
Sialnya, pada saat yang sama, Chen Sisi juga baru saja menemukan mereka. Melihat adegan yang tidak sehat untuk anak-anak, dia hampir berteriak.
"Kalian!!" Chen Sisi hampir saja menjatuhkan keranjang penuh sayuran.
Siapa yang tahu jika Mo Huazhu dan Tianlong Heyu punya riwayat asmara seperti itu. Mungkinkah keduanya menyembunyikan hubungan terlarang sesama jenis?
Baik Tianlong Heyu dan Mo Huazhu menatap Chen Sisi yang berdiri kaku di sisi lain. Wajah keduanya menggelap. Terutama Tianlong Heyu.
Pria itu menatap Mo Huazhu dengan ekspresi tidak senang bercampur marah. "Masih belum bangun?!" Suaranya membuat Mo Huazhu merinding.
Mo Huazhu yang terkejut, akhirnya tersadar dan langsung menghindar dari tubuh Tianlong Heyu dengan panik.
"Salah paham! Semuanya salah paham! Tidak seperti yang terlihat! Sumpah!"
Chen Sisi bukannya tidak pernah melihat hubungan antar pria, namun memikirkannya saja saat ini, pikirannya kotor. Siapa yang mendominasi di antara keduanya? Tianglong Heyu atau Mo Huazhu?
Menurut Chen Sisi, Mo Huazhu cocok menjadi wanitanya.
Wajah gadis itu memerah tanpa sadar dan linglung di ssaat yang sama. Ia meletakkan jednajanh sayur di bawah.
"Aku ... Aku tidak melihat apa-apa. Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu siapapun. Lagi pula ini bukan urusanku. Tolong cuci sayurannya setelah selesai memancing. Aku kembali dulu," katanya agak canggung.
Chen Sisi menyesuaikan emosinya dan kembali, berpura-pura tenang. Ternyata raja pernah yang bermartabat tidak suka wanita. Mungkin karena racun bunga busuk di tubuhnya, Tianlong Heyu putus asa. Tidak bisa memiliki romansa dengan wanita, akhirnya memilih hubungan pria.
Ini berita besar!
Ketika kembali ke tempat semula, Baiyue curiga.
"Tuan, ada apa denganmu?" tanyanya.
"Tianlong Heyu itu suka pria. Kenapa kamu tidak memberi tahuku?" Chen Sisi memelototinya.
Baiyue seperti tersambar petir di siang bolong. "Tidak mungkin! Jangan mengarang yang tidak-tidak, jelas dia suka wanita!"
Apakah ada sesuatu yang dia lewatkan di kehidupan sebelumnya?
Pria itu jelas memiliki kehidupan yang menyedihkan dengan Chen Sisi karena racun mayat hidup. Tidak pernah ada rumor Tianlong Heyu menyukai pria. Apa lagi menjalin hubungan dengan Mo Huazhu. Ini sangat tidak sehat.
Pasti ada kesalahpahaman di sini.
"Tuan, ini tidak mungkin. Percayalah padaku. Keduanya sehat."
"Bagaimana kamu tahu ini tidak mungkin? Mungkinkah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Chen Sisi menyipitkan mata.
Ditatap seperti itu, Baiyue sedikit berkeringat dingin. "Tidak, tentu saja tidak! Aku hanya yakin. Ini insting seekor kucing, oke?"
Bercanda! Rahasia langit tak bisa diungkap melalui kata-kata.
Chen Sisi masih memikirkan adegan di mana Mo Huazhu mencium leher Tianlong Heyu. Tiba-tiba saja dia menyentuh lehernya sendiri. Sungguh ... tidak terduga.
"Nona Chen, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Chen Yelang yang baru saja datang membawa seikat kayu bakar dan ranting kering.
Chen Sisi buru-buru menggelengkan kepala. "Tidak, tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit pegal di leherku. Mungkin Sakha posisi tidur semalam," jawabnya mencari alasan. "Buatlah apinya sekarang, mereka akan segera kembali nanti."
Tak lama, Tianlong Heyu dan Mo Huazhu kembali. Keduanya tampak canggung satu sama lain. Bahkan Tianlong Heyu masih tak bisa menyembunyikan aura kemarahannya saat ini.
Chen Yelang bingung dengan keduanya. Apakah ada sesuatu yang tidak dia ketahui? Hubungan keduanya sangat baik sebagai sahabat. Mungkinkah Mo Huazhu itu memprovokasi Tianlong Heyu?
"Apakah kalian bertengkar?" tebaknya.
"Tidak!" Keduanya menjawab dengan kompak.
