
Keduanya makan sambil mengobrol biasa. Tianlong Heyu memberi tahu Chen Sisi tentang perburuan musim semi. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Jika tidak di musim semi, biasanya pada saat musim panas tiba.
Tapi Kaisar Tian sedang bahagia setelah Tianlong Heyu kembali tahun ini. Jadi dia segera mengadakan perburuan musim semi lebih awal dari biasanya.
"Perburuan musim ini? Apakah ini masih di wilayah istana kekaisaran?" tebak Chen Sisi.
Tianlong Heyu mengangguk. "Ada hutan luas di belakang istana. Di sana, banyak hewan buruan yang bisa didapat, tak terkecuali harimau."
"Harimau?" Chen Sisi terkejut.
Istana Kekaisaran begitu rela hidup berdampingan dengan harimau di belakang? Ini sungguh tak terduga.
Chen Sisi tidak tahu jika hutan di belakang Istana Kekaisaran dipagar dengan rapi sehingga binatang buas tidak akan berani memasuki halaman istana.
"Jadi, kamu akan pergi juga?"
"Pergilah, kenapa tidak. Kamu juga akan berpartisipasi dalam perburuan musim semi ini."
"Apa?! Kenapa aku ikut serta? Aku bahkan tidak mendaftar!" Chen Sisi berteriak. Dia tidak tertarik dengan berburu. Seblak di mangkuknya tak harum lagi.
"Aku mendaftarkanmu. Kamu akan pergi denganku."
"Kamu mendaftarkanku tanpa memberi tahu lebih dulu. Kamu belum tahu aku setuju atau tidak. Aku mungkin koki pribadimu saat ini tapi bukan bawahanmu! Jangan mengaturku!" Chen Sisi kesal. Bisakah dia mundur sekarang?
Tianlong Heyu sama sekali tidak marah, seorang mengharapkan ini. "Perburuan musim semi tidak berlangsung satu hari, tapi seminggu. Kamu mau membiarkanku makan apa di hutan selama berburu? Sebagai koki pribadi, kamu bertugas menyiapkan makan pagi, siang dan malam ku."
"..." Chen Sisi terdiam.
Perset*n dengan pekerjaan ini! Harusnya dia tidak menyetujuinya menjadi koki pribadi pria itu. Lebih baik kakeknya menganggap dia aneh karena bicara dengan hewan peliharaan.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Chen Sisi hanya bisa mengeluh diam-diam.
"Kapan perburuan musim semi dilakukan?" tanyanya datar.
"Seminggu lagi."
"Masih ada waktu. Aku bisa mengurus masalah rempah-rempah dengan tuan Daveer lebih dulu."
Tianlong Heyu menaikkan sebelah alisnya. "Jika butuh sesuatu, beri tahu aku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu hari sebelum perburuan musim semi dimulai, Chen Sisi sudah menyiapkan berbagai bumbu dan rempah-rempah untuk memasak di hutan. Tak ada yang perlu dibawa. Panci dan wajan tidak mungkin.
Meski Chen Sisi memilikinya di ruang gelang giok putih, tidak mungkin memberi tahu Tianlong Heyu.
"Tianlong Heyu, apakah membawa keranjang dilarang?" tanyanya.
"Tidak." Tianlong Heyu sedang membaca di ruang utama.
Chen Sisi sendiri meletakkan kotak berisi banyak bumbu di atas meja. Ia harus bersiap dari hari ini agar besok bisa langsung pergi.
"Kenapa kamu ingin membawa keranjang?" tanya pria itu akhirnya penasaran.
"Bawalah panci dan wajan kecil. Aku tak bisa menahan diri untuk makan sup dan makanan goreng. Mungkin aku akan menemukan jamur serta sayuran liar selama kamu berburu nanti. Mungkin memetik rempah atau tanaman obat."
"..." Sudut mulut Tianlong Heyu berkedut. Tapi dia tidak melarangnya.
Selama gadis itu mampu membawanya, bukan urusan Tianlong Heyu nanti. Lagi pula, Chen Sisi bisa berkuda. Membawa barang itu di atas kuda baik-baik saja.
"Aku juga ingin membawa baju ganti. Aku tidak bisa memakai baju yang sama selama seminggu bukan? Pasti bau."
"..." Tianlong Heyu sendiri jarang ganti pakaian saat berada di alam liar. Pakaiannya tidak bau.
Keesokan harinya, Chen sisi dan Tianlong Heyu pergi ke halaman belakang di luar Istana Kekaisaran. Sudah banyak peserta yang hadir. Baik pria ataupun wanita. Tak terkecuali Tianlong Sina.
