Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Cut Arm?


NB: Memotong lengan\=BL


...****************...


Mereka semua berkuda menuju ke arah hutan yang lebih dalam. Jalan setapak yang ada di sana semakin tak terlihat. Mereka harus memotong rumput yang cukup tinggi terkadang memeriksa apakah ada lubang jebakan atau tidak.


Tanpa diduga, mereka akan menemukan beberapa peserta yang bersembunyi di tempat yang gelap. Hanya saja mereka tampak aneh dan tidak bersuara saat dipanggil. Chen Sisi menyipitkan mata.


"Mungkin sudah bukan orang lagi," katanya.


Tianlong Heyu meminta mereka berhenti. Lalu dia turun dan menghampiri mereka.


"Yuyu, berhati-hatilah. Jika kamu menjadi salah satu dari mereka, bukankah negara ini akan jatuh dalam kekacauan." Mo Huazhu mengkhawatirkannya.


Sudut mulut Tianlong Heyu berkedut. Apakah pria itu sengaja mengutuknya secara tidak langsung?


Tianlong Heyu menarik pedang dari sarungnya dan mencoba menyentuh mereka dengan ujung pedang. Tanpa diduga, para peserta yang sebelumnya tenang mendadak berteriak dan menatap Tianlong Heyu dengan tajam.


Wajah mereka langsung penuh bercak hitam, gigi runcing penuh darah dan matanya tampak mengerikan. Perubahan ini sangat tak terduga, bahkan Chen Sisi hampir tertipu.


"Tampak biasa saja tapi tiba-tiba menunjukkan perubahan yang luar biasa? Apakah mereka sudah berevolusi lagi?" Mo Huazhu tertegun.


Jika para mayat hidup ini terlihat seperti manusia biasa sejak awal, bukankah mereka bisa menyamar dan berbaur dengan warga lain? Tapi sejak kapan ini dimulai.


Chen Sisi juga tidak tahu tentang ini. Yang ia temui semuanya adalah mayat hidup dengan kondisi buruk. Tapi tidak pernah tahu jika mereka yang terlihat sama seperti terakhir kali hidup, sebenarnya adalah mayat hidup.


Tianlong Heyu langsung membunuh mereka tanpa ragu. Kelemahan mereka adalah otak, jadi hancurkan saja. Pemandangan ini agak mengerikan, terutama di mata Chen Sisi.


"Setahuku, tidak ada mereka dalam daftar peserta tahun ini. Mungkinkah ini peserta tahun lalu?" Mo Huazhu menaikkan sebelah alisnya.


Bagaimana mereka tahu? Tianlong Heyu dan Chen Yelang telah berada di barak militer sejak bertahun-tahun lamanya. Sama sekali tidak mengikuti kompetisi perburuan.


"Kalau begitu kumpulkan mayat dan pastikan?" Chen Yelang berpikir lagi, menggaruk kepalanya yang agak gatal.


Mo Huazhu menggelengkan kepala. "Sayang sekali, para mayat hidup ini mungkin akan menularkan wabah lain ketika dibawa. Lupakan saja. Tapi yang jelas, ini bukan peserta tahun ini."


Chen Yelang tak bisa menahan diri untuk mengutuk. "Sial! Apakah selama ini mereka yang terinfeksi bersembunyi di hutan perburuan istana kekaisaran? Berapa banyak korban yang telah menjadi mayat hidup kalau begitu?"


Mereka terdiam.


Baiyue yang duduk di depan Chen Sisi mengeong kecil. "Tuan, kita dikepung."


Dikepung?


Chen Sisi menatap sekitar, berusaha tetap tenang di atas kudanya. Mo Huazhu melihat jika gadis itu terlihat waspada dengan sekitar, mau tidak mau penasaran.


"Nona Chen, apakah ada sesuatu?" tanyanya.


"Tidak, tidak apa-apa." Chen Sisi hanya tahu mereka dikepung mayat hidup.


Namun Baiyue berkata jika semua mayat hidup itu tidak berniat melawan mereka saat ini. Semakin dalam mereka masuk, maka mayat hidup yang bersembunyi akan mengepung mereka lebih banyak lagi.


Chen Sisi tidak tahu apakah harus memberi tahu ini atau tidak pada mereka. Namun apa alasan yang tepat untuk mengatakannya?


"Tampaknya tidak ada yang hidup di pedalaman hutan ini. Para peserta tidak mungkin datang ke sini. Lebih baik kita pergi dan mencari yang lain dulu," saran Chen Sisi.