Di sini, Chen Sisi merasa lebih bersalah. Jika dia tidak memergoki keduanya tadi, mungkin keduanya bisa tenang.
Tianlong Heyu diam-diam memperhatikan Chen Sisi yang mengurus bumbu. Perasaannya menjadi semakin tidak senang. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa berpikir demikian.
Mungkinkah dia jatuh cinta pada Chen Sisi?
Untungnya adegan canggung itu tak berlangsung lama. Chen Sisi memasak untuk mereka, makan siang lalu membereskan semua perabotan.
Gadis itu pergi ke sungai membersihkan beberapa peralatan. Sebenarnya hanya untuk menghindari tatapan Tianlong Heyu. Pria itu mungkin akan mengancamnya untuk tidak membocorkan hubungan terlarang itu bukan?
"Chen Sisi!" Tianlong Heyu ternyata menyusulnya.
Chen Sisi terkejut hingga hampir melepaskan panci yang sedang digosoknya. "Ada apa?" tanyanya acuh tak acuh.
Dia canggung dengan hubungan asmara menyimpang pria itu. Tapi bukan berarti takut padanya. Chen Sisi hanya belum terbiasa.
Tianlong Heyu menghampirinya dan sedikit berbisik. "Aku normal," katanya.
"Apa?" Chen Sisi kurang mengerti maksudnya.
Tianlong Heyu mengerutkan kening, seperti sulit mengungkapkan sesuatu. "Aku pria normal! Apa yang kamu lihat tadi hanya tak sengaja. Mo Huazhu terpeleset dan jatuh menimpaku."
"Kenapa repot-repot menjelaskan ini padaku? Bahkan jika hubungan kalian memang seperti itu, aku tidak akan ikut campur."
Tanpa diduga, Tianlong Heyu mendekatkan diri padanya. Dia lebih kesal daripada sebelumnya. Chen Sisi terkejut dan sedikit mundur.
"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya curiga dan waspada.
"Haruskah aku membuktikannya padamu? Buktikan saja jika orientasi se*sual raja ini normal! Jangan berpikir jika raja ini tak bisa menyentuhmu."
Chen Sisi marah dan akhirnya meninju perut pria itu. Tianlong Heyu sedikit meringis dan akhirnya menjauh.
"Humph! Jangan mengancam gadis ini! Aku akan mengadu pada kakek nanti!" Chen Sisi tidak lupa jika masih ada Kakek Yi yang mendukungnya jika Tianlong Heyu berani menggertak.
Bukannya memperbaiki nama baik Tianlong Heyu, Chen Sisi malah semakin salah paham dengannya.
Tianlong Heyu tidak berkata apa-apa lagi. Lebih baik bicarakan ini saat tiba di rumah nanti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selama beberapa hari, Tianlong Heyu berada di hutan perburuan untuk mencari peserta yang selamat.
Untungnya beberapa dari peserta itu telah pergi ke tempat yang lebih aman dari jangkauan mayat hidup. Sehingga saat bantuan datang, mereka menangis senang dan ingin memeluk paha penyelamat.
Tianlong Kaiyun telah mengerahkan banyak pasukan untuk membunuh semua mayat hidup yang berkeliaran di hutan perburuan.btak terkecuali binatang yang terinfeksi sekalipun.
Berita munculnya mayat hidup itu langsung menyebar di ibu kota dari mulut ke mulut. Membuat banyak orang panik dan saling curiga satu sama lain.
Namun menurut penjelasan, mayat hidup yang terlihat seperti manusia tak bisa bicara sama sekali dan gerskan tubuhnya juga aneh. Jadi tidak perlu saling mencurigai.
Ketika Chen Sisi menerima berita yang menyambar di ibu kota, itu beberapa hari kemudian.
"Aku sedang membeli banyak bahan kebutuhan dapur dan mendengarkan banyak rumor. Kupikir kaisar akan menyembunyikan masalah ini," katanya saat bertemu Tianlong Heyu di ruang belajar.
Tianlong Heyu sedang membaca surat gulungan, sangat serius. "Selir putra mahkota menjadi korbannya saat itu. Belum lagi ada beberapa peserta lain yang merupakan anak keluarga bangsawan. Kaisar tidak punya pilihan lain selain mengumumkan masalah ini. Jika terus disembunyikan, beberapa orang di istana tidak mungkin duduk diam," jelasnya.
"Ngomong-ngomong, aku tidak melihat tuan muda Mo akhir-akhir ini. Apakah kalian bertengkar?"
Memikirkan hari itu, Tianlong Heyu merasa tidak senang lagi.