
Setelah apa yang terjadi malam tadi, Tianlong Heyu dan Chen Sisi menjadi lebih dekat. Walaupun keduanya tidak terlalu sering mengobrol atau berkumpul, para bawahan dan pelayan di istana tahu jika tuan mereka memperlakukan Chen Sisi dengan berbeda.
Apa lagi setelah malam yang membuat siapapun memerah, mereka yakin Tianlong Heyu akan segera menjadikan Chen Sisi sebagai istri.
Lagi pula semuanya tahu bahwa Tianlong Heyu yang datang ke halaman Chen Sisi dan adegan itu terjadi. Bi Yan dan Bi Shi sendiri paling tahu. Tuan mereka terkena efek dupa musim semi sehingga harus melampiaskannya.
Padahal mereka yakin Chen Sisi memiliki penawar untuk obat musim semi. Namun mungkin bukannya tidak mau, tapi tuan mereka yang mengambil langkah untuk menggulung selimut.
Kaisar Tian baru tahu ini sejak diberitahu oleh Tianlong Heyu sendiri. Keduanya mengobrol di ruang belajar kekaisaran.
"Jadi kamu benar-benar ingin menikahi Chen Sisi?" Kaisar Tian terkejut, menatap putranya dari atas hingga bawah.
Jika pensiunan kaisar tahu ini, bagaimana reaksinya?
Kaisar Tian berniat untuk mencari peluang menjodohkan Chen Sisi dengan beberapa pemuda berbakat di ketentaraan. Tentu saja pasti akan memberitahu Tianlong Heyu tentang ini.
Siapa tahu, belum bertindak saja sudah menerima kejutan seperti ini.
"Ya. Aku harap Ayah Kaisar akan memenuhi keinginan putramu ini," jawab Tianlong Heyu tidak dingin atau hangat.
Kaisar Tian tidak tahu harus berkata apa. Bukannya tidak menyetujui masalah ini. Hanya saja ....
"Lalu masalah di pihak kakekmu ..." Kaisar Tian melihat tatapan dan senyum Tianlong Heyu yang penuh arti. Mau tidak mau merasakan firasat buruk di hatinya.
Tianlong Heyu akhirnya berkata. "Nah, tolong pada Ayah Kaisar untuk menyampaikan maksud putramu ini pada kakek nanti. Jika bilang kalau putramu dijodohkan dengan Si'er oleh Ayah Kaisar, tentu kakek tidak akan terlalu marah."
Benar saja, Kaisar Tian tidak tahu apakah harus memarahi atau memukul putranya lebih dulu. Ini sama saja dengan melemparkan bom waktu padanya. Biarkan Kakek Yi marah padanya? Lalu putranya bersih dari tuduhan melecehkan cucu perempuannya yang berharga?
"Kamu—" Kaisar Tian menatapnya dengan kemarahan yang jelas tapi tidak benar-benar ingin membencinya.
"Jika bukan karena wanita yang menyerupai Si'er dikirim ke tempat tidur putramu tadi malam, mungkin masalah cinta bawah tanah ku (tersembunyi) tidak akan terungkap lebih awal. Karena Ibu Suri Meng begitu tidak sabar, putramu bertindak lebih awal," jelas Tianlong Heyu tanpa memperhatikan kemarahan Kaisar Tian.
Mendengar ini, akhirnya Kaisar Tian mendesah panjang. Bersandar di punggung kursi dan ekspresinya kelelahan.
"Masalah wanita tua itu, kamu telah dianiaya. Aku bahkan tak bisa berbuat banyak saat ini. Dia tampaknya telah menyembunyikan sesuatu selama ini yang membuatku tidak bisa berbuat apa-apa," jelasnya jujur.
Bukannya takut menghadapi Ibu Suri Meng yang telah membesarkannya sejak kecil. Tapi karena khawatir wanita tua itu akan melakukan serangan diam-diam. Jadi ia membiarkannya tinggal di istana dingin.
Belum lagi, masalah wabah mayat hidup masih belum teratasi. Berapa banyak negara yang telah jatuh selama ini. Dan negaranya sendiri masih baik-baik saja sekarang, merupakan hal yang harus disyukuri.
"Baiklah, masalah hubungan dengan Si'er, aku akan mengurusnya setelah kakekmu kembali. Tapi sebelum itu, bukankah dia harus kembali ke rumah Chen lebih dulu?"
"Ya, masalah ini, aku akan mengajak Si'er ke perjamuan keluarga Chen dalam waktu dekat."
