
Ratu Hefei memerhatikan Mo Huazhu yang penampilannya lebih kalem kali ini. Ini berbeda dari citranya yang sering berpakaian cerah seperti wanita. Bahkan riasns tak terkecuali.
Ia selalu bilang pada Ratu Mo jika Tianlong Sina dan Mo Huazhu mungkin tertukar gender. Jika tidak, kenapa kepribadian keduanya sangat terbalik?
"Apakah Huahua akan berkencan hari ini? Tumben tidak memakai riasan cantik lagi." Ratu Hefei menyodok hatinya lagi.
"..." Mo Huazhu hampir gila dan ingin menghancurkan meja batu di depannya.
Ratu Mo tak bisa menahan diri untuk tertawa kali ini. Ratu Hefei sangat pandai bagaimana menyakiti perasaan keponakannya yang selalu bangga itu.
Takut keponakannya akan marah dan pergi tanpa menoleh, Ratu Mo segera menenangkan suasana.
"Baiklah, baiklah, katakan padaku, kenapa datang ke sini untuk menemukan bibimu ini?" tanyanya.
Mo Huazhu ragu untuk bicara. Sekarang ada Ratu Hefei di samping bibinya. Bagaimana jika Ratu Hefei terlibat dalam penculikan adik Chen Yelang tahun itu?
"Ada apa? Mungkinkah aku tidak bisa mendengarnya?" Ratu Hefei bercanda.
"Ratu Kedua, aku tahu kamu tidak jahat dan pasti tidak akan menculik seorang anak sama sekali." Mo Huazhu memberanikan diri untuk mengungkapkannya.
Ini membuat ratu Hefei bingung. Bukan hanya dirinya, Ratu Mo juga bingung. Menculik orang? Kenapa harus menculik orang? Ratu Hefei tidak mengerti apa maksud Mo Huazhu.
"Kakak, apakah kamu pernah menculik anak-anak untuk dibesarkan?" Ratu Mo justru bertanya dengan blak-blakan.
"Tidak. Kenapa aku harus menculik anak-anak? Anakku saja sudah membuatku pusing setengah mati ketika menghitung uang tanpa henti saat masih kecil. Menculik anak-anak dan membesarkannya bahkan lebih tidak mungkin," jelas Ratu Hefei datar.
"Ratu Kedua, mungkin kamu menculik anak dan membuangnya untuk menghilangkan ancaman." Mo Huazhu lebih berani lagi.
"Huahua, kenapa kamu begitu curiga padaku? Sebelum aku melakukan semua itu, aku pasti akan membuang putraku lebih dulu yang hanya memandang uang di matanya. Biarkan putraku miskin sementara waktu hingga tahu apa artinya memiliki banyak uang."
"..." Mo Huazhu bahkan merasa jika Ratu Hefei lebih kejam pada anaknya sendiri, ketimbang untuk anak orang lain.
Ia merasa kasihan dengan pangeran ketujuh saat ini.
Di sisi lain, pangeran ketujuh —Tianlong Yuzhao mungkin bersin saat menghitung uang.
"Kenapa kamu menanyakan hal ini?" Ratu Mo akhirnya tahu jika Mo Huazhu pasti berkata bukan tanpa alasan.
Mo Huazhu tampak melihat sekeliling, khawatir ada dinding yang memiliki telinga. Kemudian Ratu Mo meminta para pelayan pribadinya untuk pergi lebih dulu.
Pria itu akhirnya duduk dan menyajikan teh untuk dirinya sendiri.
"Nah, sekarang kamu bisa berkata apa yang terjadi." Ratu Mo memberinya kesempatan untuk bicara.
"Bibi, bukankah kamu tahu jika keluarga Chen utama pernah memiliki seorang anak perempuan di masa lalu?" Mo Huazhu memulai percakapan serius.
"Tentu saja aku tahu." Ratu Mo akhirnya teringat dengan pertemuannya dengan Chen sisi terakhir kali. "Tidak heran aku merasa gadis itu mirip seorang kenalan. Aku ingat dia mirip dengan An Lan," gumamnya.
An Lan adalah nama asli Nyonya Chen. Ratu Mo dan Nyonya Chen memiliki hubungan yang baik. Sehingga hubungan keluarga Chen dengan Istana Kekaisaran pun juga sangat baik.
"Anak perempuan keluarga Chen? Bukankah meninggal karena sakit sebelumnya?" Ratu Hefei mengerutkan kening.
