Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Take Over Completely


Jiwa Chen Sisi yang asli tampaknya tersenyum hangat padanya, sama sekali tidak marah ketika mengambil alih tubuhnya. Dia mengangguk pada Chen Sisi.


"Terima kasih karena sudah mau mengambil alih tubuhku. Aku tahu kamu tulus tapi masih ragu-ragu. Percayalah, tubuhku adalah milikmu sepenuhnya dan aku tidak akan lagi mengganggu pikiranmu. Aku hanya ingin kamu memenuhi satu keinginanku, tolong jaga kakek dengan baik," jelas jiwa Chen Sisi dengan suara yang hangat dan manis.


"Lalu bagaimana denganmu?" Chen Sisi sedikit tidak nyaman.


"Aku dan kamu adalah satu dan kita berasal dari keturunan darah yang sama. Tentu saja aku akan menyatu dengan jiwamu. Lagi pula, aku baru mengetahui jika aku hanyalah potongan jiwa yang tidak lengkap. Ketika belajar seni bela diri dan obat-obatan, rasanya ada yang hilang dari tubuhku. Tapi kali ini kita bersatu, jiwa dan tubuh akan lengkap seutuhnya ...."


Jiwa Chen Sisi mulai memudar dan berubah menjadi serpihan cahaya putih.


"Kita berdua adalah Chen Sisi yang sama tapi zaman yang berbeda. Mulai hari ini, aku serahkan semua kemampuanku padamu. Ayo, berjuang!"


Kemudian serpihan cahaya itu perlahan menuju ke arah Chen Sisi dan menyatu dengan tubuhnya.


Chen Sisi merasa pusing lagi tapi kali ini tubunya menjadi lebih relaks dan penuh energi. Beberapa ingatan tambahan tampaknya telah memenuhi pikirannya. Dalam sekejap, dia merasa tubuhnya adalah miliknya sendiri.


"Aku adalah diriku sendiri. Ini tubuhku sendiri," gumamnya.


Chen Sisi tiba-tiba saja membuka matanya dan kini ia kembali melihat pemandangan malam bersalju di sisi pegunungan.


Raja serigala zombie yang hendak membunuh Chen Sisi merasakan ada perubahan aneh pada gadis itu. Dan Chen Sisi yang awalnya ragu-ragu akhirnya menggerakkan pedangnya dengan mantap dan seketika, leher raja serigsla itu terpotong.


Ada cahaya penuh tekad di mata gadis itu. Tidak lagi terganggu seperti sebelumnya. Bahkan Baiyue yang berkontrak dengan ruang gelang giok putih itu pun sangat terkejut.


Tuannya tampak berbeda. Ini lebih berani dan percaya diri. Sama seperti Chen Sisi yang asli. Mungkinkah tuannya sudah menerima tubuh itu dengan sukarela?


Baiyue mengeong padanya. Dia merasakan aliran etenaga dalam yang besar dari Chen Sisi. Dengan begitu, bukankah akan mudah untuk belajar memasak dengan ramuan kuno itu?


Ya, ini pasti!


Jika Chen Sisi tahu pikirannya, mungkin bulunya akan dicukur besok pagi.


Chen Sisi sedikit terkejut karena dia akan memenggal kepala raja serigala zombie dengan mudah. Serigala zombie yang tersisa pun langsung mundur saat melihat raja mereka telah mati. Mereka melarikan diri dengan panik.


Kali ini Chen Sisi dan Baiyue tidak mengejar kawanan serigala zombie itu.


"Tuan, apakah kamu baik-baik saja?" Kucing putih Persia itu menghampirinya.


"Tidak apa-apa." Chen Sisi melepaskan pedangnya dan memeriksa apakah Baiyue baik-baik saja atau tidak.


"Tuan, aku baik-baik saja. Jangan khawatir." Baiyue seperti menyadari rasa khawatirnya tapi tidak yakin akan sesuatu.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Jika tidak, bagaimana jika kamu menjadi kucing zombie?"


"..." Benar saja, gadis ini sama sekali tidak khawatir jika dia mati.


Setelah memastikan jika Baiyue baik-baik saja, Chen Sisi memeriksa kepala raja serigala zombie. Dia melihat baru spiritual di kepala serigala itu.


"Apakah ini?" tanyanya pada Baiyue.


"Ya, Tuan. Ayo belah dan ambil!" Kucing putih Persia itu sangat senang.