Kaisar Tian mengangguk. "Itu memang ide yang bagus. Tapi kamu harus berhati-hati. Saat tahu kamu dan gadis itu bersama, wanita tua itu pasti akan lebih marah."
"Putramu tahu itu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di halaman istana dingin Ibu Suri Meng, para pelayan terlihat sangat pucat. Pagi tadi, mereka melihat seorang wanita digantung di gerbang istana dingin Ibu Suri Meng. Kondisinya tanpa pakaian, membuat mereka lngsung ketakutan.
Ketika Ibu Suri Meng melihatnya sendiri, ia hampir jatuh pingsan karena amarah.
Itu artinya, Tianlong Heyu tahu jika wanita ini dikirim darinya. Sekarang ia memastikan jika Tianlong Heyu memang sembuh dari racun bunga busuk. Bahkan tidak takut untuk membunuh orang yang dikirimnya.
"Tianlong Heyu benar-benar tahu!" geram Ibu Suri Meng menahan amarah. "Buang dan jangan sampai ada yang tahu ini!"
Penjaga gelap Ibu Suri Meng segera membawa mayat wanita tersebut dan pergi ke tempat yang bagus untuk membuang mayat.
Untungnya istana dingin jauh dari istana utama sehingga tidak akan menimbulkan keributan. Tapi bukan berarti penjaga rahasia kekaisaran tidak tahu. Hanya saja mereka tidak mau ikut campur.
Ia sudah mengirim banyak pembunuh bayaran untuk melenyapkan nyawa gadis itu. Tapi gagal. Sekarang ia mencoba untuk memulainya dari Tianlong Heyu, tapi juga gagal!
Apakah kehadiran gadis itu menjadi penyebab utamanya?
"Seseorang yang akan mengubah Negara Tiankong? Aku ingin tahu apakah kamu memiliki keberanian, gadis kecil!" gumamnya seraya menggertakkan gigi.
Jika Chen Sisi ada di depannya, ia pasti sudah menusuknya dengan seribu tatapan kematian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa hari kemudian, Kakek Yi memang datang tapi tidak langsung pergi ke tempat Tianlong Heyu. Sebagai pensiunan kaisar, tentu saja Kakek Yi pergi ke istana untuk menemukan kaisar dan melihat seperti apa istana kekaisaran saat ini.
Pada hari yang sama juga, jamuan kecil keluarga Chen diadakan.
Tianlong Heyu pergi dengan Chen Sisi ke rumah keluarga Chen. Ada beberapa orang yang sudah tiba di sana. Termasuk Mo Huazhu bersama Tianlong Sina.
"Si'er!" Tianlong Sina dengan antusias meraih tangan Chen Sisi untuk mengajaknya makan camilan bersama.
Tianlong Heyu tidak menjaganya kali ini. Dia mencari keberadaan Chen Yelang. Mo Huazhu tampaknya tahu apa yang sedang dicarinya.
"Dia pergi bersama Tianlong Yuzhao untuk mengundang pangeran pertama."
"Tianlong Kaiyun juga datang?"
"Dia datang untuk membahas sesuatu dengan Chen Haomin."
Chen Haomin adalah nama ayah Chen Yelang.
Tuan dan Nyonya Chen menyambut para tamu undangan yang hadir. Mereka mengadakan jamuan sederhana di halaman belakang yang terdapat gazebo dan kolam ikan yang cukup luas. Pemandangannya sangat indah.
Ketika Nyonya Chen melihat seorang gadis yang memiliki kemiripan dengan dirinya, jantungnya berdetak kencang. Ia mencolek lengan suaminya.
"Suamiku! Coba lihat, itu .. itu Yu'er. Yu'er ku," gumamnya sedikit gemetar.
Tuan Chen terkejut dengan reaksi istrinya dan buru-buru menenangkan. Ia membawanya ke sisi lain yang lebih tenang. Lalu meminta tamu yang hadir untuk menikmati aneka kue lebih dulu.
"Lanlan, tenanglah." Tuan Chen merangkulnya.
Keduanya juga melihat Chen Sisi yang sedang mengobrol dengan Tianlong Sina. Kali ini lebih jelas daripada sebelumnya. Ini memang mirip dengan istrinya.
"Tunggu Xiaolang kembali dan membahas masalah ini. Jika gadis itu tidak keberatan untuk membahas masalah keluarga kelahirannya, maka itu bagus."
"Ya, benar." Nyonya Chen mengangguk. Ia menatap Chen Sisi dengan penuh kasih sayang. Ia yakin nalurinya sebagai seorang ibu.