Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Our Relationship Is Over


Tianlong Heyu berpikir jika wanita itu akan datang untuk memeluknya. Ia masih bersedia untuk menerima pelukannya. Bagaimana pun juga, keduanya telah berpisah lama.


Bukan hanya itu, ia bahkan mengingkari janjinya untuk pulang sebelum hari ulang tahunnya.


Karena ada satu kejadian di mana Tianlong Heyu harus melakukan sesuatu. Hanya untuk mengubah masa depan agar tidak kembali seperti di kehidupan sebelumnya.


Namun tanpa diduga, Chen Sisi tidak datang ke arahnya, tapi berniat untuk melihat kereta kuda lainnya.


Kali ini ekspresi pria itu berubah dan langsung menghalangi jalannya.


"Si'er, kamu tidak perlu mengecek apa-apa," katanya tanpa ragu.


Chen Sisi semakin tidak nyaman dan menatapnya dengan tegas. "Kenapa aku tidak bisa melihatnya? Jadi apakah benar kamu membawa mereka untuk menjadi selirmu?"


Jantung Tianlong Heyu berdetak kencang. Mulutnya kencang ketika hendak menjawab. Ia tidak tahu harus membalas seperti apa. Ia berulang kali membuka mulutnya tapi tak ada satu pun kata yang keluar.


Diamnya pria itu telah menjadi jawaban bagi Chen Sisi. Ia tidak tahu bagaimana mengekspresikan semua ini. Jelas ia sangat kecewa.


Ia bukannya tidak menerima dengan aturan zaman ini tentang pria yang memiliki beberapa selir. Tapi ... Chen Sisi tak bisa menerimanya secara pribadi. Ia tidak mau prianya sendiri bersama dengan wanita lain. Bahkan jika suatu hari nanti ia adalah istri sahnya.


"Si'er, aku bisa menjelaskan semuanya padamu. Tapi tidak sekarang. Beri aku kesempatan untuk memikirkan ini dulu," ucap Tianlong Heyu selembut mungkin. Ia benar-benar ingin memeluknya.


Namun setiap kali Tianlong Heyu berjalan mendekat, wanita itu akan mundur.


"Apa yang harus kamu jelaskan? Membiarkan ku untuk menerima mereka menghiasi halaman belakang rumahmu?" Mata Chen Sisi memerah seolah-olah ia hendak meluapkan semua emosi yang tertahan selama ini.


"Tidak—bukan seperti itu." Tianlong Heyu terkejut. Ia sudah menduga akan menjadi seperti ini.


"Kamu bahkan tak mengizinkanku melihat mereka. Kamu sangat menghargainya bukan? Sepertinya perjalananmu selama lima tahun sangat berwarna. Berapa banyak anak yang kamu miliki juga?"


"Si'er!"


Tianlong Heyu menggertakkan giginya. Dia benar-benar ingin menutup mulut wanita kecil itu dengan ciumannya.


Baiyue yang ada tak jauh dari mereka hanya bisa diam. Dia tahu Tianlong Heyu menyembunyikan sesuatu. Namun bukan waktu yang tepat baginya untuk menengahi pertengkaran.


Lebih baik membicarakan ini secara empat mata, pikir kucing itu.


"Si'er, semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan." Tianlong Heyu mengembuskan napas panjang, menahan ekspresi kesakitan di hatinya.


Kali ini, Baiyue tampaknya terkejut dengan ekspresi pria itu. Ia berpikir lagi. Harusnya Tianlong Heyu kebal terhadap racun mayat hidup dan tak mungkin tertular. Tapi kenapa rasanya ada yang salah dengannya?


Zhen Zhu telah menghilang untuk waktu yang cukup lama. Tapi penyebaran wabahnya masih berlangsung. Bahkan beberapa orang hilang. Kemudian Tianlong Heyu muncul tanpa diduga. Kondisinya terlihat baik-baik saja.


Baik Tianlong Heyu dan Chen Sisi bertengkar cukup lama. Dan akhirnya, Tianlong Heyu tak bisa menang dalam kata-kata. Ia hanya bisa menyerah.


"Tianlong Heyu! Apakah kamu tahu bahwa kakek telah meninggal demi menyelamatkan kakakku dan orang-orang di barak militer mu? Apakah kamu tahu berapa lama aku berharap kamu kembali lebih cepat? Tapi kamu mungkin tidak memikirkan itu semua!" Chen Sisi akhirnya berteriak.


Para pengawal dan penjaga gelap hanya berpura-pura menjadi orang mati. Bahkan Bi Yan dan Bi Shi tak terkecuali.


Tianlong Heyu ingin mengucapkan beberapa kata tapi suaranya tertahan di tenggorokan.


