Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
It Must Be Because of the Cat God!


Baiyue yang selesai makan ikan goreng akhirnya mengeong. “Tuan, tidak perlu khawatir, dengan pesona ruang gelang giok putih, kuda putih itu tidak akan menolakmu. Yang ada, dia akan berkenalan denganmu,” katanya dalam benak gadis itu.


Dengan adanya Baiyue yang meyakinkannya, Chen Sisi akhirnya tenang. Dia mengangguk pada ratu Mo dan Mo Huazhu.


“Baik, tunggu saja.”


Chen Sisi bangkit dan meninggalkan gazebo. Untuk melihat lebih dekat, Ratu Mo dan Mo Huazhu mengikuti. Jika Chen Sisi mengalami kecelakaan karena Baibai, Ratu Mo tidak bisa menjelaskannya pada kaisar dan pangeran kedelapan.


Belum lagi semua ini karena keponakannya. Tianlong Heyu pasti akan membela Chen Sisi demi wajah Kakek Yi.


Baibai sedang makan rumput hijau yang disediakan oleh pelayan. Dia tidak memerhatikan kedatangan Chen Sisi sebelumnya. Namun telinga sedikit bergerak, sebelum akhirnya mengangkat kepala dan melihat Chen Sisi.


Kuda itu tidak menunjuk gerakan apapun selain memandang Chen Sisi yang penuh dengan aura kabut menyenangkan. Semua itu karena ruang gelang giok putih.


Chen Sisi hampir lupa jika dia menangkap kelinci taklnpa kesulitan sebelumnya. Apa lagi menjinakkan seekor kuda bukan?


"Baibai, kemarilah," kata Chen Sisi bercanda.


Kuda itu menatapnya dsn berkedip beberapa kali.


Mo Huazhu mendengar Chen Sisi memerintah seperti itu, mau tidak mau tertawa.


"Nona Chen, aku tahu kamu percaya diri. Tapi bukankah itu berlebihan?"


Chen Sisi mendengkus. "Aku hanya bercanda. Sebelum menaiki kuda, bukankah harus berkenalan dengannya dulu?"


"Mereka adalah hewan yang tak memiliki kecerdasan seperti manusia. Bagaimana bisa mereka mengerti jika tidak dilatih?"


Mo Huazhu masih tidak mau mencari masalah. Bagaimana jika gadis itu memiliki keajaiban yang tak terduga?


Belum lagi Chen Sisi memelihara seekor kucing yang dilambangkan sebagai hewan pembawa keberuntungan di negara ini.


"Kenapa tidak? Kucingku juga sangat cerdas." Chen Sisi cemberut. Lalu menatap Baiyue yang berada tak jauh darinya. "Xiaobai, ayo berguling-guling dan tunjukkan jika kamu pintar!"


Bekerjasama lah denganku dan berguling! Batin Chen Sisi pada kucing itu.


Meow!! Baiyue protes.


"Tuan, aku bukan seekor anjing!" Kucing itu berteriak di benak tuannya.


"Lakukan saja dan jangan banyak protes! Atau kibaskan ekormu seperti anjing."


"..." Baiyue yang bahkan enggan mengibaskan ekor seperti seekor anjing yang gembira.


Tuannya pasti pencinta anjing daripada kucing bukan?


Namun Baiyue tidak mau merusak perbuatan baik tuannya dan melakukan apa yang diperintahkan. Kucing putih Persia itu berguling-guling di rumput hijau yang bersih, sangat lucu.


Mo Huazhu terkejut melihat hal itu dan mau tidak mau berpikir lagi. Kucing berbulu panjang itu benar-benar lakukan apa yang dikatakan. Sangat spiritual.


Lagi pula wajar saja. Kucing sangat sakral. Ya, ya, pasti begitu, pikir Mo Huazhu enggan mempercayainya.


Ratu Mo juga terkejut, tapi lebih banyak kagum daripada sebelumnya. Lihatlah keponakannya lagi. Ini seperti pencuri yang tak bisa berkata-kata saat ditunjukkan bukti oleh korbannya.


"Sekarang, apakah kamu percaya?" Chen Sisi berkata dengan percaya diri padanya.


"Baiklah, aku percaya! Jika kuda itu bisa kamu tunggangi tanpa paksaan, aku tambah lagi tiga ribu tael!" Mo Huazhu berjudi.


Menambahkan tiga ribu tael, ini banyak. Ditambah dua ribu tael yang tadi, jadi totalnya lima ribu tael. Ini sama dengan taruhan Ratu Mo sebelumnya.


Berpikir untuk mendapatkan banyak yang hari ini, Chen Sisi senang. Hidup tanpa uang mungkin baik-baik saja ketimbang hidup tanpa makanan.


