Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Aunt and Nephew


Tianlong Heyu jelas tidak tahu jika Chen Yelang juga akan datang hari ini. Dia hanya menggelengkan kepala untuk menanggapi pertanyaan Kaisar Tian.


Kemudian Kaisar Tian menatap Chen Sisi cukup lama, seperti menilai sesuatu. Menurut ayahnya, dia mengadopsi Chen Sisi saat gadis itu masih kecil.


Kaisar Tian masih tahu seperti apa Kakek Yi. Karena mengadopsi Chen Sisi sebagai cucunya, maka tentu dia tidak akan terlalu menekankan banyak etiket padanya.


Memang tak lama kemudian, Chen Yelang datang untuk menghadap kaisar. Kedatangannya memang tidak direncanakan bersama Tianlong Heyu. Ia hanya berpikir terlalu lelah kemarin sehingga memutuskan untuk istirahat lebih dulu.


“Chen Yelang telah menghadap Kaisar. Panjang umur Kaisar,” ucap Chen Yelang langsung berlutut dengan satu kaki dan memberikan bentuk hormat bawahan.


Di samping Chen Yelang ada seorang pria paruh baya yang enam atau tujuh poin mirip. Dia adalah ayah Chen Yelang. Dulu, ayahnya juga seorang prajurit yang dibanggakan namun pensiun karena penyakit lamanya.


Setelah masing-masing mengucapkan salam, Kaisar Tian memintanya untuk berdiri dan menghilangkan formalitas di hari kerja.


“Ini adalah hari yang santai bagi semua orang dan aku telah mengganggu waktu istirahat kalian. Jangan khawatir, setelah ini, kalian memiliki waktu istirahat selama musim semi. Kecuali jika ada perubahan mendadak di perbatasan.” Kaisar Tian tidak ingin mengucapkan kata-kata pribadi di depan mereka.


Terutama di depan Tianlong Heyu, putra kedelapannya yang telah lama tidak pulang. Sudah lima tahun berlalu, dia telah tumbuh menjadi pria kuat yang dibanggakan. Ini memenuhi harapannya.


Di mana saat dulu Kaisar Tian sendiri masih muda, tak ada kesempatan untuk pergi sebagai tentara. Alasannya sendiri. Dia sibuk mengurus urusan istana setelah ditunjuk sebagai putra mahkota.


Belum lagi pada masa itu, tidak banyak pangeran dan putri. Sekarang ia sendiri memiliki 12 anak dan Tianlong Heyu merupakan putra termuda. Dan yang termuda lainnya adalah anak perempuan.


Beberapa pangeran datang untuk menyapa Tianlong Heyu. ada banyak obrolan di antara mereka. Tapi karena Chen Sisi seorang gadis yang belum menikah, tidak pantas untuk terlalu akrab dengan para pria.


Gadis itu dibawa ke taman belakang kekaisaran oleh Mo Huazhu tanpa malu. Mo Huazhu ini seperti pria dan wanita, bawa saja siapapun. Tak peduli pihak lain pria atau wanita.


Chen Sisi tidak peduli sama sekali dan memilih untuk pergi daripada malu seorang diri.


“Kenapa kamu membawaku ke sini?” tanya gadis itu bingung.


“Ada banyak keindahan di taman ini. Kenapa tidak menikmatinya dengan baik. Yuyu jarang sekali datang ke istana, jadi manfaatkan dengan baik.”


Mo Huazhu berpikir jika Chen Sisi pertama kali datang ke ibu kota dan belum mengenal banyak hal. Ia dengan murah hati memberinya tour gratis.


Tentu saja Chen Sisi melihat sekeliling, selain bunga dan kolam ikan dengan jembatan melengkung, tak ada yang spesial.


“Tidak ada yang istimewa bagiku,” gumamnya.


“Coba lihatlah itu. itu adalah keindahan.” Mo Huazhu menunjuk ke arah di mana seekor kuda putih makan rumput di bawah pohon.


“…” Chen Sisi yang melupakan Baiyue di kereta, apakah kucing itu tidak akan marah?


Keindahan yang dimaksud adalah seekor kuda. Selera Mo Huazhu ini sedikit aneh. Atau mungkin dirinya sendiri yang terlalu banyak berpikir. Ia awalnya mengira jika Mo Huazhu tipe pria yang memotong lengannya sendiri.


