Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
279


"Yang mulia," ucap sang jenderal yang tadi memimpin tim yang berpisah dengan Adelia ketika dia melihat Adelia sudah mendatangi mereka.


"Ada berapa banyak rakit yang tersedia di sini" tanya Adelia.


"Sebanyak 5 rakit, tetapi rakit-rakit itu tidak akan cukup untuk membawa kita ke seberang." Ucap salam jenderal yang jelas tahu bahwa mereka berjumlah 500 lebih sementara hanya ada 5 rakit, maka perlu banyak waktu sampai semua orang tiba ke seberang.


@@@


"Jangan khawatir, di seberang masih ada banyak rakit jadi setelah beberapa orang pergi ke sana maka orang lain akan datang kemari untuk membawa rakit supaya kita bisa berangkat cepat-cepat," ucap Adelia mengejutkan orang yang ada di sana karena Adelia mengetahui banyak hal yang tidak mereka ketahui di tempat itu.


Padahal, mereka cukup lama berada di tempat itu melakukan peperangan tetapi Adelia yang baru saja tiba benar-benar mengetahui seluk beluk tempat tersebut.


Maka setelah semua orang kemudian menyeberang, Mereka melihat di bagian ujung dari danau tersebut ada tenda yang didirikan sehingga mereka Langsung mengetahui target mereka.


'Mungkin inilah saatnya aku membalaskan dendam pada Demian Paramoy.' ucap Adelia dalam hati yang benar kembali lagi mengingat masa ketika dia dibunuh oleh kakaknya sendiri sehingga dia akhirnya meninggal dan masuk ke tubuh yang ia tempati saat itu.


Maka sambil mengingat itu, Adelia kemudian memberi kode pada semua orang agar mereka bersiap sesuai dengan rencana yang telah mereka susun secara matang-matang, lalu akhirnya mereka cepat-cepat pergi ke sana untuk melakukan penyerangan.


"Hiya!!!"


Prang!


Prang!


Buk!


Buk!


Syusshhh!!!!


Semua orang berbadu kekuatan, dan cahaya berada di mana-mana karena silau dari kekuatan yang terjadi.


Seorang pria yang dikenali oleh Adelia yang berjalan ke arah luar untuk melihat keterangan langsung membuat Adelia menggertakan giginya dan dia kemudian mendekati pria itu dan menyerangnya.


Buk! Buk!


Sang pria menangis serangan Adelia dan pria itu sangat terkejut ketika melihat bahwa ternyata perempuan yang sedang bertarung dengannya ialah perempuan yang masih sangat muda.


"Sialan!!! Benua Padang barat tidak tahu malu mengirim seorang gadis remaja untuk menyerangku!!!" Geram Demian yang benar-benar merasa begitu marah.


Tetapi, Adelia tidak menjawab apapun dan dia hanya terus menyerang pria itu hingga membuat Demian sangat terkejut ketika dia menyadari bahwa gerakan gadis yang menyerangnya sama persis dengan gerakan khas dari adik perempuannya yang dulunya adalah seorang jenderal.


"Hah,, dari mana kau mempelajari gerakan ini?!!" Tanya Demian.


Tetapi Adelia yang mendengarkan ucapan pria itu kemudian tersenyum dingin lalu dia memberikan sebuah serangan besar hingga membuat pria itu tersentak jauh karena kekuatan Adelia yang sangat besar.


"Kekuatanmu belum meningkat sedikitpun, Bahkan aku merasa bahwa karena kesombongan yang ada di dalam tubuhmu semakin membuat kekuatanmu melemah!!!" Ucap Adelia dalam bahasa benua Padang Utara yang lengkap dengan khasnya ketika dia masih berada di tubuh lamanya.


"Kau,, kau,," sang pria tidak mengerti mengapa bisa perempuan di depannya mengetahui bahasa benua Padang Utara, padahal benua Padang Utara dan Benua Padang barat tak pernah bertukar pelajar atau yang lainnya sehingga orang-orang dari benua Padang Barat tidak akan ada yang mengetahui bahasa mereka.


Adelia jelas tahu apa yang dipertanyakan oleh pria itu dalam hatinya. Oleh sebab itu Adelia tersenyum dingin sambil berkata, "Dengarkan aku, ini adalah sumpahku untuk bereinkarnasi dan akan menjadi perempuan muda yang akan memotong kepalamu dan memberikannya pada anjing-anjing terbuang di depan gerbang kota Padang Utara!!!!"


Ucapan Adelia langsung membuat wajah Demian memucat karena dia selalu mengingat kata-kata itu yang terus menghantuinya sepanjang malam yaitu kata-kata yang dikatakan oleh adiknya sendiri kalah dia membunuh adiknya.


"Hari ini, sumpah tersebut akan terwujud dan aku akan memenggal kepalamu di sini lalu membawanya ke gerbang kota Padang Utara dan memberikannya sebagai makan untuk anjing-anjing yang ada di sana!!" Ucap Adelia kemudian mengeluarkan sebuah pedang pemberian Desmond dari cincin ruangnya lalu perempuan itu kemudian menyerang pria di depannya.


Meski Demian berusaha menggunakan kekuatan dalamnya untuk menangkisnya, tetapi tetap saja kekuatan Adelia jauh lebih hebat darinya sehingga membuatnya dengan cepat dikalahkan.


@info


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow otor agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga melihat novel otor yang lain, apa lagi novel tamatnya ya... silakan buka profil otor untuk melihatnya...❤️❤️❤️