Mo Huazhu menggelengkan kepala. "Bukan sakit tapi diculik."
"Apaa?!! Diculik?!" Kedua ratu itu berkata bersamaan dan hampir saja meninggikan suaranya.
"Huahua, apakah kamu yakin? Dari siapa kamu mendengar hal ini?" tanya Ratu Hefei.
Ratu Mo tampak berpikir. "Apakah ini ada hubungannya dengan Si'er?" tebaknya.
"Bibi menebaknya dengan benar. Anak perempuan yang hilang tahun itu kemungkinan besar adalah nona Chen." Mo Huazhu mengangguk.
Keduanya memiliki nama marga yang sama. Chen Sisi berkata jika nama itu diberikan oleh orangtuanya. Karena itulah ia tidak pernah mengubah namanya sampai sekarang.
Ketiganya terdiam. Jika benar Chen Sisi adalah anak yang hilang dari keluarga Chen, pelaku di belakang layar mungkin akan segera mengetahuinya.
Chen Sisi memiliki kemiripan dengan Nyonya Chen. Tak dipungkiri lagi jika dia bertemu seorang kenalan keluarga Chen, pasti akan segera mengetahuinya di tempat pertama.
"Lalu apa maksudmu datang ke sini?" Ratu Mo tidak percaya jika keponakannya hanya akan datang untuk bergosip saja.
"Chen Yelang berkata dia ingin mengetahui apakah ratu terlibat dalam penculikan adiknya atau tidak. Tak lebih."
"..." Ratu Mo dan Ratu Hefei ingin memukul Mo Huazhu di tempat.
Apakah anak itu bodoh?
Bisakah kamu mencari alasan yang lebih baik dan tidak langsung ke intinya? Batin keduanya.
"Tentu aku tidak ada hubungannya. Dari pas menculiknya, aku akan membujuknya untuk datang ke istana setiap hari dan bermain dengan Nana." Ratu Mo memikirkannya.
Ratu Hefei juga mengangguk. "Ini juga tidak ada hubungannya denganku. Jika bisa, aku lebih suka menjodohkannya dengan putraku."
"..." Otak kedua ratu ini tampaknya ada yang salah, batin Mo Huazhu.
Selalu ada alasan kenapa seorang anak diculik. Baik sengaja ataupun tidak sengaja. Apapun itu, tujuannya pasti tidak baik. Paling tidak, penculik sedang panik dengan kelahitan Chen Sisi.
Topik ini berlangsung lama dan Mo Huazhu akhirnya pergi dengan wajah lelah.
Dalam waktu dekat adalah jamuan makan musim semi. Mari kita lihat siapa yang ahfau dicurigai.
Setelah Mo Huazhu pergi, kedua ratu yang sedang minum teh akhirnya bicara serius layaknya para tetua.
"Kakak, bagaimana menurutmu tentang ini? Apakah Si'er benar-benar anak An Lan?"
"Belum pasti tapi bisa saja terjadi. Siapa yang akan melakukan hal tersebut? Itu hanya keluarga Chen yang bahkan tidak mengancam posisi apapun." Ratu Hefei bicara apa adanya.
"Mungkin hanya ibu suri yang mampu melakukannya," ucap Ratu Mo pelan.
"Wanita tua itu lagi. Aku sudah bosan dengannya. Untung saja kaisar tidak meminta kita selalu datang padanya setiap kali ada sesuatu. Jika tidak, dengan temperamennya yang egois dan berdarah dingin mungkin akan menyeret kita sampai mati," jelas Ratu Hefei.
Ibu Suri sangat waspada sekarang. Peraturan di istana juga sangat ketat hingga menyulitkan para pangeran untuk bermain curang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada hari jamuan makan musim semi istana dimulai, Chen sisi pergi dengan Tianlong Heyu.
Sudah banyak orang ketika mereka datang ke sana. Terutama ketika melihat Chen Yelang sedikit berbeda daripada hari-hari biasanya.
Semua tamu yang datang berasal dari berbagai latar belakang. Entah itu anak pejabat atau bangsawan, semuanya mendapatkan undangan dari Kaisar Tian dan ratu.
"Apakah ini hanya perasaanku saja atau memang ada sesuatu. Temanmu yang bermarga Chen itu menatapku dengan tak biasa." Chen Sisi berkata pada Tianlong Heyu yang berjalan tak jauh di depannya.