Tanpa diduga, Mo Huazhu menghampiri kuda putih yang diikat ke batang pohon. Melihat kedatangan manusia, kuda putih itu cuek.


Chen Sisi mengikutinya. Ia baru menyadari jika ada beberapa dayang atau pelayan istana yang mengikuti mereka. Bukan untuk mengawasi, namun menemani mereka jika butuh sesuatu.


“Lapor pada Putri Chen, kuda ini milik ratu Mo.”


“Ratu?”


Jelas Chen Sisi terkejut. Ternyata Ratu Mo juga suka berkuda. Dia ingat jika di zaman kuno ini, anak perempuan menikah pada usia 15 tahun, paling lambat 16 sampai 17 tahun. Dan anak laki-laki bisa menikah saat usia mereka 18 tahun.


Jadi tidak heran jika ada banyak pasangan yang memiliki cucu besar pada saat usia mereka menginjak paruh baya.


“Kuda ini sangat cantik,” pujinya tanpa ragu.


Dia bisa tahu jika kuda jantan yang gagah itu dirawat dengan baik, makanan dan nutrisi harusnya tidak kurang. Ia ingin menyentuhnya. Namun mengingat ini adalah kuda milik ratu, harusnya tidak bisa sembarangan disentuh orang lain.


Sayangnya Chen sisi terlalu banyak berpikir. Dia melihat Mo Huazhu menyentuh leher kuda dengan penuh perhatian. Ini seperti seorang suami memanjakan istrinya. Memikirkan jika kuda itu masih jantan, Chen Sisi segera menghapus pikiran buruknya.


Mo Huazhu ini seharusnya bukan pria yang memotong lengannya.


“Kupikir siapa yang datang dan menyentuh kudaku, ternyata itu Tuan Mo dari Gedung Bunga Peony.”


Suara yang tenang dan menyenangkan itu membuat Chen Sisi mau tidak mau berbalik. Dan Mo Huazhu tampak santai ketika meliriknya.


Seorang wanita paruh baya yang terlihat awet muda berjalan anggun ke arah mereka. Gaun brokatnya terlihat cukup berat sehingga perlu berhati-hati saat berjalan. Wanita itu ditemani oleh beberapa pelayan cakap di belakang.


Jika dilihat dari gaun yang dipakai, harusnya ini Ratu Mo. Apa lagi saat berkata jika kuda itu miliknya. Sadar jika di depannya adalah Ratu Mo, gadis itu segera memberi salam pada.


“Sisi telah melihat Yang Mulia Ratu,” ucapnya.


Ratu Mo melihat Chen Sisi dan mengangguk. “Putri Chen tidak perlu sopan. Kaisar sudah memberitahuku sebelumnya tentangmu. Di mana harus sopan, aku pikir Yuyu membawamu sebagai calon istri. Anak ini benar-benar tidak tahu cara menangkap wanita,” keluhnya ditunjukkan untuk Tianlong Heyu yang tak terlihat.


“…” Chen Sisi melihat Ratu Mo tertawa, sedikit bingung di hatinya.


Di dalam novel-novel zaman kuno yang dia baca atau dalam dracin sekalipun, peran ratu jarang sekali baik hati. Kebanyakan dari mereka egois, jahat, bermuka dua, suka menghukum protagonis, mengirim pembunuh bayaran untuk membunuh protagonis, meracuni selir dan masih banyak lagi.


Tapi Ratu Mo di depannya ini tidak terlihat seperti ratu yang jahat. Dia anggun dan rendah hati, santai dan tidak memandang rendah orang.


Hanya saja … kenapa Ratu Mo berpikir dia dan Tianlong Heyu adalah pasangan? Ini sangat tidak mungkin terjadi!


Jika dia benar-benar hidup satu atap dengan pria itu terlalu lama, mungkin rambutnya akan rontok karena marah. Pria egois yang memandang rendah wanita, kenapa dia harus menikah dengannya?


Mo Huazhu puas mengelus leher kuda putih itu dan tersenyum pada Ratu Mo.


“Bibi masih muda seperti saat pertama kali menikah. Keponakanmu ini terpesona.”


Keponakan??!


Chen Sisi mengalami kejutan besar di hatinya. Bagaimana bisa Mo Huazhu ini memiliki hubungan dengan ratu? Dan masih hubungan bibi dengan keponakan?