Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
252


Setelah cukup lama berada di dalam ruangan itu, Adelia merasa bahwa ruangan itu hanya tempat untuk bersemedi saja yang mungkin dibuat dua jalan rahasia untuk mengelabui seseorang ketika pewaris tahta ingin melakukan sesuatu tanpa diketahui oleh orang lain.


Oleh sebab itu, Adelia kemudian keluar dari ruangan itu, tetapi ketika dia berusaha membuka pintu untuk kembali ke jalan yang ia lalui masukin tempat itu, dia kebingungan sebab pintunya tak bisa terbuka.


"Ada apa ini?" Ucap Adelia dalam hati berusaha terus membuka pintu itu, tetapi ternyata pintu itu tetap tidak bisa terbuka hingga membuat Adelia semakin kebingungan.


Dan, ketika dia menjauh dari pintu untuk mencari jalan lain meninggalkan tempat itu, dia terkejut ketika pintu itu malah tiba-tiba saja berubah menjadi sebuah batu ukir yang berisi tulisan kuno.


Lebih anehnya, Adelia sangat terkejut ketika dirinya bisa memahami arti tulisan kuno itu sementara dia pun tidak pernah belajar tentang bahasa kuno.


Tetapi Adelia mengabaikan masalah tersebut dan dia hanya membaca apa yang tertulis di sana.


"Jalan untuk menghancurkan iblis ialah dengan hati yang tulus dan hati yang besar untuk melindungi dunia." Ucap Adelia membaca tulisan itu hingga membuat Adelia kebingungan.


"Kenapa tempat ini mengatakan bahwa jalan untuk menghancurkan iblis ialah hati yang tulus dan hati yang besar untuk melindungi dunia? Padahal, para pendeta yang ada di kuil mengatakan bahwa untuk menghancurkan iblis maka membutuhkan tiga benda yang digunakan untuk membuat formasi." Ucap Adelia yang merasa bingung, tetapi ketika dia sementara memikirkan masalah itu tiba-tiba saja tulisan pada batu ukir yang ada di depannya kembali lagi berubah.


"Iblis tidak dapat menghancurkan hati yang tulus dan hati yang besar, kekuatan itu bahkan tidak bisa dihancurkan juga oleh apapun yang ada di dunia ini dan yang ada di dunia lain!" Ucap Adelia membaca tulisan itu dan dia masih agak kebingungan dengan tulisan itu.


Tetapi ketika dia masih bertanya-tanya, tiba-tiba batu itu kembali lagi berubah menjadi pintu jadi Adelia membuka pintu itu dan melihat bahwa dia diantar keluar dari tempat itu melalui sebuah ruangan gelap yang diterangi oleh api berwarna merah di sisi kiri dan kanannya.


'Ini,,,' Adelia sangat terkejut melihat hal tersebut bahwa ternyata formasi yang dibicarakan pendeta hanya formasi untuk menyegel iblis tetapi harus sesungguhnya untuk mengalahkan iblis itu iyalah perasaan dan tekad yang besar dari orang-orang yang membuat formasinya.


Lalu setelah itu, Adelia diperlihatkan sesuatu yang lain lagi bagaimana seseorang tanpa menggunakan formasi bisa membasmi iblis dan Adelia terkejut ketika dia melihat tanda pengenal orang itu yang ternyata adalah Ayah dari Adelia sendiri.


'Jadi, tentang iblis yang tak pernah muncul di benua Padang Barat sesungguhnya adalah rumor yang salah? Atau kah ayah pemilik tubuh ini sebenarnya pergi ke benua Padang Selatan untuk membantu benua Padang Selatan membasmi iblis?' ucap Adelia dalam hati yang terkejut melihat sesuatu yang dipertontonkan padanya.


Perempuan itu terus bertanya-tanya dalam hatinya sampai ia merasakan kegelapan tiba-tiba melingkupinya hingga dia merasa keseimbangannya tidak terjaga lagi lalu perempuan itu merasakan tubuhnya terjatuh ke lantai.


Buk!!!


Adelia merasakan tubuhnya membentur sebuah dinding yang keras lalu perempuan itu kemudian kehilangan kesadarannya dan dia benar-benar terlelap dalam tidurnya.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️