
Akhirnya, ketiga orang dalam arena bertarung kini sudah siap-siap untuk menyerang, dan dalam satu kali kekuatan Salman lebih dulu membuat naganya berlari sekencang mungkin mendapatkan ancang-ancang, sementara, ular berkepala dua agak terlambat untuk menyerang hingga secara teknis itu akan membuat ular berkepala dua itu sangat mudah dikalahkan.
Tiga orang yang bertaruh untuk Salman langsung bersorak keras ketika melihat bahwa Salman ternyata memang sangat cerdik, mereka semua sudah bersiap untuk melihat kekalahan ular berkepala dua itu.
Bahkan, Karina dan Ozon pun sama-sama begitu takut melihat hal itu, karena tentu saja bahwa saat itu mereka sedang mempertaruhkan cincin ruang milik Adelia.
Ular berkepala dua itu dan naga emas pun kemudian bertemu satu sama lain dan menghempaskan kekuatan yang luar biasa hingga menyebabkan cahaya yang sangat silau untuk murid-murid di tempat itu sebab mereka masih memiliki kekuatan yang rendah.
Sriing!!!
Semua orang membuka mata mereka dan melihat bahwa kekuatan negara emas mendominasi dan terlihat akan menelan kekuatan hitam dari ular berkepala dua.
"Kita menang!!!" Tiga murid yang mempertaruhkan seluruh uang mereka langsung bersorak kegirangan melihat hal tersebut karena sedikit lagi semua ular itu akan tertelan lalu Sang naga akan lanjut menyerang dua orang yang sedang berdiri di hadapan Salman.
"Oh tidak!!! Kedua orang itu akan dikalahkan oleh Salman!!!" Ucap Karina dengan suara yang hampir menangis karena tentu saja dia benar-benar tidak rela membiarkan cincin ruang milik Adelia biar pindah tangan pada murid-murid yang lainnya.
Saat itu, Adelia menyipitkan matanya dan menunggu 2 orang yang ada di hadapan Salman untuk membuat gerakan menggunakan senjata rahasia yang mereka simpan.
Tetapi sepertinya kedua orang itu masih menahannya, jadi Adelia duduk dengan tenang menikmati pertunjukan itu hingga akhirnya naga emas benar-benar menelan ular berkepala dua milik Galim dan Hendri.
Kembali, semua orang bersorak kegirangan melihat pertempuran yang dahsyat itu, dan terlebih ketika naga itu kemudian meluncur untuk melukai dua orang yang telah melepaskan ular berkepala dua.
Hal itu membuat Salman tertawa keras, "ha ha ha... Kekuatan yang kecil seperti itu tidak akan bisa mengalahkan naga emas milikku, maka sekarang rasakan kalian yang akan tertelan naga emas dan kupastikan tulang kalian akan remuk menjadi serpihan debu!!!!" Teriak pria itu menikmati serangan naganya yang kini menuju ke arah Galim dan juga Henry.
Namun tepat ketika naga emas itu akan menelan kedua orang di depan maka saat itu juga Galim dan Henry saling bertatapan.
"Sekarang!!!" Ucap Hendry langsung dianggap oleh sahabatnya lalu mereka berdua melepaskan senjata rahasia mereka ke arah naga.
Syuunnnngg!!!
Syuunnnngg!!!
Dua senjata rahasia itu langsung meluncur seperti anak panah yang sangat cepat karena dilontarkan oleh sebuah busur yang tidak kelihatan.
Sebagai ular yang telah dimodifikasi agar meledak ketika bersentuhan dengan anak panah buatan mereka maka saat naga itu tertusuk oleh panah, maka segera ular di dalam tubuh naga itu pun meledak.
Boooooommmmmm!!!!
Ledakan yang sangat kencang langsung membuat tubuh naga menjadi sirna lalu seekor ular berkepala harimau dengan ukuran yang lebih kecil daripada ular yang berkepala dua tadi kemudian muncul dari balik ledakan naga emas milik Salman.
"Serang!!!"
"Serang!!!"
Teriak Galim dan juga Henry secara bersamaan langsung membuat ular berkepala harimau itu menerkam ke arah Salman membuat Salman begitu terkejut.
Tetapi dengan pengalamannya yang sudah cukup lama bersekolah, maka hanya dengan satu kali gerakan dia membuat perisai untuk melindungi dirinya sendiri.
Hal itu membuat ular tertahan di luar tak bisa menembus perisainya.
Jadi Salman kembali tertawa keras, "ha ha ha... Hanya kekuatan ini saja, tidak akan mampu menembus perisai yang kubuat ini!!!" Ucap Salman sembari menggerakkan satu tangannya mengumpulkan sebuah kekuatan lain untuk menyerang balik.
Namun, belum sempat Iya menyelesaikan pengumpulan kekuatannya karena diperlambat dengan konsentrasinya yang harus terjaga menjaga pelindungnya, maka saat itu juga Galim dan Henry kembali berpandangan.
"Mari selesaikan ini," ucap Galim langsung diangkuti oleh Henry lalu keduanya kembali mengambil senjata rahasia mereka yang kini bukan lagi berbentuk sebuah panah, namun sebuah pedang yang berwarna biru kristal kemudian dipasang di busur mereka yang tidak kelihatan, lalu ditarik dengan kencang untuk dilontarkan ke arah ular berkepala harimau milik mereka.
"Pedang kami ini akan meledakkan harimau bertubuh ular milik kami, setelah itu akan mengakhiri pertandingan ini," ucap Henry dengan rasa percaya dirinya menarik kuat busur miliknya lalu melepaskannya hingga membuat dua pedang terbang melayang ke arah harimau yang sedang berusaha menembus pelindung milik Salman.
Sementara Salman yang melihat itu, dia benar-benar tak percaya, jadi dia menghentikan gerakan pada tangannya yang sedang mengumpulkan kekuatan dan memaksimalkan pelindungnya.
Lebih baik memperkuat perlindungan dulu sebelum akhirnya membuat serangan untuk menyerang balik.
@info.
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya,, bisa liat di profil otor.