
Suara Baiyue yang mengeong membuat yang lain kebingungan. Bahkan Zhen Zhu yang berada di kegelapan mengerutkan kening. Ia tahu kucing itu tidak biasa. Dan setelah mengeong, sepertinya sedang mengatakan sesuatu.
Hanya tak lama setelah itu, Zhen Zhu merasakan sebuah serangan diam-diam mengarah padanya. Mau tidak mau, dia langsung menghindar dan menunjukkan sosoknya dari kegelapan.
Pada saat itulah, dia ketahuan.
Chen Sisi yang menembakkan jarum perak beracun berdecih. “Gagal.”
Ternyata insting pria itu sangat kuat. Apakah otak mayat hidup begitu luar biasa?
Kemunculan Zhen Zhu yang berpakaian serba hitam langsung menarik perhatian penjaga gelap Tianlong Heyu. Mereka segera memasang kuda-kuda untuk menyerang.
"Oh, akhirnya aku ketahuan. Sepertinya kamu tidak terkejut melihat ku. Apakah kamu tahu siapa aku?" tanyanya pada Tianlong Heyu.
Adapun Tianlong Heyu yang hanya diam saja, sama sekali tidak mengindahkan pertanyaan pria itu. Dia mengingat kembali apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Namun dia sama sekali tidak mengetahui kemunculan Zhen Zhu di kehidupan sebelumnya.
Tapi setelah mendengar suaranya, ia rasa familiar. Mungkin dia harus melihat wajahnya dulu seperti apa sehingga bisa menebak kemungkinan orang yang dimaksud.
“Aku akan tahu setelah melihat wajahmu,” ucap Tianlong Heyu tanpa mengubah ekspresinya.
“Oh, wajahku sangat buruk. Apakah kamu benar-benar ingin melihatnya?”
“Tentu saja.”
“Jika kamu memiliki kemampuan, lakukan saja sendiri.” Zhen Zhu menyeringai dan segera mengerahkan para pembunuh bayaran yang telah berada di bawah kendalinya.
Melihat para pembunuh bayaran yang mulai menyerang di bawah kendali Zhen Zhu, Tianlong Heyu juga sudah siap. Para penjaga gelap dengan sigap menyerang mereka tanpa ragu sedikit pun. Adapun kucing putih Persia itu, entah pergi ke mana.
Zhen Zhu bahkan tak memperhatikan keberadaan hewan kecil itu. Dan ini juga yang membuat Baiyue memiliki banyak kesempatan untuk kembali ke dalam kereta.
“Tuan, orang itu muncul. Ini kesempatan bagus untuk menyerangnya.”
“Menyerang? Bagaimana?”
“Waktunya untuk menguji racunmu, bukan?”
“Yang tadi saja meleset.” Chen Sisi mengerutkan kening.
Ia merasa Zhen Zhu bukan lawan yang muda. Apa lagi berhasil menghindari jarum beracunnya. Bagaimana mungkin yang kedua kalinya juga akan berhasil dengan mudah?
“Serahkan saja padaku. Aku akan mengalihkan perhatiannya dan ketika waktunya pas, kamu tembakan lagi jarum beracunnya.”
“Sepertinya tidak buruk.”
Chen Sisi mengangguk.
Baiyue kembali keluar dari kereta dan menyerang Zhen Zhu ketika Tianlong Heyu fokus melawan para pembunuh bayaran yang bergegas ke arahnya.
Kemunculan kucing itu lagi-lagi membuat Zhen Zhu penasaran. Apa lagi kucing itu juga menyerangnya tanpa rasa takut sama sekali. Harus diketahui bahwa semua hewan yang tak sengaja bertemu atau berpapasan dengannya, akan lari ketakutan.
“Heh, kucing ini sangat menarik.” Zhen Zhu tersenyum dan tak menganggap serius serangan kucing itu sama sekali.
Hanya saja Zhen Zhu tidak menyadari bahwa Chen Sisi sudah menembakkan jarum beracun ke arahnya. Ketika Zhen Zhu menyadari adanya bahaya tersembunyi, terlambat baginya untuk menghindar. Akhirnya, jarum beracun itu berhasil mengenai lengannya.
Pada saat itu juga, Baiyue menggeram ke arahnya dan segera menghilang di kegelapan. Lebih tepatnya, dia langsung pergi ke ruang gelang giok putih.
“Siapa yang menembakkan jarum ini?” tanyanya pada diri sendiri.