Tapi siapa yang tak suka uang? Chen Sisi tak terkecuali. Di zaman modern sebelumnya, dia menjadi koki layar lebar dan menghasilkan banyak uang. Memiliki bulu resepnya sendiri dan masih banyak lagi!


Tanpa diduga, kuda putih yang dipanggil Chen Sisi sebelumnya meringkik lembut. Akhirnya Baibai berjalan ke arahnya tanpa ragu sama sekali.


"...."


Kenapa perbedaannya begitu besar?


Kenapa hanya patuh pada gadis itu saja?


Apakah karena Baibai adalah kuda jantan sehingga suka yang cantik?


Tapi sepupunya, Tianlong Sina juga seorang gadis. Kenapa Baibai tidak patuh padanya? Apakah karena sepupunya adalah gadis berpakaian pria?


"..." Chen Sisi sendiri tidak mengharapkan itu terjadi. Sungguh, aku tidak sengaja, batinnya.


Ratu Mo terkejut. "Baibai benar-benar mematuhinya. Ini kejutan." Dia tersenyum lega.


Hari ini ada banyak kejutan. Ratu Mo merasa lebih bahagia daripada hari-hari biasa yang membosankan.


Setelah kuda putih itu menghampiri Chen Sisi, kepalanya bergesekan dengan tubuh gadis itu. Aroma gadis ini sangat enak. Dia ingin terus dekat dengannya.


Dan masih ada kucing putih Persia yang sangat agung di mata Baibai.


Chen Sisi mengelus leher kuda dengan lembut, merasakan rambut-rambut halusnya serta menyentuh wajahnya.


"Baibai, biarkan aku menaiki punggungmu. Buktikan pada pria di sana jika kamu sangat baik." Chen Sisi tidak tersenyum membujuk.


Baibai mungkin melihat ke arah Mo Huazhu dan mendengus. Manusia bodoh itu hanya bisa bermimpi menaiki punggungnya!


Kuda itu meringkik datar dan menggerakkan kepalanya seolah-olah memberi isyarat.


"Tuan, kuda itu memintamu untuk naik," kata Baiyue di pikiran Chen Sisi.


Chen Sisi tentu saja senang. Dia mulai menaiki kuda. Adapun Mo Huazhu yang berharap Chen Sisi mendapatkan penolakan dari kuda, hatinya berdarah tapi tidak ada luka.


Gadis itu benar-benar menaiki kuda, duduk dengan baik dan menepuk leher kuda. Baibai adalah kuda yang baik.


"..." Mo Huazhu dibenci oleh Baibai.


Ratu Mo akhirnya tersenyum penuh dsn mengangguk berulang kali. Pelayan yang mengikuti ratu setelah keluar gazebo juga merasa menemukan pemandangan baru.


Baibai adalah kuda Ratu Mo. Tianlong Sina sendiri tidak bisa menungganginya. Apa lagi orang asing.


Tapi kenyataannya berbeda. Baibai tidak menolak Chen Sisi, justru berjalan santai sambil makan rumput segar.


Ahhhh!!!


Mo Huazhu merasa gila ketiak memikirkan lima ribu tael emas akan melayang ke tangan gadis itu. Lima ribu! Lima ribu!! Bukan lima ratus tael!


"Bagaimana? Apakah kamu percaya sekarang? Ingat taruhannya."


Chen Sisi memastikan sudah duduk di punggung Baibai dengan lembut, lalu turun tanpa kesulitan.


"..." Mo Huazhu tak bisa berkata-kata. Dia khawatir yang keluar dari mulutnya hanyalah umpatan.


Semua ini pasti karena dewa kucing memberikan berkahnya pada Chen Sisi. Haruskah dia melihat kucing juga?


Berbeda dengan Ratu Mo yang antusias. "Bagus! Baibai memang menyukai mu. Ini sangat jarang bagiku melihat Baibai begitu antusias pada orang asing. Jangan khawatir, aku tidak akan mengingkari janji."


Ratu Mo meminta salah seorang pelayan untuk mengambil tiket uang. Memegang lima ribu tael emas di tangan pasti kurang aman. Akan lebih baik menegang tiket uang yang bisa ditukar di gedung penyimpanan uang.


Inilah alasan kenapa Baibai jarang berada di kandang. Karena tak perlu khawatir ada orang yang menungganginya atau membawanya kabur.


Mo Huazhu tidak membawa tiket uang di tubuhnya. "Saat aku kembali, aku akan mengirim tiket uang padamu."


Melihat Mo Huazhu yang meraba-raba bajunya Chen Sisi tahu pria itu tidak berbohong.


"Baiklah, tidak masalah."