
Chen Sisi akhirnya bisa melihat Yin Shuang cukup dekat saat ini. Gadis itu ternyata sangat cantik, seperti bunga yang lembut dan harum. Kecantikan para wanita di zaman kuno ini ternyata sangat luar biasa. Tidak heran jika Yin Shuang mengajukan diri untuk menjadi selir.
Tapi masalahnya, dia dan Tianlong Heyu belum menikah. Hanya karena keduanya bertunangan, Ibu Suri Meng sudah mengambil langkah untuk membuat masalah.
Untungnya malam ini, tak ada yang membahas tentang masalah Chen Sisi dan Yin Shuang yang akan menjadi saudara perempuan ketika memasuki Istana Raja Perang. Belum lagi, Tianlong Heyu tidak langsung menyetujui masalah mengambil selir.
“Aku sudah memutuskan untuk memiliki satu istri dan tidak mengambil selir. Untuk saat ini belum memikirkannya sama sekali.” Tianlong Heyu menjelaskan dengan nada dingin dan acuh tak acuh.
Tapi Yin Shuang yang jatuh cinta padanya tidak terlalu peduli. Dia yakin jika bisa mengambil hatinya, pasti akan tertarik. Belum lagi Chen Sisi dan Tianlong Heyu hanya bertunangan saat ini, belum mencapai pernikahan. Usia Chen Sisi belum mencapai lima belas sehingga masih ada waktu baginya untuk memulai lebih dulu.
Siapa tahu Tianlong Heyu akan berubah pikiran di masa depan dan menjadikannya istri alih-alih selir.
“Shuangshuang bisa menunggu Pangeran. Shuangshuang bisa menunggu untuk ini,” ucapannya lembut dan seperti tetesan air. Pria mana pun pasti akan terpesona dengan ekspresinya.
Sayang sekali Tianlong Heyu bukan kategori pria seperti itu. Ia sama sekali tidak peduli dan hanya menanggapinya dengan santai.
Setelah makan malam. Kaisar Tian tertawa senang dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dia meminta Tuan Yin dan putrinya untuk menginap di istana malam ini. Tentu saja Tuan Yin tak bisa menolaknya. Lagi pula ini kesempatan bagus untuk lebih dekat dengan istana kekaisaran. Belum lagi mungkin ia bisa mengunjungi Ibu Suri Meng malam ini.
Karena itu, setelah Kaisar Tian meminta pelayan untuk mengatur halaman, Tuan Yin pergi diam-diam di tengah malam. Sedangkan Chen Sisi dan Tianlong Heyu memantau situasi. Keduanya diam-diam pergi ke halaman tempat Yin Shuang ditempatkan.
Baiyue memimpin mereka, memastikan jika tidak ada orang lain yang mengetahui keberadaannya.
“Aman. Yin Shuang sedang tidur sekarang. Aku akan menggunakan sedikit mantra untuk membuatnya tidur lebih nyenyak.” Baiyue hanya menggerakkan kaki kecilnya dan sebuah cahaya samar muncul, menuju ke arah Yin Shuang.
Dalam sekejap, Yin Shuang seperti orang pingsan. Tidak akan bangun meski ada gempa mengguncang sekalipun.
“Ayah gadis itu sedang pergi menemui ibu suri diam-diam. Kita punya banyak waktu untuk mencari tahu malam ini,” kata Baiyue.
Setelah masuk kamar, Tianlong Heyu menutup pintu diam-diam. Dia juga meminta Bi Shi dan Bi Yan untuk berjaga-jaga jika sesuatu terjadi atau ada orang datang. Di kamar tempat Yin Shuang gelap karena lilin sudah dimatikan lebih awal.
“Dilihat dari sisi mana pun, dia tidak terlihat seperti mayat hidup. Sangat berbeda.” Chen Sisi mengerutkan kening. Dia mencoba untuk menyentuh kulit tangannya. “Dingin sekali.”
“Tentu saja, di mana ada orang mati memiliki tubuh hangat? Jangan bercanda. Suhu tubuhnya akan turun ketika malam tiba. Pada siang hari, tubuhnya juga dingin tapi tidak sedingin sekarang.” Baiyue menjelaskan. “Jadi tidak heran jika dia dikatakan sakit hingga sensitif terhadap sinar matahari.”
“Lalu, cara apa yang akan kamu lakukan untuk memeriksanya?” tanya Tianlong Heyu.
