
Adelia berbalik membelakangi binatang buas itu membuat semua orang yang ada di sana begitu teekejut.
Bahkan, ke-3 murid tingkat 3 yang melihat itu hanya bisa melototkan mata mereka lalu mereka berbalik berlari karena tidak mau menjadi santapan binatang buas itu.
"Sial!! Aku pikir dia akan menghadapinya, tetapi dia malah berbalik membelakangi binatang buas itu!!! Ayo cepat cari perlindungan!!!" Ucap salah seorang diantara mereka yang merasa sangat ketakutan melihat binatang-binatang buas itu.
Tetapi, mereka baru berlari jauh ketika kelima binatang buas itu tiba-tiba terlempar ke depan mereka dan mendahului mereka yang sedang berlari.
"Aahhh!!"
"Apa yang terjadi?!!"
"Mengapa binatang-binatang itu malah ada di depan kita?" Semua murid tingkat 3 langsung terbit-birit kembali berlari ke arah berlawanan menghampiri Adelia yang tampak tenang.
"Semua binatang buas itu telah mati," ucap Ozon saat ia melihat inti roh hewan buas itu sudah melayang di udara.
Ketiga murid tingkat 3 yang melihat itu, mereka menghentikan langkah mereka dan berbalik melihat semua binatang buas itu benar-benar telah mati.
"Astaga,,, mati!!"
"Bagaimana bisa begitu?"
"Apakah Adelia yang membunuhnya?" Masing-masing murid tingkat 3 berbicara dalam rasa tak percaya mereka.
Ozon pun juga tidak mengerti Bagaimana Adelia membunuh semua binatang buas itu, padahal Adelia hanya membelakangi binatang buas yang berlari ke arah mereka lalu tiba-tiba saja binatang buas itu terlempar ke depan Adelia dan mati secara mengenaskan.
Tetapi, Ozon tidak mempertanyakannya dan dia hanya berjalan mengikuti Adelia yang akhirnya pergi mengambil seluruh inti roh hewan-hewan buas itu lalu mereka melanjutkan perjalanan.
Tiga murid tingkat 3 juga sudah berpisah dengan Adelia karena mereka tentunya tidak akan mendapat apa-apa jika mereka terus pergi bersama Ketiga orang itu.
"Astaga,,, Apakah ini tempat yang abadi?" Ucap perempuan itu melihat sekitarnya sembari Ozon menurunkan perempuan itu dari gendongannya.
"Jangan berpikir macam-macam,kita ini masih hidup!!! Dan lagi, lihat tanganku ini sudah kesemutan karena menggendong mu sejak tadi!!!" Ucap Ozon menggerutui perempuan yang kini tercengang di tempatnya.
"Itu,, di mana ular yang tadi? Dan kenapa Adelia masih di sini? Bukankah dia sudah ditelan oleh ular itu?" Ucap Karina yang benar-benar bingung.
"Jangan berisik," tiba-tiba ucap Adelia ketika dia menyadari tak jauh dari mereka ada pergerakan yang sangat pelan namun tegas.
Meski dia tidak bisa merasakannya, namun dia yakin bahwa itu adalah orang-orang yang menggunakan kekuatan dalam mereka menyembunyikan diri mereka.
Tapi sayangnya, pergerakan mereka masih bisa diketahui oleh Adelia, jadi dia langsung menyeret dua orang yang bersamanya untuk bersembunyi di sebuah pohon besar.
Perempuan itu lalu menggunakan kekuatan dalamnya untuk melindungi mereka bertiga agar tak terdeteksi oleh orang-orang yang ada di dekat mereka.
Dan setelah beberapa saat, dilihatnya beberapa orang memang berjalan ke arah mereka.
Karina yang mengetahui segala sesuatu di sekolah langsung berkata,"Mereka adalah murid tingkat 9, mereka adalah yang paling sombong di antara semua murid tingkat 9. Katanya setiap kali ada perburuan seperti ini, mereka selalu merampas inti roh milik tim-tim lainnya."
"Hei bukankah kau tadi bilang di sini ada orang yang membawa banyak intiroh? Di mana mereka? Aku tidak melihat ada satupun orang di sini!!" Salah satu diantara Ketiga orang itu menggerutu sembari melayangkan pandangannya ke segala tempat.
"Aku benar-benar yakin aku merasakan pergerakan mereka dan mereka juga berbicara tadi. Ayo kita periksa lagi, mereka pasti belum jauh dari tempat ini." Jawab yang lainnya lalu ketika orang itu mulai berpencar untuk mencari.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.