kekuatan masih di bawah 10.


Yang artinya bahwa mereka tidak akan bisa melawan ular besar yang sedang bersembunyi di dalam danau mengawasi mereka.


"Apa kau bisa merasakan tingkat kekuatan dari ular yang bersembunyi di danau?" Tanya Ozon kini terfokus melihat Adelia yang tampak berdiri dengan tenang di pinggir danau.


"Setidaknya 55." Jawab Adelia langsung membuat dua orang yang ada di belakangnya kini saling berpegangan satu sama lain agar mereka tidak runtuh ke tanah.


Jika kekuatan ular itu lebih dari 50 maka bahkan jika guru besar mereka berada di tempat itu belum tentu bisa mengalahkan ular tersebut.


Apalagi mereka yang hanya merupakan murid,,, tidak!! Mereka bahkan belum resmi menjadi murid dan hanya calon murid!!!


"Ini,,, Ini semua salahku Karena tadi aku tidak mendengarkan ucapan kalian dan malah memancing anaknya hingga kita membunuhnya!!!" Ucap Karina kini menyesali kecerobohannya.


Dia tak habis pikir bahwa satu saja kecerobohan kecil akan membawa mereka bertiga pada kematian.


Jadi perempuan itu terus menyalahkan dirinya sendiri dalam hati dan perlahan-lahan dia membuang bunga yang ada di tangannya.


"Gara-gara bunga ini kita akan menemui ajal kita di sini!!!" Ucap Karina yang merasa bahwa mulai hari ini, Jika dia masih bertahan hidup maka dia tidak akan pernah lagi menyentuh satu kelopak bunga pun!!!


Baru saja Karina selesai berbicara, Adelia yang berdiri di tepi danau bisa merasakan ular yang berada di tengah danau kini melakukan pergerakan cepat ke arah mereka.


"Dia datang!" Ucap perempuan itu langsung membuat Ozon dan Karina ketakutan di tempat mereka.


"Kita harus kabur!!!" Teriak Ozon dalam ketakutannya.


Tetapi, ketika dia melihat perempuan yang berdiri di tepi danau sama sekali tidak bergeming maka dia tetap berada di sana. Tidak mau menjadi pengecut yang meninggalkan temannya.


Buak!!!


Sssshhhhhh.......!


Suara memekakkan telinga yang dibuat oleh ular yang muncul dari dalam danau langsung membuat dua orang di belakang Adelia menatap ular itu dengan mata melotot mereka.


Ular seukuran menara di sekolah mereka dengan sisik yang berwarna biru terang serta lidah yang begitu panjang sedang memperlihatkan diri pada mereka.


"Aku tidak akan takut,aku akan bersama Adelia menghadapinya!!!" Ucap Ozon akhirnya mengeluarkan jurus andalannya yaitu pedang yang dibuat dari kekuatan dalam miliknya.


'Kalau aku mati karena ular ini, aku akan mati terhormat!!!' ucap pria itu dalam hati langsung berlari ke arah ular untuk menyerang ular itu.


"Hiyah!!!!!!!!!" Teriak Ozon sembari mengayunkan pedangnya ke arah ular.


Tuk!


Krak!


Plung!


Pedang itu seperti batu kecil yang mengenai sisik ular dan kemudian patah lalu jatuh tercelup ke dalam air.


Sementara Ozon, pria itu mendarat di samping Adelia dengan tawa kecil keluar dari mulutnya.


"He he,,,... Pedangku seperti kapas yang tertiup angin ke arah ular itu!!" Kata pria itu sembari menertawakan dirinya.


Karina yang melihat hal itu juga ingin tertawa akan kekonyolan Ozon, tetapi karena saat itu nyawa mereka sedang dipertaruhkan maka perempuan itu tak mampu berkata-kata dan hanya berdiri kaku di tempatnya.