Baiyue memeriksanya. “Tidak sulit bagiku. Mari kita lihat, hal apa yang membuat Yin Shuang hidup seperti manusia biasa selama ini, padahal jelas-jelas dia itu mayat hidup.”
Chen Sisi dan Baiyue melakukan beberapa pemeriksaan kecil pada tubuh Yin Shuang. Mulai dari detak jantung, suhu tubuh, fungsi organ dalam hingga peredaran darah. Detak jantungnya bahkan tidak ada, darahnya tidak bergerak teratur dan yang lebih penting lagi, organ tubuhnya membusuk.
Saat ini, Yin Shuang seperti kerangka yang dibungkus oleh kulit halus dan penampilan sempurna. Namun isinya sudah rusak.
“Organ dalamnya membusuk tapi masih bisa makan? Apakah ini masuk akal?” gumam Chen Sisi. “Xiaobai, apakah kamu menemukan sesuatu dari tubuhnya?”
“Ya.” Chen Sisi membalikkan tubuh Yin Shuang dengan hati-hati lalu menatap Tianlong Heyu.
Pria itu terkejut dan menyadari jika Chen Sisi hendak membuka pakaian Yin Shuang. Dia segera berbalik memunggunginya.
“Aku tidak akan melihat.”
Barulah setelah itu, Chen Sisi membuka pakaian Yin Shuang dan melihat punggungnya. Tebakan Baiyue benar. Memang ada simbol aneh di punggung Yin Shuang.
“Ini simbol sihir. Aku tidak tahu ada orang yang mampu membuat simbol ini.” Baiyue sangat marah.
“Simbol sihir apa?”
“Simbol sihir kebangkitan mayat. Pada zaman dulu, simbol ini digunakan untuk teknik terlarang membangkitkan orang yang sudah mati. Tapi harga yang harus dibayar juga tidak kecil, setidaknya butuh beberapa nyawa sebagai tumbal.”
“Sangat mengerikan? Bukankah ini setara dengan orang yang terikat dengan iblis dan meminta kekayaan dengan bayaran nyawa kerabat?”
“Ya, kurang lebihnya seperti itu.”
Tianlong Heyu hanya mendengarkan dan tidak bisa melihat simbolnya. “Bisakah kalian menggambarkan simbolnya untuk kulihat?” tanyanya.
“Tidak masalah. Mempelajari simbol ini tidak mudah, aku harus mencari tahu lebih jauh lagi.” Baiyue sepertinya harus pergi ke suatu tempat setelah ini.
Tianlong Heyu memanggil Bi Shi dan memintanya mengambil kertas dan pena pada Kaisar Tian. Tak lama, Bi Shi kembali dengan barang yang dibutuhkan. Lalu Chen Sisi mulai menggambar simbol. Walaupun sebenarnya dia kurang mahir dalam menggambar.
Untuk polanya tidak sulit digambar sehingga Chen Sisi menyelesaikannya lebih cepat. Setelah itu, pakaian Yin Shuang kembali dirapikan. Chen Sisi membaringkannya ke posisi semula. Namun tanpa sengaja, dia memegang lengan Yin Shuang terlalu kencang hingga mematahkan tulangnya.
Chen Sisi hampir berteriak karena terkejut. Sial! Situasi macam apa ini hingga tulang Yin Shuang begitu rapuh?
“Si’er, apakah ada masalah?” tanya Tianlong Heyu.
“Tidak apa-apa. Aku … hanya tidak sengaja mematahkan tulang lengannya.”
Baiyue melihat wajah Chen Sisi sedikit pucat, mau tidak mau menjelaskan. “Wajar saja, tulangnya juga rapuh. Jangan khawatir. nanti tulangnya akan sembuh kembali efek energi hitam di tubuhnya. Jelas kali ini Yin Shuang lebih rapuh. Kemungkinan besar dia harus minum sesuatu untuk mempertahankan tubuhnya?”
“Bukankah kamu bilang dia harus minum pil?”
“Ya, sepertinya masalahnya ada pada pil nya. Jika kita bisa mendapatkan satu pil nya untuk mencari tahu lebih banyak, itu sudah cukup.” Jawab Baiyue.
Tapi tidak mudah untuk mendapatkan pil tersebut. Mungkin akan lebih mudah untuk pergi ke Ibu Suri Meng diam-diam dan menggeledah seisi halamannya.
“Baiklah, kita harus pergi sebelum Tuan Yin datang memeriksanya. Kita harus menghapus jejak kita agar tidak ketahuan oleh musuh,” ucap Baiyue.