
Tianlong Heyu duduk dengan santai dan tegap. Dia melirik Chen Sisi yang memeluk kucing berdiri tak jauh darinya. Ini seperti seorang anak yang ingin dibujuk setelah marah.
Mau tidak mau, Tianlong Heyu menghela napas. "Kita harus tiba di ibu kota kekaisaran tepat pada waktu yang ditentukan. Raja ini tidak terlalu suka terlambat," ucapnya.
"..." Apakah ini intinya? Bukan! Chen Sisi merasa jawaban Tianlong Heyu asal-asalan. Bukankah kamu hanya malas?
Tapi tidak ada yang bisa Chen sisi lakukan saat ini dan secara alami membantu mereka berkemas. Dan para penjahat itu secara alami akan ditangkap pada hari yang sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kelompok Chen sisi tiba di ibu kota kekaisaran setelah mengurus semua permasalah di perjalanan. Selain itu, begitu banyaknya orang yang menyambut kedatangan mereka dengan antusias. Terutama para gadis yang memang hampir waktunya untuk menikah.
Chen sisi tidak melihat keluar karena malu dengan begitu banyaknya orang. Belum lagi dia juga bukan orang penting atau seorang putri yang disukai semua orang. Kehadirannya di kereta kuda hanya akan membuatnya lebih malu.
Tianglong Heyu merasa tidak biasa dengan sambutan seperti itu lalu dengan cepat keluar dari kerumunan orang-orang di sepanjang sisi jalan. Setelah itu barulah berjalan menuju istananya dengan santai.
"Bukankah kita harus datang menyapa kaisar lebih dulu?" tanya Chen Sisi merasa tidak mengerti sepenuhnya.
"Tidak apa-apa untuk datang terlambat ke istana. Kaisar tidak akan marah sama sekali." Tianlong Heyu menjawab dengan nada acuh tak acuh.
Sebenarnya Chen Yelang sendiri sudah kembali lebih awal disambut oleh keluarganya yang hangat. Sedangkan Tianlong Heyu berbeda. Karena ibunya sudah meninggal, pengasuh merawatnya sementara waktu sebelum akhirnya dikirim kembali ketika dia pergi ke barak militer.
Semua pelayan sangat menghormati Tianlong Heyu. Melihat pemiliknya datang setelah bertahun-tahun absen, mereka semua langsung berlutut dan menunjukkan hormatnya.
Tianlong Heyu memperkenalkan Chen Sisi pada kepala pelayan istananya, Butler Sun. Lalu memberi tahu beberapa pelayan yang ada di sana jika mulai hari ini, Chen Sisi akan diperlukan sama dengan dirinya.
"Ini adalah cucu perempuan kakek yang dibesarkan selama bertahun-tahun. Ini kali pertama baginya datang ke ibu kota. Dengan kata lain, dia juga saudariku. Semua orang akan menghormatinya, memanggilnya Putri Chen."
Semua pelayan yang berlutut kembali berteriak, memanggil 'Putri Chen' dengan baik.
Chen Sisi benar-benar malu saat ini. Kenapa dia tidak tahu jika Tianlong Heyu akan membuat peraturan seperti itu pada dirinya? Baiyue juga mengeong, namun daripada banyak keluhan, kucing putih itu suka dengan lingkungannya yang tenang.
"Ini ... Panggil saja Nona Chen, lebih nyaman bagiku," katanya.
"Tuan, tempat ini benar-benar sangat bagus," ucap Baiyue sesuai merenggangkan tubuh berbulunya.
"Kamu kucing pemalas. Lebih baik untuk tidak mengacaukan tempat."
"Jangan khawatir, aku tahu apa yang kulakukan." Baiyue juga tidak gegabah di tempat baru.
Selama musim semi ini, dia mungkin akan menikmati banyak perubahan di istana.
......................
Kepulangan raja perang dari barak militer telah disambut antusias oleh orang-orang. Para menteri dan kaisar di istana juga menunggu pria itu datang. Tapi dengan temperamen pria itu, sulit untuk datang tergesa-gesa.
Kaisar duduk di singgasana nya yang megah dan penuh dengan lapisan emas. Dia telah duduk santai selama beberapa saat, menatap para menterinya yang gelisah.
"Yu'er sepertinya akan datang besok. Lagi pula lelah di perjalanan dan biarkan dia istirahat dengan baik." Kaisar Tian memenangkan para menteri yang gelisah.
Sebagian dari mereka memiliki seorang putri di rumah yang telah memasuki usia pernikahan. Tianlong Heyu bukan hanya tampan tapi juga penuh vitalitas. Tidak tahu apakah bersedia untuk menikah kali ini.
Kaisar Tian memandangi orang-orang itu dan mau tidak mau menghela napas tidak berdaya. Dia sendiri gagal menjadi seorang ayah dan harus memasang wajah batu kepada semua putra dan putrinya. Dengan begitu tidak akan ada banyak perselisihan di istana.
Tapi tampaknya orang-orang itu tidak mau melepaskan putra yang satu ini. Jadi tidak ada yang bisa dia lakukan selain meminta Kakek Yi membawa Tianlong Heyu meninggalkan ibu kota.
Sejak lama Kaisar Tian sudah menduga jika sikap Tianlong Heyu akan sama sesuai perkiraannya. Tumbuh di barak militer tanpa cinta dan kasih sayang, pedangnya telah berlumuran darah dan jiwa dari para musuh.
Ketika Kaisar Tian memikirkan Tianlong Heyu, pria yang dipikirkan justru tidak mengingatnya sama sekali.
Tianlong Heyu akan menemui Kaisar Tian besok pagi. Tidak perlu terburu-buru. Oleh karena itu, ia memiliki banyak waktu mengurus sisa kerjaannya.
Dia ingin tahu apakah gadis itu terbiasanya dengan istana. Jadi dia memanggil Butler Sun untuk datang.
"Bagaimana dengan gadis itu sekarang?" tanyanya tanpa basa-basi.