Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Do You Believe in Dreams?


Kali ini, perbuatan Tianlong Zhaobin yang melecehkan pelayan istana terungkap. Ibu Suri Meng tentu sangat marah hingga dia akhirnya pingsan. Seberapa tidak sukanya Kaisar Tian pada Ibu Suri Meng yang pernah membesarkannya, dia tetap meminta dokter kekaisaran untuk merawatnya.


Pagi ini, Tianlong Zhaobin dipanggil ke aula istana dan diberi teguran keras oleh kaisar.


"Dia tidak membawa penjaga gelapnya?" tanya Tianlong Heyu.


"Yah, siapa yang tahu? Lagi pula, penjaga gelap mana yang akan melihat dan mendengar urusan romantis tuannya bukan?" Mo Huazhu menatapnya dengan aneh. Bisakah Tianlong Heyu menanggung bawahan seperti itu di masa depan?


Tentu saja tidak!


Tianlong Heyu terdiam. Dia belum menyentuh hal-hal ini sejak dulu jadi mana tahu. Namun melihat tatapan Mo Huazhu, tanpa sadar dia agak canggung.


"Kamu demam. Apakah demamnya sudah baikan?" Mo Huazhu ingat dengan tujuannya ke sini.


"Tidak apa-apa. Hanya demam."


Mo Huazhu berdecih. "Hanya demam katamu? Lihatlah wajahmu yang pucat dan kulitmu yang tidak sehat. Kamu harus istirahat akhir-akhir ini. Aku akan menerima tahu kaisar tentang ini sehingga kamu bisa yakin."


Dia berniat untuk menyentuh dahu Tianlong Heyu. Lagi pula keduanya salah sahabat dan tak perlu canggung satu sama lain. Namun Tianlong Heyu masih waspada. Kesalahpahaman sebelumnya belum terkonfirmasi. Sekarang jika dia melakukan kontak dengan Mo Huazhu, bukankah lebih salah paham lagi?


Namun ketika Tianlong Heyu berpikir demikian, Mo Huazhu sudah menyentuh dahinya yang panas dengan sedikit kasar. Ini sama sekali bukan gayanya.


Sangat jarang bagi Mo Huazhu untuk menyentuh kepala pria itu di hari biasa. Jadi kali ini dia memiliki alasan yang bagus.


"Ck, ini benar-benar panas tanpa keringat. Kamu mungkin harus memulihkan diri selama beberapa hari. Untung saja ini ibu kota dan bukan perbatasan barak militer. Jika tidak, prajurit mu akan kewalahan," canda Mo Huazhu.


Tianlong Heyu berwajah hitam saat ini. "Lepaskan tanganmu!"


"Haih ...! Kenapa begitu sensitif? Kita telah menjalin hubungan sejak lama di istana. Aku yang selalu membelamu saat orang-orang itu menggertak." Mo Huazhu tidak peduli dan ingin menggodanya lebih jauh.


Keduanya fokus satu sama lain hingga pintu kamar terbuka dan sosok Chen Sisi muncul dengan buah-buahan yang telah dibersihkan. Ia mendengar jika Mo Huazhu dan Tianlong Heyu tampaknya sedang bercanda satu sama lain.


Namun Chen Sisi tidak pernah berpikir ketika pintu geser, hal pertama yang dilihatnya cukup aneh. Mo Huazhu menyentuh dahi dan kepala Tianglong Heyu seperti menunjukkan kasih sayang pada orang terdekat. Dan Tianlong Heyu yang pada dasarnya sedang demam, wajahnya sedikit memerah karena panas.


Siapa tahu Chen Sisi akan salah paham lagi ketika melihat ini. Mo Huazhu tidak berpikir tindakannya berlebihan. Dia juga memiliki beberapa saudara laki-laki. Normal untuk menunjuk kasih sayang sesama kerabat.


Tapi di mata Chen Sisi saat ini, pikirannya langsung penuh dengan kisah romansa yang haram dikonsumsi oleh orang normal.


Kedatangan Chen Sisi tidak membawa gelombang aneh bagi Mo Huazhu. Tapi berbeda dengan Tianlong Heyu. Dia mencoba menahan diri untuk tidak menendang Mo Huazhu ke barat.


Pria sialan ini bertingkah aneh dan membuat Chen Sisi salah paham.


"Saudara ... Saudara Kedelapan, makanlah potongan buah lebih dulu dan air panas untuk mandi akan segera siap. Aku akan kembali ke halaman. Ingatlah untuk memanggilku jika ada sesuatu," jelas Chen Sisi memilih untuk melarikan diri sebelum adegan lain mengotori pikirannya.


