Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Cause And Effect (1)


Chen Sisi tidak mengatakan apa-apa lagi dan akhirnya pergi dengan Mo Huazhu. Bahkan Baiyue mengikutinya tanpa ragu. Moer sebagai pelayan terdekatnya akhirnya mengikuti. Untuk pertama kalinya Moer pergi dengan Chen Sisi keluar istana. Biasanya dia hanya bertugas di Istana Raja Perang.


Setelah kepergian mereka, Tianlong Heyu tampak jatuh dalam renungan. Dia memikirkan apa yang sebelumnya terjadi. Apa yang menimpa Mo Huazhu menjadi kenyataan. Dan dia juga ingin memastikan apakah semua hal yang ada di mimpinya menjadi nyata atau tidak.


Misalnya ... Tianlong Yuzhao yang akan mengalami kecelakaan saat melintasi jembatan menuju daerah lain. Pria itu harus pergi ke sana untuk mengurus bisnisnya.


"Bi Shi!" panggilnya.


Segera, Bi Shi muncul di hadapan Tianlong Heyu. "Ya, Pangeran!"


"Pergilah ke perbatasan daerah sebelah Utara dan tunggu di dekat jembatan. Jika ada kecelakaan di sana, beri tahu aku," titahnya.


Bi Shi tidak tahu kenapa Tianlong Heyu memintanya menunggu di sana. Tapi dia masih pergi untuk memantau situasi.


Di perbatasan daerah sebelah Utara memang dibatasi dengan sungai besar. Harus melewati jembatan untuk pergi ke sana. Jembatan yang lebar cukup untuk dipakai satu kereta besar lewat. Tianlong Heyu merasa jika sesuatu akan terjadi. Dia ingin memastikannya lebih dulu.


Segera pada sore harinya, Tianlong Heyu menerima berita dari Bi Shi jika kereta yang dinaiki Tianlong Yuzhao mengalami kecelakaan di jembatan. Ternyata, jembatan perbatasan sebelah utara sudah terlalu tua untuk menampung kereta yang terlalu berat hingga akhirnya runtuh.


Untungnya Tianlong Yuzhao membawa banyak pengawal serta penjaga gelap sehingga kecelakaan itu bisa segera diatasi. Meski pada akhirnya Tianlong Yuzhao harus mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perjalanan. Dia mengalami sedikit luka.


Bi Shi juga di sana dan membantu sebelum akhirnya mengirim surat.


Ketika Tianlong Heyu membaca surat itu, dia tertegun untuk waktu yang lama dan sadar jika Chen Sisi sudah kembali dengan Mo Huazhu. Awalnya Chen Sisi ingin memberi tahu jika tempat untuk membuka restoran sudah tersedia. Tapi melihatnya linglung, keduanya bingung.


“Yuyu, apa yang kamu pikirkan? Mungkinkah itu surat dari gadis-gadis bangsawan yang rela merangkak ke tempat tidurmu?” canda Mo Huazhu.


Chen Sisi meliriknya dengan bingung. Bukankah kalian sendiri memiliki hubungan terlarang? Pikirnya. Tapi wajah Tianlong Heyu langsung menggelap ketika mendengar ini.


“Apakah kamu kurang kerjaan sekarang?” Tianlong Heyu membakar surat yang dikirim Bi Shi sebelumnya.


“Tidak, tidak. Aku sangat lelah,” jawab Mo Huazhu segera. Dia ingin mengeluh. “Aku hanya bercanda. Jadi apa yang kamu lakukan sekarang? Ekspresimu tidak enak dipandang.”


Tianlong Heyu tidak menyembunyikan apa yang disampaikan Bi Shi dalam surat itu. Karena dalam waktu dekat, Tianlong Yuzhao memang akan segera kembali. Beritanya tentang kecelakaan di jembatan perbatasan sebelah utara akan menyebar sebelum pagi besok.


Mo Huazhu dan Chen Sisi terkejut. Keduanya berpikir jika Tianlong Heyu sedikit linglung mungkin karena kecelakaan Tianlong Yuzhao. Gadis itu berbisik pada Mo Huazhu.


“Apakah keduanya begitu penyayang?”


Mo Huazhu menggelengkan kepala. “Tidak terlalu. Ini agak mengejutkanku,” bisiknya kembali.


Tianlong Heyu tidak mau membahas tentang kecelakaan Tianlong Yuzhao. Dia hanya perlu menunggu kabar berikutnya.


“Apakah lokasinya sudah dipilih?” tanyanya.


