Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Crystal Core Elixir In Food


Chen sisi yang sudah berada di dapur mulai menyiapkan segala jenis bahan masakannya. Sebenarnya ini masih cukup pagi. Dan waktu sarapan belum terlalu terburu-buru. Namun karena tidak ada aturan kapan sarapan harus dilakukan, Kakek Yi selalu menunggu Chen sisi bangun lebih dulu.


Kali ini gadis itu bangun pagi dan masih berlarian di halaman, lalu pergi ke dapur untuk memasak, Kakek Yi sedikit khawatir. Dia tidak ingin cucu perempuannya terlalu lelah.


Chen sisi memperkirakan waktu dan harusnya cukup untuk membuat bubur ayam. Namun khawatir kakeknya akan memiliki masalah perut karena telat makan, Chen Sisi membuat tahu goreng tepung lebih dulu untuk mengisi perut.


Bahannya sangat sederhana. Karena di zaman kuno ini tahu putih juga telah dibuat, meski agak berbeda, setidaknya masih dikatakan enak.


Chen Sisi ingin membuat tahu tepung krispi sederhana. Yang dia butuhkan adalah beberapa potong tahu, tepung bumbu serba guna yang dia ambil ruang gelang giok putih, telur, bawang daun, bawang merah dan bawang putih, cabai rawit merah dan merica bubuk.


Potongan tahu dihancurkan lebih dulu, tambahkan tepung bumbu serba guna, irisan bawang merah dan bawang putih, merica bubuk, telur serta potongan daun bawang. Campur menjadi satu. Karana tahu putih rasanya tawar, Chen Sisi menambahkan sedikit kaldu ayam bubuk sebagai penambah rasa.


Takaran tepung bumbu dengan tahu putih disesuaikan sehingga tidak akan terlalu encer saat digoreng.


Selagi minyak dipanaskan, Chen sisi menyiapkan bahan untuk membuat bubur ayam. Karena ada tambahan satu orang di rumah, ia membuat setidaknya cukup untuk makan tiga orang.


Beras yang digunakan membuat bubur segera dimasak dalam panci, beri air dan penyedap rasa. Lalu dia menggoreng tahu krispi lebih dulu hingga semuanya matang.


Untuk pelengkap, Chen Sisi menuangkan saus tomat dalam mangkuk kecil dan membawanya ke tempat di mana kakeknya berada.


"Kakek, Si'er ingin membuat bubur ayam. Nah, makanlah ini dulu sebelum bubur ayamnya selesai dimasak," ucapnya seraya meletakkan sepiring tahu goreng tepung krispi di atas meja.


"Tahu krispi? Si'er, apakah ini tahu putih yang Kakek beli sebelumnya?" tanya Kakek Yi penasaran.


"Ya, Kakek. Selain dibuat sup, tahu putih juga Isa digoreng dengan tepung atau ditumis dengan sayuran lain."


Tianlong Heyu juga penasaran. Dia pernah makan tahu putih. Di istana, tahu putih biasanya digoreng biasa dan makan dengan olahan kecap asin. Atau setidaknya dibuat sup campur pangsit rebus.


Kakek Yi dan Tianglong Heyu memakan tahu krispi itu dengan saus tomat yang lebih asam daripada pedas. Ketika digigit, luarnya garing tapi isinya sangat empuk dan lembut. Aroma bawang daun terasa. Rasanya gurih dan sedikit pedas dari irisan cabai rawit merah tadi.


Ini sangat enak. Berbeda dengan tahu goreng yang dikenal mereka.


Kakek Yi ingin memuji cucu perempuannya tapi gadis itu sudah pergi lagi ke dapur. Dia pun tertawa senang.


"Jika Si'er membuka restoran di ibu kota, aku yakin pasti akan sukses. Tahu goreng krispi ini benar-benar enak. Tidak cukup untuk makan satu." Kakek Yi memakan tahu goreng krispi dengan serius. Lalu melirik piring di depannya.


Tahu goreng krispi yang sebelumnya cukup menumpuk kini mulai menipis. Pri atau itu terkejut. Lalu menatap Tianlong Heyu yang makan lebih cepat darinya.


"Bocah bau (nakal)!! Apakah kamu tidak berniat menyisakannya untukku? Si'er membuatnya untukku!" Kakek Yi memelototinya.


Tianglong Heyu tak bisa menahannya karena tahu goreng krispi itu sangat enak. Dia hampir lupa jika kakeknya makan pelan-pelan seraya menikmati rasa. Lain kali, dia ingin meminta Chen Sisi membuatnya lagi.