Mo Huazhu sudah menarik tangannya dari dahi Tianlong Heyu. "Kenapa Nona Chen tidak tinggal di sini dan menemani Yuyu? Sepertinya hari ini kita tidak bisa pergi untuk melihat toko yang bagus. Bagaimana jika mengubahnya lain hari?"


Mo Huazhu memiliki lampu hijau di hatinya. "Nona Chen, bisakah aku makan siang di sini juga?"


"Ini tergantung keinginan pria itu. Tanya saja padanya." Chen Sisi tak perlu repot mengurus masalah tamu yang datang. Ini bukan istananya.


Alasan kenapa dia memanggil Tianlong Heyu dengan sebutan saudara kedelapan, tentu saja untuk bersikap sopan. Dia adalah cucu angkat pensiunan kaisar. Secara alami, Tianlong Heyu adalah saudaranya juga.


Pria itu juga sudah memanggilnya Si'er. Tentu saja dia Chen Sisi tahu bagaimana menunjukkan sikap.


Setelah bicara dengan keduanya, Chen Sisi pergi. Mo Huazhu mulai membujuk Tianlong Heyu agar dia bisa makan siang di sini. Tianlong Heyu tak bisa dikatakan murah hati saat ini. Dia kesal dan marah, bercampur menjadi satu. Hingga akhirnya dia gagal memiliki niat untuk menendangnya.


"Tidak masalah. Beri aku pirimg buah itu!" Tianlong Heyu yang marah akhirnya memerintah Mo Huazhu.


Chen Sisi pasti lebih salah paham setelah ini. Seberapa jelas dia memberitahunya, tidak akan ada kepercayaan penuh.


"Ck, memerintah orang sungguh tidak sopan. Demi makan siang nanti, aku menurut padamu," kata Mo Huazhu segera memberikan sepiring buah padanya.


Keduanya mengobrol tentang berbagai hal. Dari yang penting hingga basa-basi antar pria. Bahkan Mo Huazhu tak segan-segan membicarakan apa yang ada di Gedung Bunga Peony miliknya. Berbagai kecantikan, gosip serta permintaan pria menyelesaikan masalah halaman belakang pun tak luput.


Tiba-tiba saja, Tianlong Heyu mengambil topik untuk dirinya sendiri. "Apakah kamu percaya mimpi?" tanyanya.


"Mimpi? Mimpi kadang pertanda baik dan buruk. Apakah kamu bermimpi sesuatu?"


"Ini mimpi yang tampak nyata seolah-olah kamu pernah melewatinya?" Tianlong Heyu tidak bisa mengatakan secara jelas apakah itu mimpi kehidupan sebelumnya atau sejenisnya. Ia sendiri belum tahu pasti.


Mo Huazhu mengerutkan kening. Menurutnya mimpi tidak terlalu spesial. "Mungkin penglihatan masa depan atau ... kehidupan sebelumnya. Aku percaya jika apa yang kujalani dalam hidup ini merupakan hasil atas perbuatan baikku di kehidupan sebelumnya."


Pria itu tertawa dan membuka kipas lipatnya, berpura-pura menjadi pria terpelajar.


Tianlong Heyu tidak bicara lagi dan memikirkan hal ini. Menurut penjelasan Mo Huazhu, dia lebih cenderung percaya ada poin terakhir. Ia pernah melewati kehidupan tersebut. Mungkinkah itu kelahitan kembali?


Apakah ada fenomena seperti itu di dunia ini? Berapa banyak orang yang mampu mengingat kehidupan sebelumnya?


Sebelum melewati jalan reinkarnasi, bukankah para jiwa akan meminum sup mengpo?


"Kenapa tiba-tiba kamu memikirkannya? Mungkinkah kamu bermimpi tentang kehidupan sebelumnya?" canda Mo Huazhu yang sama sekali tidak menganggap serius tentang mimpi.


"Aku bermimpi kamu akan sial hari ini. Berhati-hatilah agar tidak ditabrak oleh bunga persik busuk." Tianlong Heyu mencibir. Dia tidak berbohong soal ini.


Dalam mimpi itu, semuanya jelas. Mo Huazhu memang akan sial hari ini. Peringatkan saja. Benar atau tidaknya, anggap saja lelucon.


Mo Huazhu kesal dan pura-pura marah padanya. "Sial! Yuyu, apakah kamu musuh bebuyutanku di kehidupan sebelumnya?!"