Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
257


Seruan dari Semua pejabat dan rakyat agar Raja benar-benar membuktikan bahwa dia adalah pewaris tahta terus berlanjut hingga membuat raja yang berdiri menatap Semua orang menjadi sangat marah dalam hatinya.


Lalu pria itu kemudian melihat ke arah tangan kanannya sambil berkata, "umumkan bahwa aku akan membuat api merah."


Sang tangan kanan Raja yang mendengar ucapan sang raja benar-benar terkejut karena tak menyangka bahwa Raja akan berkata seperti itu, padahal tidak ada satupun orang yang bisa membuat api merah selain dari pewaris tahta yang asli.


Tetapi ketika dia memperlihatkan wajah bingungnya pada raja, maka Raja memberinya kode agar pria itu segera melakukannya hingga sang tangan kanan Raja kemudian berjalan ke arah depan lalu dia melihat semua orang.


"Kalian semua adalah orang-orang yang mudah terhasut akan kalian juga berpikir bahwa Raja yang sekarang memerintah adalah raja yang tidak dipilih oleh Dewi matahari. Oleh karena itu hari ini Raja akan membuktikan bagaimana dia memang merupakan pilihan Dewi matahari dan akan membuat api merah di hadapan kalian semua. Tetapi setelah ini, semua pejabat yang melakukan pemberontakan akan dipenggal kepalanya bersama dengan keluarganya yang ada di benua Padang Barat!!!" Tegas pria itu langsung membuat suasana yang tadi penuh keributan kini berubah, semua orang kini terdiam di tempatnya.


Bahkan para pejabat saling berpandangan satu sama lain karena tentunya mereka takut jika semua keluarga mereka harus di penggal kepalanya jika raja benar-benar bisa membuat api merah.


Seorang pejabat yang ada di tengah-tengah pejabat yang bersujud itu kemudian berbicara dengan suara yang pelan, "kalian jangan gentar, dia hanya menakut-nakuti kita saja!!!"


Pejabat yang mendengarkan ucapan pria itu berusaha mengganggukan kepala mereka dan berusaha bersikap tenang hingga membuat sang tangan kanan Raja semakin ketakutan.


Dia sangat takut jika saja raja yang saat ini ia layani benar-benar tidak bisa membuat api merah, atau setidaknya bisa membuat api merah palsu yang bisa mengelabui semua orang yang ada di sini.


Tetapi kemudian, dia langsung mundur ketika Raja berjalan ke depan dan menatap semua orang sambil berkata, "Aku berusaha membuat api merah di semua tungku yang ada di ibukota ini supaya melindungi kita dari iblis yang akan datang menyerang kita semua.


"Tetapi kalian sama sekali tidak menghargai apa yang kau lakukan dan membuat aku harus melakukan ini di hadapan kalian semua. Kalian para pejabat yang melakukan pemberontakan, segera setelah ini kalian semua akan dipenggal kepala kalian bersama-sama dengan anggota keluarga kalian!!!" Ucap Raja dengan tegas lalu pria itu kemudian mengangkat tangannya dan mengumpulkan sebuah kekuatan di tangannya.


Setelah cukup memfokuskan kekuatannya, maka Raja kemudian mengulurkan tangannya ke arah tungku dan segera sebuah api merah palsu menyala di tungku itu hingga membuat semua orang terkejut dan para pejabat yang ada di sana kini berkeringat dingin, karena tentunya nyawa keluarga mereka sedang dipertaruhkan.


Adelia yang melihat itu pun sangat terkejut, tetapi ketika dia memperhatikan api merah itu, bahwasanya terdapat sedikit perbedaan dari api merah palsu itu dengan api merah yang asli.


Ujung api merah palsu itu berwarna kuning keemasan tetapi api merah yang asli dari pangkal sampai ujungnya tidak memiliki warna lain selain warna merah.


"Api merah ini telah kusempurnakan menggunakan kekuatanku, maka di atasnya terdapat kilatan berwarna kuning, tetapi api merah ini tak pernah ku sebarkan keluar karena api merah yang telah kusempurnakan ini hanya bisa dinyalakan di depan patung dewi matahari.


"Tetapi karena kalian semua memaksaku, maka Hari ini aku memperlihatkan api merah yang telah disempurnakan ini untuk kalian semua dan para pejabat yang ada di sini!!!" Ucap sang raja sambil menggerakkan giginya lalu dia kemudian memberi kode pada bawahannya agar cepat-cepat membawa api merah itu ke dalam karena waktu menyalanya hanya tinggal 4 menit lagi.


Sang tangan kanan kemudian dengan hati yang penuh gembira dan semangat yang meluap-luap langsung berjalan menghampiri api merah itu untuk membawanya ke dalam, tetapi Adelia yang ada di sana kemudian berkata, "Kenapa terburu-buru membawa api merahnya?"


Ucapan perempuan itu langsung menghentikan langkah sang tangan kanan raja dan membuat Raja pun menatap ke arah Adelia.


"Lancang!!!!" Teriak sang tangan kanan raja sembari melototi Adelia sebab kemarahan pria itu terhadap Adelia.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️