Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Rival Love Appears


Dikatakan, wanita suka dengan kehebatan pria di tempat tidur. Itulah yang Tianlong Heyu dengarkan dari Mo Huazhu. Oleh karena itu, Tianlong Heyu mencoba untuk menyenangkan Chen Sisi dengan dirinya sendiri.


Jika gadis itu puas, tidak akan ada yang namanya berpaling ke pelukan pria lain.


Setelah mengoleskan salep dingin, Tianlong Heyu berbaring di sampingnya, menopang kepala dan memainkan rambut Chen Sisi.


"Si'er, ketika usiamu lima belas tahun, Raja ini akan menikahimu ke pintu dengan benar."


"Lalu bagaimana dengan keluarga Chen?" tanya Chen Sisi tidak ingin mengabaikan masalah ini.


"Jangan khawatir, orangtuamu jelas tidak ingin membuatmu berada dalam bahaya. Tunggu sampai masalah Ibu Suri Meng teratasi, kamu bisa mendapatkan kembali identitasmu sengaja nona muda keluarga Chen," jelasnya.


"Oh, iya. Omong-omong, putra mahkota kebal terhadap wabah mayat hidup. Aku masih penasaran, bagaimana bisa dia menjadi seperti itu. Sudahkah kamu mencari tahu?"


Tianlong Heyu mengerutkan kening. "Masalah ini agak rumit. Jika ingin tahu, harus memulainya dari Ibu Suri Meng lebih dulu. Masalah ini tidak terburu-buru."


Pria itu memeluknya. "Tidurlah sebentar lagi."


Pada akhirnya, Chen Sisi baru bangun tengah sebelum waktu malam siang. Perutnya sudah protes minta makan. Pria di sampingnya sudus tidak ada. Chen Sisi bangun dan mengambil air spiritual dari ruang gelang giok putih.


Pada saat ini, Baiyue masuk melalui jendela. "Tuan, kamu benar-benar luar biasa semalam. Mampu membuat pria itu menyalakan api lagi dan lagi, sungguh pencapaian luar biasa."


Wajah Chen Sisi langsung hitam. Bisakah kucing itu bicara tidak langsung berterus terang? Siapa yang merasa luar biasa? Ia hanya menyesalinya.


"Jadi, di mana kamu semalam?" tanyanya.


"Uh ... Tentu saja aku pergi untuk jalan-jalan. Aku tidak malas. Aku pergi ke istana dingin tempat wanita tua itu tinggal. Coba tebak, apa yang kudengar. Kamu pasti akan berterima kasih padaku," jawabnya.


"Kamu pergi ke tempat Ibu Suri Meng tinggal? Tidakkah kamu ketahuan?"


"Tentu saja tidak. Aku ini kucing spiritual penjaga ruang gelang giok putih. Bagaimana mungkin ketahuan?" Baiyue sangat bangga.


"Baiklah, apa yang kamu dengar malam tadi."


Baiyue menceritakan awal mula datang hingga mendengarkan percakapan Ibu Suri Meng dengan seorang pria berjubah hitam yang tidak diketahui..


Pria berjubah hitam itu setidaknya cukup tua ketika Baiyue mengenali suaranya. Ditambah, Baiyue terkejut karena ternyata, gelombang mayat hidup yang selama ini menyerang dan bersembunyi di kegelapan—dikendalikan pria berjubah hitam.


"Ibu Suri Meng memiliki hubungan dengan pria itu. Mungkinkah dia juga berpartisipasi dalam penyebaran wabah mayat hidup?" Chen Sisi berpikir keras.


Baiyue mengeong rendah dan menggelengkan kepala. "Harusnya tidak bukan? Lagi pula, di adalah ibu suri. Pangeran keenam akan menjadi kaisar di masa depan. Tidak mungkin bagi wanita tua itu untuk menghabisi rakyatnya sendiri ketika kaisar baru naik takhta. Dia tidak gila untuk menjadikan mayat hidup sebagai rakyat nya bukan?"


Baiyue percaya diri saat ini mengatakan ini. Lagi pula di kehidupan sebelumnya, Tianlong Zhaobin memang menjadi kaisar baru setelah Kaisar Tian jatuh sakit akibat tertular wabah mayat hidup.


Namun pada saat itu juga, negara sedang tidak tenang. Serangan mayat hidup ada di mana-mana. Tianlong Heyu pergi turun tangan menyelediki masalah. Meski berhasil menekan gelombang mayat hidup, Tianlong Heyu masih terlambat untuk menyelamatkan Chen Sisi yang berada dalam bahaya.