Sayangnya rasa penasaran Zhen Zhu tidak langsung terbayar ketika Tianlong Heyu sudah bergegas ke arahnya. Mau tidak mau, Zhen Zhu hanya bisa menahan rasa sakit di tubuhnya. Ia merasa jika seluruh aliran darah di tubuhnya tersumbat, membuatnya tidak bisa menyerang dengan baik.
Tidak ada racun yang mampu memengaruhi tubuhnya. Tapi kali ini, dia justru terpengaruh oleh racun tak dikenal tersebut.
Tianlong Heyu hanya ingin melihat wajah Zhen Zhu jadi dia fokus menyingkap tudung besar yang menghalangi wajahnya.
Karena Zhen Zhu dalam keadaan kurang waspada karena efek racun mulai bekerja, tudungnya berhasil disingkirkan. Di balik tudung besar itu, terlihat jelas wajahnya yang setengah buruk rupa.
Sebagian wajahnya membusuk dan bola matanya jelas tidak ada.
Tianlong Heyu terkejut. “Kamu …” Ia akhirnya ingat siapa pria itu.
Di kehidupan sebelumnya, pria itu menjadi penasihat putra mahkota yang tak lain Tianlong Zhaobin. Tapi pada waktu itu, wajah Zhen Zhu tidak terlalu buruk meski memang sebagian wajahnya memiliki bekas luka yang cukup mengerikan.
Siapa yang mengira jika dirinya adalah otak dari semua mayat hidup yang ada. Mungkin saat ini, Zhen Zhu belum menjadi penasihat Tianlong Zhaobin karena kaisar masih sehat-sehat saja.
Di kehidupan sebelumnya, ketiak Kaisar Tian jatuh sakit, Zhen Zhu telah menjadi penasihat Tianlong Zhaobin. Bukan hanya mengungkap banyak ide aneh, namun juga sengaja menghancurkan gerbang perbatasan untuk perdagangan antar negara.
Justru karena inilah, mayat hidup banyak tersebar di mana-mana dan bahkan sebagian dari mereka sudah menjadi mayat hidup yang cerdas. Jika dipikirkan lagi sekarang, ini pasti disengaja olehnya.
Zhen Zhu tersenyum padanya. “Tampaknya kamu mengenaliku,” ucapnya.
Tianlong Heyu tidak langsung menyerang Zhen Zhu, yang membuat pria itu sendiri langsung mundur dan bersiap melarikan diri.
“Ha ha … Tianlong Heyu, kita akan bertemu lagi lain waktu,” katanya datar dan segera menghilang ke kegelapan.
Adapun Tianlong Heyu yang masih tidak melakukan apa-apa, membuat Chen Sisi kesal. Para pembunuh bayaran yang sebelumnya dikendalikan Zhen Zhu mulai tak sadarkan diri, bahkan sebagian lagi sudah tewas di tangan penjaga gelap.
Setelah memastikan jika Zhen Zhu benar-benar pergi, Chen Sisi keluar kereta dan menghampiri Tianlong Heyu.
“Kenapa kamu tidak langsung menyerangnya dan malah membiarkannya pergi? Bukankah itu artinya racunku sia-sia?” Nada bicaranya agak tidak menyenangkan.
Tianlong Heyu menepis pikiran dari kehidupan sebelumnya dan melirik Chen Sisi yang menunjukkan ekspresi kesal. Mau tidak mau dia mencubit hidungnya.
“Tidak perlu terbur-buru. Aku hanya ingin memastikan dulu sebelumnya. Sekarang aku tak akan ragu jika bertemu lagi dengannya.”
Mereka akhirnya melanjutkan perjalanan pulang dan membiarkan penjaga gelap membersihkan kekacauan. Karena sebagian dari pembunuh bayaran yang tewas terkena wabah mayat hidup, mau tidak mau mereka membakarnya di tempat yang jauh dari pemukiman.
**
Pada keesokan paginya, Chen Sisi yang sudah tinggal di kediaman Chen mendapatkan kabar dari salah satu penjaga gelap Tianlong Heyu. Pagi ini, Ibu Suri Meng telah menghilang dari istana dingin. Bahkan para pelayan di sana tak ada satu pun yang selamat.
Hal ini membuat Kaisar Tian marah dan memanggil Tianlong Heyu ke istana kekaisaran.
“Hilang? Sepertinya ada yang salah dengan ini,” gumamnya.
Baiyue yang duduk di kusen jendela mengeong. “Sepertinya dia pergi dengan Zhen Zhu.”
“Tapi kenapa pergi begitu saja? Bukankah itu akan membuatnya semakin terekspos?”