“Ya. Kondisinya bagus. Tempatnya memang kurang strategis tapi nyaman untuk membuat tenda di halaman sehingga pelanggan bisa menikmati makanan di luar,” jelas Chen Sisi. Ia memang memiliki pemikiran ini.


Ini seperti warung tenda di zaman modern. Bedanya, warung tenda ini dibuat di luar restoran sehingga pelanggan tidak akan merasa bosan atau kepanasan.


“Apakah uangnya cukup?”


“Tentu saja tidak. Kamu akan mengisi lubangnya (membayar sisa uang).” Chen Sisi berkata dengan percaya diri.


Tianlong Heyu tidak mencibir atau pelit kali ini. Dia tersenyum dan terlihat sangat murah hati. “Kalau begitu ambil dari pembendaharaan istanaku. Ayah kaisar akan menyiapkan sisanya.”


Chen Sisi dan Mo Huazhu terkejut dan hampir tak mempercayai perkataannya. Di mata keduanya. Di mata keduanya, Tianlong Heyu bisa dikatakan sebagai orang yang pelit. Apakah ada yang salah dengannya kali ini? Chen Sisi merasa jika Tianlong Heyu berubah setelah demam.


“Kamu sangat murah hati,” gumam Mo Huazhu.


Tianlong Heyu mendengkus. “Ini sudah sore, kembalilah,” katanya mengusir pria itu.


“Tidak bisakah aku makan di sini?” Mo Huazhu melihat ekspresi Tianlong Heyu semakin tidak menyenangkan, akhirnya menyerah. “Kalau begitu aku akan kembali dulu.”


Dia segera melarikan diri sebelum Tianlong Heyu memikirkan sesuatu yang buruk untuk mempersulitnya. Chen Sisi juga harus kembali dan membuat makan malam. Namun Tianlong Heyu tidak ingin menyusahkannya. Gadis itu juga pasti lelah setelah berjalan seharian di luar.


“Buat saja mie telur yang biasa kamu masak. Aku tidak terlalu nafsu makan hari ini,” katanya.


“Baiklah.”


Meski Chen Sisi masih bingung dengan apa yang terjadi, dia tidak terlalu memikirkannya. Dia kembali bersama Baiyue ke halamannya sendiri dan mulai bicara diam-diam. Moer sendiri sudah pergi menyiapkan air panas untuknya mandi.


“Apakah kamu merasa ada yang salah dengan pria itu? Kenapa aku merasa dia kerasukan?” ucapnya tiba-tiba.


Baiyue tidak terlalu menghiraukan ini dan pura-pura tidak tahu apapun. “Mungkin dia jatuh cinta padamu.”


Tanpa diduga, Chen Sisi mendengkus. “Imajinasimu sangat kaya!”


Baiyue menghela napas tidak berdaya. Sungguh tidak berhasil membuat gadis ini tertarik dengan Tianlong Heyu. Keputusannya untuk memulai dari pria itu sangat tepat. Tianlong Heyu mungkin sudah menebak beberapa hal dalam hatinya. Jika tidak, dia tak akan memedulikan kecelakaan Tianlong Yuzhao sama sekali.


Chen Sisi tidak memikirkan ini lagi dan segera membersihkan diri sebelum akhirnya pergi ke dapur kecilnya untuk membuat dua mangkuk mie telur. Tentu saja mie yang dipakainya masih mie instan tapi sudah dibuka dari bungkus aslinya. Jika tidak, urusannya akan merepotkan.


Belum lagi di zaman ini belum ada yang namanya sampah plastik sama sekali.


Chen Sisi menyeduh mie instan dan telur di atasnya yang dibuat setengah matang. Lalu di panci lain merebus beberapa sayuran hijau. Kali ini mie instan rasa soto yang tidak terlalu kental dengan bumbu. Rasanya tidak akan terlalu berat di lidah Tianlong Heyu.


Setelah matang, semuanya ditata dengan rapi. Tambah irisan tomat dan potongan daging ayam goreng sebagai topping tambahan. Tianlong Heyu tidak makan cabai jadi dia tidak menambahkan irisan cabai. Terakhir, potongan jeruk limau plus koya.


Ketika waktu makan tiba, dia meminta Moer untuk membawanya ke ruang makan di tempat Tianlong Heyu. Tapi dia terkejut melihat pria itu datang sendiri ke halamannya.


“Kenapa kamu di sini?"


"Aku ingin makan di sini."


Chen Sisi tidak bisa mengusirnya. Tianlong Heyu adalah tuan rumah, jadi lupakan saja. Bahkan jika pria itu ingin makan di hutan sekalipun, tak ada yang bisa menghentikannya.