Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Why Can He Be Invulnerable?


Baiyue sedikit berpikir saat ini. Tianlong Zhaobin memang mencurigakan saat ini. Menurut Baiyue, aura Tianlong Zhaobin hampir mirip dengannya.


"Menjauhlah darinya di masa depan. Pria ini memiliki kekebalan tubuh yang luar biasa terhadap wabah mayat hidup."


"Apakah itu aneh?" tanya Chen sisi. "Bukankah aku juga sama?"


Baiyue memutar bola matanya. "Tentu saja tidak sama. Kamu bisa kebal terhadap wabah menular itu karena aku. Tapi dia karena hal lain. Aku belum tahu pasti tapi dia kebal terhadap wabah mayat hidup."


Artinya, Baiyue butuh waktu untuk mencari tahu. Tapi tidak sesingkat itu. Tampaknya Tianlong Zhaobin ini seperti sesuatu yang dikecualikan.


Chen Sisi tidak banyak bertanya. Tianlong Heyu sudah menginterogasi semua pengikut Tianlong Zhaobin. Akhirnya ada satu kesimpulan, seekor ular mayat hidup bersembunyi di hutan ini.


Selir Tianlong Zhaobin masih berkeliaran. Tidak ada yang tergigit saat ini. Tapi bukan berarti kelompok lain tidak tahu.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu dari mereka.


"Hanya bisa menunggu sampai matahari terbit. Jangan berkeliaran jauh dan berhati-hatilah." Tianlong Heyu tidak ingin ada kecelakaan lain di tempat perburuan musim semi.


Seberapa benci nya Tianlong Zhaobin pada Tianlong Heyu, ia tak akan membuat dirinya sendiri dalam masalah saat ini. Kemunculan mayat hidup di area perburuan musim semi jelas bukan masalah sepele.


Tianlong Zhaobin juga tahu konsekuensinya. Orang yang menjadi mayat hidup itu adalah selirnya. Jika kesalahan ini dipaku ke kepalanya, Kaisar Tian pasti akan memberi hukuman.


Karena itu, mengikuti Tianlong Heyu lebih baik saat ini.


"Saudara Kedelapan, kami melihat ada banyak ular putih yang berkeliaran! Mereka sepertinya mengepung kita!" Tianlong Sina memperhatikan sekitar saat mereka mengobrol.


Mo Huazhu, Chen Yelang dan Tianlong Yuzhao juga khawatir saat ini. Tidak ada ular berwarna putih selama ini. Jikalau ada, tentu saja pasti ular jadi-jadian.


Orang-orang di zaman kuno ini sangat percaya dengan hal-hal seperti itu. Tak terkecuali Chen Sisi sendiri. Ular putih kerap menjadi siluman di dalam cerita horor maupun dracin. Di zaman ini, tampaknya menjadi mayat hidup bukan?


Mereka semua fokus mendengarkan semua suara sekitar. Ada desisan ular di sekitar mereka. Bukan hanya satu melainkan puluhan?


"Sepertinya mereka menunggu untuk ini," gumam Chen Sisi.


Tak lama, semua ular putih akhirnya muncul. Semua ular bermata merah, jelas bukan lagi ular hidup sungguhan. Baiyue menggeram ke arah ular-ular itu.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" Tianlong Sina bisa dianggap pengecut. Dia mulai merapatkan diri ke tubuh Chen Sisi. "Si'er, kita pasti akan menjadi mayat hidup di sini."


Sudut mulut Chen Sisi berkedut. "Tidak akan. Kita semua akan baik-baik saja."


Ia kebal terhadap wabah ini. Tak terkecuali Tianlong Zhaobin sendiri yang tidak menyadarinya.


Tianlong Heyu tetap memasang ekspresi datar. "Tentu saja membunuhnya."


Yang lain juga mengangkat senjata dan akhirnya melawan ular putih seukuran pergelangan tangan anak-anak. Seberapa takutnya Tianlong Zhaobin saat ini, ia juga pandai ilmu pedang. Jangan mau kalah, ia mengangkat pedang dan menebas ular.


Chen Sisi memperhatikan dengan saksama. Ia berada di belakang Tianlong Heyu yang melindunginya. Dari awal hingga akhir, Tianlong Zhaobin tidak diincar oleh ular-ular itu.


Apa yang terjadi? Kenapa hanya Tianlong Zhaobin yang tidak diincar?


