Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Unusual Entities (4)


Memanggang tiga kelinci membutuhkan cukup banyak waktu. Bi Yan dan Bi Shi masing-masing memiliki satu kelinci untuk diurus. Sedangkan Tianlong Heyu memastikan api unggun tidak padam.


Setelah daging kelinci panggang matang, mereka makan perlahan. Chen Sisi adalah seorang gadis dan nafsu makan biasanya tidak besar. Belum lagi dia menjaga berat badan tetap stabil.


Namun Tianlong Heyu memberinya bagian yang lebih banyak dari ketiganya. Karena dagingnya tidak terlalu alot saat dimakan, Chen Sisi makan sedikit lebih banyak.


"Rasanya memang agak berbeda dari sebelumnya. Aku merasakan beberapa bahan herbal tapi ternyata sangat enak." Bi Yan memujinya.


"Ya, ini benar. Aku tidak tahu jika herbal bisa dicampur dengan makanan seperti ini. Dan rasanya juga tidak pahit atau aneh seperti jamu. Benar-benar menyatu dengan bumbu." Bi Shi mengangguk. "Keahlian Nona Chen sangat bagus. Ini melebihi koki kekaisaran."


Chen Sisi merasa sedikit malu saat dipuji oleh mereka dan wajahnya agak memerah. Entah karena cuaca dingin atau karena malu.


"Ini bukan apa-apa."


Tianlong Heyu memandang kedua bawahannya dengan tidak sabar. "Makanlah dan jangan banyak bicara. Kita akan berangkat sebentar lagi."


Bi Yan dan Bi Shi langsung tutup mulut dan makan dengan tenang. Jangan sampai raja mengusir mereka sebelum selesai makan daging. Ini hanya sebuah kerugian.


Setelah selesai makan, langit sudah terang dan mereka bersiap meninggalkan tempat tersebut. Rumah salju langsung dihancurkan agar tidak ada yang memanfaatkannya sebagai tempat persembunyian.


Chen Sisi dan Tianlong Heyu kembali menunggangi kuda. Sedangkan Bi Yan dan Bi Shi mengikuti diam-diam layaknya penjaga gelap pada umumnya.


Sepanjang perjalanan, mereka sangat waspada. Baiyue duduk di depan Chen Sisi dan rasanya sangat nyaman berada di punggung kuda.


"Tuan, kawanan serigala zombie itu sedang mencari kita sekarang," kata Baiyue.


"Apakah mereka sudah tiba di tempat kita sebelumnya?" tanya Chen Sisi.


"Ya. Tapi untungnya kita sudah jauh dari tempat itu. Belum lagi jejak kaki kuda juga disamarkan oleh penjaga gelap pria itu. Jadi tidak masalah."


"Mereka benar-benar tidak mencium jejak keberadaan kita kan?" Chen Sisi masih khawatir.


"Tentu saja tidak. Jangan khawatir." Baiyue berkata dengan sombong. Ia sangat yakin dengan ramuan dari buku resep ramuan kuno itu.


Apa yang dikatakan Baiyue memang benar. Saat ini, kawanan serigala zombie yang telah menandai keberadaan Chen Sisi dan Tianlong Heyu tengah mencari jejak. Namun tidak tahu apa yang terjadi, kawanan mereka kehilangan aroma dari dua orang itu.


Mengendus sekitar rumah salju yang sebelumnya telah dirobohkan, kawanan serigala itu tidak berhasil mendeteksi aroma. Hal ini membuat mereka sangat bingung. Ada aroma aneh di udara yang membuat mereka sebenarnya bertambah bingung.


Mereka melolong beberapa kali. Serigala zombie yang memiliki ukuran tubuh lebih besar dari mereka pun menggeram setelah memastikan orang-orang itu kehilangan jejak. Walaupun begitu, kawanan mereka masih berusaha menemukan jejak.


Sementara itu, Chen Sisi dan Tianlong Heyu telah sampai di rumah. Kakek Yi sangat mengkhawatirkan Chen Sisi dan menunggu di halaman, berjalan mondar-mandir seakan tahu akan segera datang. Tentu dengan informasi dari penjaga gelap, dia mengetahui beberapa berita.


“Kakek!” Chen Sisi turun dari kuda dan menghampiri Kakek Yi.


