Reinkarnasi Jenderal Padang Utara

Reinkarnasi Jenderal Padang Utara
73.


"Ahh,,, kalau kalian berdua sudah seperti itu, maka aku tidak mungkin memaksakan pendapatku. Tapi aku jadi kasihan pada mereka." Ucap Karina dengan wajah yang iba menatap semua murid-murid yang sedang berjuang untuk membunuh para hewan buas.


"Kalau begitu, salahkan mereka karena tidak bila memiliki kemampuan seperti kita." Ucap Ozon langsung melompat ke arah pertarungan ketika dia melihat seekor hewan buas telah tumbang lalu dengan kecepatannya dia berhasil mengambil inti roh hewan buas tersebut.


🐾🐾🐾


Hal itu membuat sebuah tim yang berhasil membunuh hewan buas itu langsung tercengang di tempat mereka saat mereka melihat inti roh hewan buas yang baru saja melayang beberapa detik sebelumnya kini menghilang entah ke mana.


"Kemana perginya inti roh hewan yang baru saja kita bunuh?"


"Bukankah baru berapa detik yang lalu masih di sini? Kenapa tiba-tiba saja bisa menghilang?"


Semua orang menjadi ribut apalagi ketika satu persatu inti roh dari hewan yang mati tiba-tiba saja menghilang dan membuat semua orang tercengang dan terkejut di tempat mereka.


Buk!!!


Bam!!


Tiba-tiba seekor hewan buas yang lebih besar muncul di hadapan mereka, dan semua orang yang baru saja membunuh beberapa hewan buas kecil langsung terkejut.


"Ahh!! Hewan itu sangat besar, kita tidak akan bisa membunuhnya!!!"


"Bagaimana ini??? Inti roh hewan baru saja menghilang satu persatu, dan sekarang muncul lagi masalah satu hewan buas yang paling besar!!!"


Semua orang berkata-kata dengan keterkejutan mereka.


Inti roh hewan yang tiba-tiba saja menghilang, dan seekor hewan buas yang sangat besar tiba-tiba saja muncul.


"Astaga,,, itu hewan buas yang sangat besar. Aku tidak yakin mereka semua bisa menghadapi hewan buas besar itu?" Ucap Karina dengan cemas menatap semua orang-orang yang tampak terkejut sementara mereka bertiga bersembunyi di balik semak-semak untuk melihat pertunjukan di depan mereka.


"Itu bukan hewan buas biasa. Sepertinya dia adalah penguasa hutan ini. Aku bisa melihat tingkat kekuatannya mencapai 80, dan lebih parahnya lagi ada 5 hewan buas yang sama, sepertinya yang sedang menyusul ke tempat ini." Ucap Adelia mengejutkan dua orang yang berada di samping perempuan itu.


"A,, apa?!"


"5 hewan buas dengan tingkat kekuatan 80-an?"


Dua orang itu benar-benar tak percaya, bahwa ketika senior-senior mereka hanya mengganggu hewan buas dengan tingkat kekuatan yang lebih kecil, maka ternyata akan mengundang hewan buas dengan tingkat kekuatan yang lebih besar bahkan dikatakan Adelia sebagai penguasa hutan yang mereka tempati berburu.


"Hm,, tapi apa kalian melihat di puncak kepala hewan buas itu?" Ucap Adelia langsung membuat Ozon dan Karina menata puncak kepala hewan buas yang sedang marah di depan mereka.


"Bunga?" Ucap Karina ketika dia melihat sebuah bunga yang tampak seperti bunga tulip tetapi warna bunga tulip Itu tampak keemasan dengan daun yang kecil melilit di sana.


"Itu bunga yang dicari oleh wakil kepala sekolah." Kata Adelia dengan santai.


"Apa?!!!"


"Bagaimana bisa wakil kepala sekolah menyuruh kita untuk mencari bunga itu? Apakah dia pikir ada murid yang sanggup untuk mengalahkan hewan buas Itu demi mengambil bunga emasnya?" Ucap Ozon sembari menggelengkan kepalanya, merasa begitu kesal dengan wakil kepala sekolah yang memberikan misi terburuk yang pernah ada.


"Ah,, Iya, aku yakin tidak ada satupun orang yang bisa mengambil bunga emas itu. Lalu sekarang, Apa yang akan kita lakukan?" Tanya Karina sembari menatap Adelia.


"Kita harus kabur dari sini, karena jarak kekuatan serangan mereka mencapai 5 km. Apalagi mereka sedang marah, aku yakin 5 km saja tidak akan cukup untuk menghindari hewan buas itu." Ucap Adelia lalu perempuan itu berbalik berlari diikuti oleh dua orang yang juga berlari di belakangnya.


Tidak ada gunanya tinggal di tempat itu atau nyawa mereka akan segera melayang. Atau jika masih baik maka masih bisa menyalakan kembang api dan meninggalkan tempat itu tetapi sudah kehilangan peluang untuk bergabung dengan sekolah petarung kota Padang Selatan.