
"Membantuku?" Tanya Pria bertopeng melihat perempuan di depannya yang tampak begitu menawan di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya remang-remang.
"Ya,, aku juga adalah orang yang diculik di sini dan tuan besar pemilik tempat ini hendak menjadikanku istrinya dalam 4 tahun kedepan." Ucap Adelia.
Pria bertopeng mengerutkan keningnya menatap gadis cantik di depannya, 'sayang sekali Jika gadis cantik dia berakhir menjadi istri pria tua itu. Tapi akan merepotkan membawanya keluar dari sini, sebab Dia adalah perempuan yang bertubuh lemah.' Pikir pria bertopeng dalam hatinya sembari meneguk minuman yang dibuatkan oleh Adelia.
Adelia bisa membaca pikiran pria di depannya, karena dia juga pernah mengalami hal tersebut.
Hendak menolong seseorang tetapi terlalu berpikir untuk menolong orang itu karena nantinya pasti akan merepotkan.
Jadi Adelia tersenyum menatap pria bertopeng itu sembari berkata, "Kau boleh menginap di sini selama 2 hari dan saat itu kita sudah siap untuk meninggalkan tempat ini."
Ucapan Adelia yang penuh percaya diri langsung membuat pria bertopeng tersenyum miring menatap perempuan di depannya.
Apa bedanya dua hari lagi dan hari ini, tetapi pria bertopeng itu menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuannya membuat Adelia sangat puas.
'Aku yakin kau masih telah meminum ramuan dari pria itu selama 2 hari lagi maka aku sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk meninggalkan tempat ini.' pikir Adelia dalam hati lalu dia kemudian berkata, "Kalau begitu kau sebaiknya bersembunyi di kamarku saja supaya para pelayan yang ada di sini tidak menyadari kehadiranmu."
Pria bertopeng tersenyum miring lalu dia mendekati Adelia sembari menahan dagu gadis itu, "kau yakin mau menyembunyikan seorang pria di dalam kamarmu? Apakah kau tidak takut aku mungkin akan membunuh saat kau sedang terlelap dalam tidurmu?" Tanya pria bertopeng itu sembari mengamati Adelia yang tampak sangat tenang.
Adelia mengukir senyum tipis di bibirnya sembari membalas tatapan pria di depannya, lalu kemudian dia menggerakkan bibirnya, "aku percaya orang sepertimu tidak akan melakukannya. Lagi pula, kalau kau melakukan hal itu, maka aku yakin kau tidak akan bisa meninggalkan tempat ini hidup-hidup." Ucap Adelia dengan penuh percaya diri.
Sang pria langsung melepaskan dagu Adelia lalu dia duduk dengan tenang sembari menatap Adelia yang juga dengan tenang menikmati minumannya sendiri.
Setelah beberapa lama terus duduk diam dalam keheningan, akhirnya Adelia berdiri dan menatap pria bertopeng sembari berkata, "ikuti aku."
Setelah berbicara, Adelia kemudian melangkah menuju kamarnya dengan pria bertopeng yang terus mengikutinya.
Begitu tiba di kamar, Adelia langsung menutup pintu lalu perempuan itu memeriksa lemarinya.
"Aku tidak punya pakaian yang cocok untuk kau kenakan, jadi aku hanya bisa memberimu ini," kata Adelia selimut dan juga bantal dari lemari lalu memberikannya pada pria bertopeng.
"Kau tidak bisa tidur di tempat tidurku tapi kau bisa di situ," ucap Adelia menunjuk sebuah kursi panjang yang diletakkan di dalam kamar.
Sang pria mengikuti arah telunjuk Adelia lalu pria itu berjalan ke arah kursi dan duduk di sana sembari merapikan selimut dan bantalnya.
"Baiklah, selamat tidur," ucap pria bertopeng itu menyelimuti tubuhnya sembari memejamkan matanya.
Adelia yang memperhatikan pria bertopeng itu kemudian berkata, "kalau kau tidur menggunakan topengmu maka besok pagi topengmu akan rusak."
Pria bertopeng langsung membungkus dirinya dengan selimut sembari melihat Adelia dan tatapan mereka bertemu selama beberapa detik sebelum Adelia berbalik menuju tempat tidurnya seolah tidak peduli dengan pria itu lagi.
Maka pria itu tersenyum lalu melepaskan topengnya dan meletakkannya di ranjang sembari berbalik memunggungi Adelia untuk masuk ke dalam mimpinya.