Pada akhirnya, pria itu juga gugur dalam tugasnya di saat racun bunga busuk pecah tanpa alasan.


Sayangnya Baiyue tidak tahu apa yang terjadi setelah keduanya meninggal. Dia hanya langsung dikirim oleh dewa untuk memulihkan nasib negara.


Baiyue berpikir, kemungkinan besar Negara Tiankong di kehidupan sebelumnya tidak makmur bukan? Atau mungkin hancur karena serangan mayat hidup. Lagi pula, hanya Tianlong Heyu yang mampu bertahan hingga akhir di saat para pangeran lain—termasuk Tianlong Kaiyun gugur lebih awal.


"Lalu, apa lagi yang kamu dengar semalam? Apakah hanya tentang pria berjubah hitam itu saja?"


"Tentu tidak. Ini lebih serius lagi. Wanita tua itu tahu kamu dan Tianlong Heyu akan bertunangan. Ia langsung mengirim pesan pada keluarga Yin, meminta salah satu putri mereka untuk menjadi selir priamu," jelasnya.


"Keluarga Yin? Yang mana?" Chen Sisi tidak tahu tentang ini.


"Ini salah satu keluarga bangsawan yang tidak mencolok. Mereka punya beberapa anak selir. Salah satunya Yin Shuang, putri tertua yang sebelumnya dikabarkan sakit dan jarang sekali keluar rumah."


"Yin Shuang?" Chen Sisi sama sekali tidak tahu tentang gadis ini.


"Kamu memang tidak akan tahu. Yin Shuang ini belum pernah keluar rumah semenjak kamu berada di ibu kota. Tapi tiba-tiba wanita tua itu meminta Yin Shuang untuk muncul dan menjadi selir Tianlong Heyu. Bukankah aneh?"


Baiyue tidak tahu tentang gadis ini. Tidak pernah muncul di kehidupan sebelumnya. Mungkin muncul tapi setelah Chen Sisi dan Tianlong Heyu meninggal.


Siapa yang tahu ....


Oleh karena itu, Baiyue juga tidak berani untuk menebak lebih jauh.


Tak lama, ketukan di pintu kamar terdengar. Chen sisi baru ingat jika dia masih berada di kamar Tianlong Heyu.


Saat pelayan membawa nampan berisi sarapan serta makan siang, Chen Sisi menanyakan kebersihan Tianlong Heyu. Pria itu ternyata sudah pergi ke istana lagi untuk membahas tentang pertunangan.


"Putri, mungkin pangeran akan terlambat pulang hari ini. Kereta pangeran tidak sengaja menabrak kereta milik nona tertua dari keluarga Yin saat menuju istana," lapor pelayan itu dengan ekspresi gosip.


Kebetulan Chen Sisi baru saja membahas tentang gadis itu sebelumnya. Kini mendengar namanya lagi dari pelayan, terkejut.


"Hanya menabrak kereta, kenapa pulang terlambat?"


"Ini ..." Pelayan itu bicara dengan nada pelan. "Sebenarnya tuan muda Mo tidak sengaja memeluk nona Yin. Nona Yin dalam kesehatan yang kurang baik sejak beberapa tahun terakhir dan jarang keluar rumah untuk jalan-jalan. Nona Yin merasa pusing dan hampir jatuh ke arah pangeran. Tapi pangeran telanjur melangkah masuk kereta. Jadi tuan muda Mo yang menahannya," tuturnya panjang lebar.


Chen Sisi mendengar gosip seperti ini, agak kurang percaya. Yin Shuang ini akan menjadi saingan cintanya di masa depan. Tapi sudah sial di hari pertama keluar. Apakah Tianlong Heyu terlalu beruntung atau hanya Mo Huazhu yang sial?


Mo Huazhu sebelumnya terkena skandal sebagai pria yang tak bertanggung jawab terhadap wanita. Sekarang dia terkena sial lagi, memeluk Yin Shuang dan dianggap orang-orang sengaja ingin memetik bunga.


Lagi pula, Yin Shuang juga gadis lembut yang cantik.


Chen Sisi sudah menebak jika Yin Shuang sengaja ingin jatuh ke pelukan Tianlong Heyu. Bertujuan untuk merayunya. Tapi gagal dan justru terkena sial.


Heh! Ibu Suri Meng memang ingin menghalangi kebahagiaannya di mana-mana. Hanya karena menganggap dia akan menghalangi jalannya.