Chen Sisi membelah kepala serigala itu dengan hati-hati dan menggali baru spiritual yang ternyata tertanam agak dalam dari otak. Ia sedikit jijik karena darah hitamnya yang berbau busuk. Namun demi batu spiritual itu, dia bertahan.


"Chen Sisi." Suara Tianlong Heyu dari belakang membuat gadis itu terkejut.


Ketika Chen Sisi menoleh, ia melihat Tianlong Heyu sudah berjalan ke arahnya. Mau tidak mau dia menatap Baiyue. Bukankah kucing itu harusnya tahu jika ada orang lain di sekitarnya?


Tentu saja Baiyue juga mengeluh. Dia juga tidak memperhatikan ini karena fokus melawan serigala zombie sebelumnya. Belum lagi dia melepaskan kewaspadaannya jadi tidak tahu jika Tianlong Heyu menyusul.


Tianlong Heyu sebenarnya sudah memperhatikan pertarungan Chen sisi sebelumnya. Dia sengaja tidak langsung muncul untuk membantu hanya ingin mengetahui sejauh mana gadis itu akan bertahan. Tanpa diduga, Chen sisi akan membunuh serigala besar mutasi yang pertama kali pria itu lihat selama hidupnya.


"Tianlong Heyu? Kenapa kamu di sini?" Chen Sisi sedikit gugup. Apakah pria itu melihat sesuatu saat bertarung dengan para serigala zombie itu?


"Bukankah aku yang harusnya bertanya?" Tianlong Heyu tersenyum main-main padanya.


Kucing putih Persia mengeong pada Chen sisi dan berkata jika pria itu tahu pertarungannya beberapa saat yang lalu.


"Tuan, kamu tidak bisa berpura-pura tidak tahu apa-apa. Dia tahu semuanya."


"..." Chen Sisi seperti pencuri yang ketahuan setelah beraksi.


Tianlong Heyu melihatnya terdiam, mau tidak mau mengerutkan kening. "Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu kakek tentang hal ini. Tapi aku punya syarat ...."


"Apa yang kamu mau?" Chen Sisi sedikit tidak senang.


"Aku akan kembali ke ibu kota saat musim semi tiba. Kebetulan masakan yang kamu buat sesuai dengan seleraku. Aku ingin kamu menjadi koki pribadiku selama beberapa waktu."


"Koki pribadi??!" Chen Sisi hampir berteriak. Dia ingin menolaknya secara langsung tapi Baiyue mengeong padanya.


"Tuan, kamu tidak bisa menolak! Terima saja. Ini kesempatan bagus!"


Chen Sisi menatap kucing putih Persia itu dengan tatapan aneh. Kenapa dia harus menjadi koki pribadi? Bukankah ketika tiba di ibu kota dia bisa membuka restoran dan menghasilkan banyak uang?


Di mata Tianlong Heyu, Baiyue hanya mengeong beberapa kali pada Chen sisi dan sesekali menunjukkan ekspresi yang agak menyebalkan. Dia tahu jika kucing itu tidak biasa.


Chen Sisi tampak ragu-ragu saat ini. Kemudian Tianlong Heyu menambahkan.


"Aku melihat kamu bicara dengan kucing. Jika kakek tahu mungkin mengira kamu kesepian dan butuh teman. Jadi—"


"Baiklah, baiklah, baiklah!" Chen Sisi menyela ucapannya. "Aku akan menjadi kokimu. Jangan beri tahu kakek apapun tentang ini." Chen Sisi mencoba menahan amarah di hatinya.


Rahasia dirinya tidak bisa diketahui oleh Kakek Yi. Setidaknya bukan sekarang. Baiyue adalah kucing penjaga gelang giok putih miliknya, bukan kucing biasa. Tapi bagaimana jika kakeknya mengira dia gila karena bicara dengan seekor kucing?


Tianlong Heyu tanpa sadar tersenyum. "Jangan khawatir, aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk."


"Seolah-olah kamu memaksaku menikah dan menjadi selir!" gumam gadis itu masih marah.


Senyum Tianlong Heyu sedikit stagnan ketika mendengar gumamannya. Ia juga tidak sadar mengatakan kata-kata itu.


Baiyue memutar bola matanya dan mengeong pada Tianlong Heyu. "Humph! Dasar licik!"


"..." Tianlong Heyu melihat kucing itu mengeong padanya. Apakah itu ejekan?