
Di sebuah tempat tepatnya di tengah-tengah ibukota, ada sebuah bangunan yang begitu megah yang digunakan sebagai restoran.
Meski bangunan itu digunakan sebagai restoran, namun di ruang bawah tanahnya, beberapa orang berkumpul secara diam-diam membicarakan sesuatu yang sangat rahasia.
Diantara semua orang itu, ada seorang perempuan yang dipanggil dengan sebutan Ratu.
"Ratu, semuanya sudah siap, kecuali bawahan kita yang telah diculik oleh seseorang namun informasinya tidak terdeteksi lagi karena sepertinya dia telah dihancurkan. Sementara selir Anania juga menghilang, yang artinya bahwa dia mungkin telah dibunuh atau mungkin saja sudah diselamatkan dari mantra dan racun yang kita berikan padanya." Ucap salah seorang pria yang menggunakan sebuah topi pelindung wajah supaya diantara mereka tidak ada satupun yang terbongkar identitasnya.
"Ini gawat, kita tidak bisa menjalankan semua rencananya jika ada orang yang mengetahuinya. Mereka akan menghancurkan rencana kita dan kita semua akan mendapatkan hukuman mati." Ucap sang ratu yang tentunya tidak mau Jika dia ketahuan telah melakukan pemberontakan.
Seorang perempuan lain yang berada di sana kemudian menganggukkan kepalanya, "aku setuju dengan Ratu, kita tidak bisa memulai rencananya jika ada orang yang mengetahuinya, oleh sebab itu kita harus menghancurkan semua orang yang mengetahui hal ini.
"Lagi pula, saat ini sudah tidak ada lagi informasi dari guru besar Beloma yang menangani 100 prajurit yang akan menyerang dari pegunungan." Ucap perempuan itu membuat semua orang menganggukkan kepalanya dan mereka jelas mengerti tentang kekacauan yang akan terjadi jika mereka terburu-buru menjalankan rencana mereka.
"Kalau begitu, kita harus menghancurkan semua orang di sekolah petarung kota Padang Selatan dan semua orang-orang di sekitarnya supaya--"
"Tidak!" Sela Ratu, "kita tidak bisa melakukan itu, karena raja mengawasi tempat itu, dan kalian harus tahu bahwa pangeran ke-9 ialah pemilik sekolah petarung kota Padang Selatan." Ucap Ratu mengejutkan semua orang.
Tak ada yang tahu bahwa ternyata pangeran ke-9 yang telah diasingkan malah berubah menjadi seseorang yang mendirikan sekolah petarung kota Padang Selatan.
"Itu,, selir Anania diketahui di bawah ke pegunungan itu juga, dan salah satu pria percobaan pertama kita juga dibawa ke sekitar tempat itu, maka jangan-jangan dalang di balik semua ini adalah pangeran ke-9." Ucap salah seorang yang ada di sana.
"Aku rasa itu yang terbaik, kalau begitu aku akan biarkan seseorang untuk pergi ke sana," ucap salah seorang diantara mereka lalu pembicaraan itu selesai dan satu persatu dari mereka kemudian pergi.
Sementara orang yang mengaku untuk mengirim seseorang ke sekolah petarung kota Padang Selatan untuk melakukan penyelidikan, dia langsung pergi menemui seseorang di sebuah tempat yang tak jauh dari restoran itu.
Setelah menyerahkan setumpuk uang, maka dia meninggalkan pria bernama Amaratus.
Amamatus kemudian menyimpan uang yang ia terima dan pria itu segera menyiapkan semua perlengkapannya untuk ia gunakan Di keesokan harinya.
"Untuk berjaga-jaga, kau harus membawa ini," ucap seorang pria yang menyerahkan sebuah botol berisi cairan pada Amaratus.
"Apa manfaat dari benda ini?" Tanya Amaratus memperhatikan botol di tangannya.
"Pria tadi menyuruhmu untuk menyelidiki sekolah petarung kota Padang Selatan dan mencari tahu tentang guru besar Beloma. Apakah kau tidak tahu bahwa semua barang yang kita kirim ke sekolah kota Padang Selatan itu berisi racun? Mereka bermain racun, jadi kau harus membawa itu untuk berjaga-jaga kalau nanti kau dijebak oleh seseorang menggunakan racun." Ucap pria yang berada di depan Amaratus hingga Amaratus kemudian menyimpan benda itu ke dalam sakunya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️