
Berkuda selama 4 hari penuh, Adelia akhirnya tiba di salah satu desa yang berada di luar ibukota, dan semua orang terkejut melihat kepala yang dibawa oleh Adelia sebab kepala itu tidak dibungkus dan sekarang mulai mengeluarkan aroma busuk.
Bahkan, ulat-ulat yang ada di sana sudah mulai menghidupi kepala tersebut sehingga tidak terlihat lagi bahwa kepala itu ialah milik seorang jenderal yang telah dikalahkan di perbatasan benua Padang Utara dan Benua Padang Barat.
Tak ada juga yang mengenali Adelia sehingga mereka berpikir bahwa Adelia adalah seorang gadis yang entah berasal dari mana yang melakukan hal gila.
Adelia melewati sebuah kedai makanan yang merupakan tempat favoritnya dulu ketika dia menjadi jenderal benua Padang Utara, sehingga perempuan itu kemudian menghentikan laju kudanya dan memberikannya pada seseorang untuk dijaga.
"Jaga kudaku," ucap Adelia.
Sang pria yang selalu memberikan jasa untuk menjaga kuda langsung merasa ngeri melihat benda yang tergantung di punggung kuda tersebut sehingga dia tanpa ketakutan, "Itu--"
"Jaga saja dia dan jangan menyentuh apa yang ada padanya kecuali memberinya makan dan minum," ucap Adelia sembari mengeluarkan sekantong uang dari dalam sakunya dan memberikannya pada pria tersebut.
Setelah itu, Adelia memasuki kedai makanan yang menjadi tempat favoritnya lalu melihat bahwa kedai itu sangat sepi.
"Aku pesan makanan nomor satu!" Ucap Adelia sembari duduk di salah satu dengan matanya yang memperhatikan seluruh tempat itu.
Seorang pemilik kedai langsung menghampiri Adelia, "Maaf sekali Nona, tetapi makanan nomor satu yang ada di sini sudah dihapuskan dan tidak lagi dijual," ucap pemilik kedai itu benar-benar membuat Adelia mengerutkan keningnya.
Karena makanan nomor satu yang ada di tempat itu ialah makanan yang paling banyak diburu oleh orang-orang karena memiliki legenda bahwa jenderal terbaik benua Padang Utara men favoritkan makanan itu.
Oleh sebab itu, Adelia menatap pemilik kedai dengan wajah herannya, "Kenapa makanannya dihilangkan?" Tanya Adelia.
"Ha ha ha...!! Kembalikan makanan itu karena jenderal yang kau maksud itu telah kubunuh dan kepalanya sekarang akan kubawa ke gerbang ibukota untuk menjadi makanan anjing-anjing liar yang ada di sana." Ucap Adelia membuat sang pemilik kedai mengerutkan ke minyak dan dia sama sekali tidak mengerti.
Tetapi Adelia tidak mengatakan apapun pada pemilik kedai itu dan dia hanya berdiri meninggalkan kedai tersebut lalu dia lanjut pergi ke ibukota benua Padang barat dan sampai di gerbang ibukota.
Perempuan itu kemudian turun dari kudanya lalu dia kemudian mengambil kepala jenderal Demian yang tergantung di belakang kudanya lalu melemparkannya di tepi jalan.
"Sumpahku sudah aku wujudkan, jadi hari ini aku dan Benua Padang Utara tidak akan pernah memiliki hubungan apapun lagi!!" Ucap Adelia memandangi kepala yang tergeletak itu lalu dia kembali naik ke kudanya dan memacu kudanya meninggalkan benua Padang Utara.
Sementara itu di tempat lain, Desmond baru saja menemukan sebuah tulang belulang yang mana di salah satu tulang tersebut melingkar sebuah cincin yang merupakan cincin pewaris tahta kerajaan Selatan.
"Ini adalah cincin yang selalu dikenakan oleh raja, kalau begitu tulang belulang ini adalah milik raja," ucap seorang pria yang bersama dengan Desmond.
Desmond tetap tenang dan tidak mengatakan apapun, tetapi pria itu kemudian mengulurkan tangannya mengambil cincin tersebut dan melihatnya dengan seksama.
"Ini memang cincin ayahku, kalau begitu bereskan tulang belulang ini dan kuburkan dia di pemakaman istana," ucap Desmond sembari memperhatikan tulang belulang yang dibungkus dengan kain berwarna putih yang menandakan bahwa saat peperangan terjadi, Raja tidak sempat memakai pakaian kerajaannya untuk meninggalkan istana.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️