"Si'er! Di sini, di sini!" Tianlong Sina antusias melambaikan tangan pada gadis itu.
Chen Sisi melihatnya dan menghampiri. Tianlong Sina sudah menunggu bersama sepupunya—Mo Huazhu. Ada juga Chen Yelang. Kali ini, Chen Sisi melihat pangeran ketujuh —Tianlong Yuzhao di samping Mo Huazhu.
"Nana, apakah kamu mengikuti perburuan musim semi?" tanyanya.
"Ya, ya. Ibu ratu memintaku pergi karena tahu saudara kedelapan membawamu juga. Si'er, apa yang kamu bawa?" Tianlong Sina menatap keranjang yang tak terlalu besar digendong Chen Sisi.
"Oh, ada banyak barang. Panci, wajan, bumbu masak dan baju ganti. Tianlong Heyu bilang ini tidak ilegal," jelasnya.
Mereka mengangguk. Memang tidak melanggar aturan perburuan. Tianlong Sina jelas akan mengikuti Chen Sisi sebagai pecinta makanan. Tianlong Heyu tidak keberatan. Tapi ada apa dengan Mo Huazhu, Chen Yelang dan Tianlong Yuzhao?
Kenapa mereka harus mengikutinya juga?
Pasti alasan tersembunyinya karena makanan gadis itu.
Wajah Tianlong Heyu menggelap. Tapi tidak banyak bicara. Ia mengajak Chen Sisi untuk mengurus makanannya selama berburu. Bahkan menjadi koki mereka.
Pada saat perburuan musim semi dimulai, semua peserta memasuki hutan dengan menunggang kuda atau berjalan kaki. Chen Sisi mengikuti Tianlong Heyu.
Waktu satu minggu sudah cukup bagi mereka mendapatkan hewan buruan.
Sepanjang jalan, Chen Sisi tak lepas memandang sekitar. Ada banyak jamur tumbuh. Tapi mereka tidak tahu jika jamur tersebut ternyata bisa dimakan.
Bukan hanya jamur, ada ubi jalar, singkong, pisang, serta masih banyak lagi. Begitu banyak makanan hasil alam. Kenapa tidak ada orang yang memetiknya?
Mungkinkah orang-orang di sini tidak tahu jika semua sayuran tersebut bisa dimakan?
"Apakah semua ini tumbuh liar?" tanya Chen Sisi penasaran.
"Tentu saja. Hutan ini hanya dibuka saat perburuan istana dan tidak dibuka untuk umum." Tianlong Yuzhao menjawab.
"Tidak heran. Ada banyak makanan, sayang jika tidak dipetik."
Untungnya mereka berenam. Banyak orang yang akan makan semakin banyak bahan yang digunakan. Chen Sisi memasukkan semuanya ke dalam keranjang.
Tianlong Sina tampak menyesal. "Jika aku tahu semua ini bisa dimakan, aku akan membawa keranjang juga."
"Tidak apa-apa. Keranjang ini cukup. Kurang baik jika membiarkan sayuran dibiarkan terlalu lama setelah dipetik. Tidak segar lagi. Ambilah secukupnya untuk siang dan malam nanti." Chen Sisi memiliki rencana.
"Si'er luar biasa, masih memikirkan makanan untuk kami."
Jika tidak ada di atas kuda, Tianlong Sina ingin memeluk gadis itu.
Sudut mulut Tianlong Heyu berkedut. Tapi setidaknya Chen Sisi tidak akan kesal lagi padanya jika ada Tianlong Sina.
Ketika hari sudah mulai senja, mereka memilih untuk mencari tempat yang cocok untuk istirahat. Mereka memilih lokasi dekat sungai. Selain bisa menggunakan air mengalir untuk memasak, mereka juga bisa mencuci muka.
Chen Sisi yang paling sibuk di antara neraka ketika mulai memasak. Tianlong Heyu tentu tidak akan membiarkan sisanya menganggur.
"Pergilah kumpulkan kayu bakar, buat api unggun dan bersihkan daging serta sayuran," perintahnya.
"Kenapa harus kami?" Mo Huazhu pura-pura tidak senang.
"Kalau begitu tidak perlu makan gratis, bayar saja. Tael perak juga berharga."
"..." Mo Huazhu tahu jika Tianlong Heyu sengaja.
Yang lain tidak keberatan. Tianlong Sina bahkan mencuci sayuran. Tapi dia tidak pandai mengurus daging hewan buruan jadi tugas ini jatuh pada Chen Yelang.