Chen Sisi tidak tahu apa yang terjadi di ruangan itu. Dia sibuk membersihkan daging ayam dan menggorengnya, lalu suwir kecil-kecil. Beras yang dimasak dengan air perlahan berubah menjadi bubur.


Lalu tambahkan kaldu bubuk, sedikit merica, potongan bawang daun dan selembar daun salam untuk penambah aroma. Untuk toping, Chen Sisi menggoreng irisan bawang merah, kerupuk, kacang kedelai serta merebus telur. Siapkan juga kecap manis dan sambal goreng polos.


"Perutku mulai berbunyi lagi. Cucu perempuan ku lebih pandai memasak daripada aku." Kakek Yi tidak sabar untuk memakan bubur ayam buatan cucunya.


Tianlong Heyu tidak bicara tapi diam-diam setuju. Masakan Chen Sisi lebih enak daripada koki di istananya sendiri.


Tak lama kemudian, Chen sisi keluar dengan tiga mangkuk bubur di nampan. Semangkuk bubur penuh toping itu membuat Kakek Yi berbinar.


"Ayo coba bubur ayam yang kumasak. Ini cocok untuk sarapan," kata gadis itu.


Dalam semangkuk bubur ayam, ada toping ayam suwir, sepotong telur, irisan daun seledri, bawang merah goreng, kacang keledai goreng, kerupuk, serta sambal goreng dan kecap manis di akhir.


Chen Sisi juga sengaja membuat sedikit kuah kaldu untuk penambah rasa gurih.


Kakek Yi mencobanya sesendok dan rasanya sangat luar biasa. Gurih, agak manis dari kecap dan pedas dari sambalnya. Ia bisa makan bubur ayam tiap pagi mulai sekarang. Belum lagi, makanannya juga mudah dicerna.


"Si'er juga duduk dan makan." Kakek Yi meminta cucunya duduk di sampingnya.


Baiyue yang cukup lama dilupakan kini sudah makan makan sepotong ayam goreng di dekat mereka.


Selama membuat bubur ayam, Chen Sisi sebenarnya telah menambahkan ramuan eliksir inti kristal yang telah diolahnya malam tadi. Dengan resep masakan herbal dari buku kuno, ia berhasil mencampurnya dengan bubur.


Tentu saja sebelum disajikan, Chen Sisi mencobanya sendiri. Dia khawatir ada efek samping tidak baik dari eliksir tersebut. Dan ingin tahu juga apakah rasa bubur ayam akan berkurang atau tidak.


Ternyata dengan penambahan eliksir inti kristal itu, rasa bubur ayam bukan hanya tidak berkurang, tapi semakin enak. Dia awalnya tidak mengerti kenapa bisa seperti itu. Baiyue menjelaskan jika ramuan eliksir inti kristal cocok dibuat jadi makanan. Jadi ditambahkan ke makanan apapun pasti enak.


Setelah sarapan bubur, Kakek Yi tidak menganggur lagi. Dia pergi untuk membuat obat di ruangannya sendiri. Sementara Tianlong Heyu juga harus kembali ke barak militer untuk mengurus tugasnya.


Sebelum pergi, pria itu bertanya pada Chen sisi tentang inti kristal raja serigala semalam.


"Apakah kamu tidak merasa ada sesuatu yang aneh dengan tubuhmu? Aku baru saja selesai membuat eliksir inti kristal tadi malam dan mencampurnya dengan bubur ayam tadi," jelas Chen Sisi.


"Sesuatu yang aneh?" Tianlong Heyu mengerutkan kening.


Sepertinya dia menjadi lebih energik setelah makan bubur. Napasnya menjadi lebih ringan dan mantap lalu rasa sesak di tubuh juga hilang.


Tuhan tahu bahwa Tianlong Heyu memiliki penyakit bunga es di tubuhnya. Dekat dengan wanita manapun atau menyentuh kulitnya saja pasti akan jatuh sakit atau menjadi lemah.


Tianlong Heyu mengangguk. "Memang benar, aku merasa tubuhku jauh lebih nyaman."


"Kalau begitu, jika aku membuka restoran di ibu kota dan menambahkan ramuan eliksir inti kristal ini pada makanan, apakah akan berhasil? Tentu saja mereka tidak akan tahu bahwa ada ramuan tersebut di dalamnya," jelas Chen Sisi memiliki peluang.


Tianlong Heyu tersenyum penuh arti padanya. "Mari bicarakan itu setelah kita tiba di ibu kota. Aku telah meminta izin pada kakek untuk membawamu ke ibu kota awal musim semi nanti."


"..." Pria itu semakin menyebalkan, pikir Chen Sisi.