"Jika aku tahu kamu baik-baik saja dan hidup dengan baik dengan para wanitamu, seharusnya sudah sejak lama aku memutuskan pertunangan ini!"


"Si'er, jangan seperti ini!" Tianlong Heyu terkejut ketika membahas pertunangan.


Intinya, pertunangan ini tidak bisa berakhir. Bukankah keduanya akan menikah dan hidup bahagia?


Namun Chen Sisi yang sudah lelah dengan informasi yang diterimanya, hanya menggelengkan kepala. Ia sepertinya sudah lama tidak meluapkan emosinya yang terpendam.


Wanita itu menatap Tianlong Heyu dengan tajam. Tampaknya ia sudah mengambil keputusan.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Chen Sisi berbalik dan berjalan cepat menuju kudanya. Ia bahkan tak repot-repot melihat ekspresi kesakitan di wajah pria itu sama sekali.


Tentu saja Tianlong Heyu terkejut melebihi apapun ketika melihat ekspresi tegas Chen Sisi. Ia tahu wanita itu tidak bercanda.


Menyentuh dadanya dengan tangan gemetar, sosok Tianlong Heyu sedikit goyah. Ia menahan luapan rasa manis yang naik ke tenggorokannya.


"Si'er!! Kembali! Aku akan menjelaskan semuanya. Hubungan kita tidak bisa berakhir. Kamu adalah milikku!" teriaknya.


Melihat sosoknya yang semakin menjauh, Tianlong Heyu semakin kehilangan tenaga. Ia hampir terjatuh ke belakang. Jika bukan Bi Yan dan Bi Shi yang tiba-tiba muncul menahan tubuhnya, ia mungkin jatuh terduduk dengan menyedihkan.


"Pangeran!" Keduanya sangat khawatir.


Tianlong Heyu melihat sosok Chen Sisi yang sudah tidak lagi terlihat, akhirnya perlahan menenangkan emosinya yang sempat terluapkan.


Ekspresinya terlihat dingin. Ia sangat benci dengan wabah mayat hidup yang tak memiliki akhir.


"Aku baik-baik saja! Pergi!" Tianlong Heyu tak ingin sisi dirinya yang terlihat lemah dan menyakitkan dilihat orang lain. Bahkan oleh orang-orangnya sendiri.


Mau tidak mau, Bi Yan dan Bi Shi kembali ke kegelapan dengan kekhawatiran mendalam. Bagaimana menjelaskan semua ini. Untuk pertama kalinya, sang putri dan pangeran bertengkar hebat.


Baiyue masih tidak pergi dan tampaknya tebakannya memang benar.


"Sudah berapa lama kondisimu seperti ini?" tanyanya santai.


Akhirnya, Tianlong Heyu melihat Baiyue yang sama sekali tidak berubah. Ia tampaknya tak bisa menyembunyikan apapun dari kucing ilahi itu. Tapi ....


"Kamu tampaknya telah lebih gemuk dari sebelumnya, Xiaobai."


"..." Baiyue sangat marah!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chen Sisi yang pulang ke rumah langsung jatuh sakit selama beberapa hari. Tuan Chen dan Nyonya Chen sangat khawatir. Berpikir putri mereka terlalu lelah.


Namun tampaknya ada yang salah dengan emosi wanita muda itu. Ini bukan semacam kelelahan bekerja, tapi ... perasaan kecewa dan sakit hati.


Nyonya Chen sangat mengerti sebagai seorang wanita. Jadi dia mencoba untuk berkomunikasi dengan putrinya perlahan.


Mengetahui bahwa Tianlong Heyu telah kembali dan membawa beberapa selir, Nyonya Chen sangat terkejut. Ia menceritakan masalah ini pada suami dan putranya.


Tak heran anak perempuan mereka menjadi seperti ini.


Jatuh sakit seperti tahun lalu, kali ini terulang kali.


Chen Yelang sangat marah hingga dia memukul meja dan pergi dengan langkah lebar.


"Tianlong Heyu, baj*ngan ini!" geramnya.


Di sisi lain ....


Tianlong Heyu yang telah kembali ke istananya sendiri secara diam-diam, hanya diketahui oleh beberapa orangnya saja. Tak terkecuali Kaisar Tian.


Ia baru saja keluar dari ruang bawah tanah untuk mengurus para wanita yang merepotkan itu. Tiba-tiba saja sosok Chen Yelang berada di garis pandangnya, memberikan pukulan di wajah.


"Tianlong Heyu! Kamu benar-benar mengkhianati adikku!"


Tianlong Heyu tidak mengelak. Ia tampaknya telah menduga ini.