“Masuklah, di luar dingin.” Kakek Yi mengajak keduanya masuk. Bi Yan dan Bi Shi tidak muncul sama sekali dan bergabung dengan penjaga gelap dari pihak Kakek Yi.


Kakek Yi ingin bicara empat mata dengan Tianlong Heyu dan Chen Sisi pergi ke halamannya sendiri untuk melakukan hal lain. Walaupun hari sudah mulai siang, Chen Sisi tidak terburu-buru untuk memasak makan siang.


Di ruang belajar Kakek Yi saat ini, Tianlong Heyu menjelaskan apa yang terjadi di perbatasan serta saat perjalanan ke sini.


“Kakek harusnya tahu tentang hal ini sejak lama bukan?” Tianlong Heyu menyipitkan mata.


Kakek Yi menghela napas tidak berdaya. Dia tahu hal ini tidak bisa disembunyikan terlalu lama darinya.


“Kakek memang tahu tentang ini tapi itu kawanan binatang buas yang terinfeksi di lembah. Kakek tidak tahu jika mereka juga sudah bersembunyi di hutan-hutan pegunungan selama ini. Jika mereka sudah menyebar begitu banyak, sudah waktunya bagi tentara kalian untuk menyisir tempat itu,” jelasnya.


Tianlong Heyu juga memikirkannya. Ia memang berencana untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Akan lebih baik jika hal ini dilakukan secara rahasia. Namun bukan berarti dia bisa menghentikan penduduk terdekat atau para pemburu untuk pergi ke hutan. Terutama hutan yang jarang didatangi orang.


Belum lagi sangat rentan bagi orang-orang yang datang dari tempat jauh melewati jalanan sekitar hutan atau lembah.


“Kaisar harus diberi tahu tentang ini,” kata Kakek Yi lagi. Namun dia memikirkan sesuatu. “Lupakan saja. Aku akan mengirim surat pada ayahmu nanti. Melaluiku, ayahmu tidak akan bertindak gegabah.”


Ketika musim dingin nanti berakhir, sudah baginya bagi Tianlong Heyu untuk kembali ke ibu kota dan membuat laporan. Bukan hanya itu, dia juga memiliki liburan yang cukup panjang setelah bertahun-tahun tinggal di barak militer.


Kemungkinan besar beberapa keluarga bangsawan akan menyiapkan putri mereka untuk mencoba mendekati Tianlong Heyu. Omong-omong tentang hal ini, Kakek Yi jadi teringat dengan Chen Sisi yang akan mendekati masa usia pernikahan.


“Apakah kamu sudah memiliki kandidat yang cocok untuk Si’er?” tanyanya.


Tianlong Heyu mengerutkan kening. Dia ingat jika kakeknya ingin mencarikan calon suami untuk Chen Sisi. Namun dia tidak mengurus masalah ini sebelumnya dan bahkan tidak berniat untuk mengurusnya. Entah kenapa, dia hanya tidak menginginkannya.


“Hal ini tidak terburu-buru,” katanya. Dia menyesap secangkir teh yang baru saja dituangkannya.


Pria tua itu terlihat tidak senang. “Apa maksudmu tidak terburu-buru? Mungkinkah kamu jatuh cinta pada cucu perempuanku?” tebaknya.


Jika Tianlong Heyu tertarik pada Chen Sisi, dia bisa menganggap pohon besi itu mulai mekar dan gunung es nya mencair.


Tianlong Heyu hampir tersedak tehnya. Dia buru-buru menjawab. “Tidak mungkin!”


Mengingat apa yang terjadi saat terbawa longsoran salju sebelumnya, dia sedikit canggung. Lagi pula, itu pertama kali baginya memeluk seorang gadis secara tidak sengaja. Ia hanya mencoba menyelamatkan Chen Sisi. Untungnya kakeknya tidak tahu tentang masalah ini.


“Kamu tidak perlu bereaksi seperti itu. Tidak masalah jika tidak menyukai cucu perempuanku.” Kakek Yi merasa heran melihat Tianlong Heyu yang tampaknya terkejut. Ini reaksi yang jarang dia lihat dari wajahnya.


Wajah Tianlong Heyu seketika menggelap. Tidak tahu apa yang tengah dipikirkannya. Namun dia sangat tertarik membiarkan Chen Sisi menjadi koki pribadinya. Apakah gadis itu kira-kiranya akan menerima?