Tianlong Heyu menatapnya sebentar. Gadis itu terlihat agak canggung. Tampaknya menyembunyikan sesuatu darinya. Mau tidak mau, Tianlong Heyu menatap Baiyue yang duduk di atas kuda Chen Sisi. Kucing itu harusnya tahu sesuatu.


Tianlong Heyu menandai tempat ini lalu sampaikan pesan pada Tianlong Kaiyun. Hutan ini harus diperiksa secara menyeluruh.


Mereka pergi ke arah lain. Ketika menjauh dari hutan yang gelap, Chen Sisi bernapas lega. Baiyue bilang jika para mayat hidup itu tidak mengikuti mereka lagi.


"Meski pada dasarnya mereka sama seperti zombie dan vampir yang takut matahari, tapi tidak semuanya sensitif terhadap sinar matahari." Baiyue memberi tahu Chen Sisi di benaknya.


Chen Sisi tidak menanggapi. Setelah berkuda cukup jauh, mereka memilih untuk beristirahat. Tanpa diduga, hari sudah siang lagi.


"Aku lapar! Bisakah kita makan sesuatu lebih dulu?" Mo Huazhu menyentuh perutnya yang keroncongan, tampak malu.


Chen Yelang tertawa ringan saat mendengar bunyi perutnya. "Kamu tidak makan banyak sebelumnya?"


"Siapa yang berani makanan banyak saat ada putra mahkota? Ini bencana!" Mo Huazhu kesal.


Chen Sisi menggelengkan kepala. "Kalau begitu ayo kita masak dan makan dulu. Cari sumber air terdekat."


"Ada sungai kecil tak jauh dari sini," kata Tianlong Heyu.


"Kalau begitu ayo pergi."


Chen sisi serta yang lainnya menemukan aliran sungai yang lebarnya bahkan tidak mencapai dua meter. Airnya cukup dangkal tapi sangat jernih. Ada beberapa ikan kecil berenang.


Chen Yelang pergi mencari kayu bakar di saat Chen Sisi menyiapkan bumbu untuk memasak. Gadis itu juga memilah beberapa sayuran yang ditemukan sepanjang perjalanan.


Sayuran yang dipetik masih segar. Tapi dia lupa memberikan sayuran itu pada Mo Huazhu dan Tianlong Heyu yang pergi ke sungai untuk menangkap ikan.


Mereka tidak beristirahat terlalu dekat dengan aliran sungai. Untuk menuju sungai, setidaknya membutuhkan waktu beberapa menit saja. Belum lagi tepian sungai juga dipenuhi dengan bebatuan yang agak besar. Agak tersembunyi.


"Lupakan saja. Aku akan pergi mengantarkan ini pada mereka," gumamnya. "Kamu tunggu di sini," katanya pada Baiyue.


Baiyue memutar matanya. Terlalu malas dekat dengan air. Dia khawatir Mo Huazhu akan mendorongnya ke sungai untuk mencari ikan!


Chen Sisi pergi ke sungai dengan keranjang penuh sayuran.


Saat ini di tepi sungai, Mo Huazhu dan Tianlong Heyu masing-masing memegang tombak untuk menembak ikan. Menangkap ikan tidak semudah menembak rusa dengan anak panah.


"Aku sudah sangat lapar. Kenapa aku tidak makan rumput saja?" Mo Huazhu bercanda. Dia berada tak jauh di samping Tianlong Heyu.


"Makanlah rumput jika kamu ingin menjadi seekor kuda."


Tak lama setelah berkata demikian, Tianlong Heyu melihat seekor ikan gemuk berenang tak jauh di depan. Dia langsung menembakkan tombak.


Mata tombak seketika mengenai ikan itu. Tianlong Heyu mengambil kembali tombak dan berhasil menangkap ikan yang besar. Mo Huazhu terkejut hingga dia langsung menghampiri Tianlong Heyu.


"Yuyu, kamu luar biasa! Kenapa tembakanku selalu meleset? Biarkan aku menyimpan ikannya!"


Mo Huazhu terlalu terburu-buru hingga dia tak sengaja tersandung batu saat jaraknya tidak jauh dari Tianlong Heyu.


"AHHH! Yuyu!" Mo Huazhu kaget saat tubuhnya jatuh ke arah Tianlong Heyu.


Adapun Tianlong Heyu yang tidak siap, tubuhnya langsung ditimpa pria itu. Keduanya terjatuh ke tepi sungai yang sedikit berbatu. Belum lagi, posisi mereka masih ambigu saat ini.


Mo Huazhu tak sengaja mencium leher Tianlong Heyu. Murni kecelakaan!! Ia sendiri terkejut setengah mati. Ibu! Aku ternoda!