Chen Sisi dan Baiyue bingung namun jawabannya tidak ada di tempat. Bukankah Tianlong Zhaobin terlalu jahat hingga wabah ini tidak mau mendekatinya?


"Nona Chen, bisakah kamu membalutku lagi. Kepalaku agak pusing setelah kehilangan banyak darah," kata Tianlong Zhaobin.


Seberapa enggannya Chen Sisi, dia masih maju untuk membalut lukanya yang belum sempat dia ikat sebelumnya. Tianlong Zhaobin tidak berbohong kali ini. Dia memang sedikit pusing.


"Nona Chen ... Pangeran digigit selirnya yang berubah gila sebelumnya. Apakah dia ... dia akan menjadi seperti mereka juga?" tanya salah satu dari mengikuti Tianlong Zhaobin.


“Aku tidak akan menjadi mayat hidup. Bukankah ini hanya digigit? Aku tidak sakit sebelumnya,” kata Tianlong Zhaobin kesal dengan pertanyaan mereka.


Tidak bisakah mereka melihat jika dirinya baik-baik saja saat ini? Ia sangat beruntung dalam hidupnya. Begitulah kata Ibu Suri Meng.


Chen Sisi menggelengkan kepala. Dia mencoba membuat alasan yang membuat mereka mengerti.


"Wabah ini akan langsung menyerang otak dan jantung. Tapi Pangeran Keenam baik-baik saja sampai sekarang. Jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," jelasnya.


Mereka akhirnya menghela napas lega. Tianlong Zhaobin memelototi mereka. Ia pura-pura semakin pusing dan jatuh ke tubuh Chen Sisi. Gadis itu kurang siap karena sibuk membalut lukanya. Tidak menduga jika Tianlong Zhaobin akan jatuh ke pelukannya.


Untuk sementara waktu, Chen Sisi tidak tahu harus mendorongnya atau tidak. Agak tidak sopan jika tiba-tiba saja mendorongnya begitu saja. Bukankah dia akan didakwa karena tidak sopan terhadap putra mahkota?


Tanpa menunggu dirinya sendiri membuat keputusan, Tianlong Heyu sudah menyentil dahi Tianlong Zhaobin dan mencibir.


“Saudara Keenam harus mengingat reputasi saudara perempuannya sendiri,” katanya.


“Kamu—" Tianlong Zhaobin menyentuh dahinya yang kesakitan dan memelototi Tianlong Heyu.


Jelas ia lebih dua darinya. Kenapa aura Tianlong Heyu seperti kakak laki-laki yang mengajar adiknya?


Chen Sisi menghela napas lega. Untungnya dia tak perlu melakukan tindakan apapun. Akan lebih merepotkan jika Tianlong Zhaobin menargetkannya di sini. Belum lagi orang yang memberinya racun pada makanan adalah pria itu!


Bau busuk langsung tercium ketika angin bertiup. Mereka tak tahan dengan bau busuk dari darah hitam ular putih itu.


“Ayo pergi dari sini. Di mana kuda kalian?” tanya Tianlong Yuzhao.


“Itu … kuda kami lari ketakutan sebelumnya.” Salah satu dari mereka menjawab ragu-ragu, menyesal dalam hatinya.


Bagaimana mereka akan melanjutkan perburuan jika tidak ada kuda untuk membawa mereka? Berjalan kaki sungguh tidak mungkin.


Pada akhirnya, Tianlong Zhaobin dan pengikutnya pergi dengan kelompok Chen Sisi. Mereka kembali ke tempat semula. Kuda mereka masih ada dan api unggun juga masih menyala. Sepertinya tak ada tanda-tanda selir putra mahkota yang datang ke tempat mereka.


Namun Tianlong Heyu tak bisa duduk diam ketika ada bencana seperti ini. Dia hanya mengirim surat pada Kaisar Tian tentang kondisi saat ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di Istana Kekaisaran saat ini, Kaisar Tian mendapatkan surat dari Tianlong Heyu. Setelah membaca isinya, ia terkejut sekaligus khawatir. Kemunculan mayat hidup di hutan perburuan sangat aneh. Ia merasa seharusnya sudah lama ada di sana. Lalu kenapa tidak pernah menyerang?


"Apakah ada keanehan malam ini?" tanyanya pada para bawahan.


Yang lain menggelengkan kepala. Salah satu jenderal akhirnya bertanya. "Yang Mulia, apakah ada sesuatu?"