Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
The Queen of Hefei worries


Kaisar Tian menggelengkan kepala. "Tidak mudah untuk memasak. Melihat hasilnya saja, aku tahu kamu telah bekerja keras."


Dia tertawa ringan dan tak perlu menunggu lama untuk mengambil sumpit, mencoba bakwan kembang kol.


“Oh, bagi orang yang tidak suka makan sayur, bakwan ini menjadi alternatif yang bagus,” katanya sambil menganggukkan kepala.


Karena Kaisar Tian sudah mengambil sumpit dan makan pertama, mereka pun menyusul. Tianlong Sina mencicipi bakwan dalam gigitan besar.Matanya berbinar.


Enak sekali. Rasanya gurih dan renyah.


Chen Sisi tidak terkejut saat memakannya sendiri. Dia menjelaskan dengan sabar.


"Aku tambahkan santan kelapa sehingga rasanya lebih gurih."


"Ternyata sangat kelapa bisa dijadikan campuran makanan seperti ini. Kelapa sulit didapat di daerah Utara. Mungkinkah hanya ada di selatan saja?" tanya Ratu Mo.


Chen Sisi menggelengkan kepala. "Entahlah, aku kurang tahu tentang ini. Sepertinya begitu."


Lagi pula di daerah selatan, suhunya lebih hangat. Singkong dan umbi-umbian bisa tumbuh di sana. Kemungkinan besar kelapa juga tumbuh di sana.


"Nah, cobalah nasi goreng hati ampela buatanku. Aku yakin kalian tidak pernah memakannya." Chen Sisi bangga saat memperkenalkan makanan tersebut.


Di zaman modern, makanan ini mungkin cukup populer di beberapa negara. Tapi khusus di negaranya yang ada di Asia Tenggara, nasi goreng hati ampela sangat digemari.


Rasa rempah yang khas ditambah kecap manis, membuat cita rasanya istimewa.


Keempat orang itu akhirnya teralihkan dari bakwan kembang kol yang renyah dan gurih. Bahkan ada sup sayur bening juga.


"Ini nasi kan?" Kaisar Tian bingung saat melihat nasi yang digoreng.


"Benar. Tidak menyangka bukan?" Chen Sisi mengangguk.


"Ya, memang." Ratu Hefei terkejut."Kalau begitu, aku akan mencobanya."


Ratu Hefei serta yang lain juga mencicipinya. Masaknya dengan acar mentimun yang segar dan sedikit asam ternyata sangat cocok di lidah.


"Oh ... Ini lebih enak lagi!" Tianlong Sina tak bisa menahan diri untuk memuji dengan mulut penuh.


"Nana, jaga etiket di meja makan!" Ratu Mo berterima kasih kepada putrinya.


Tianlong Sina sedikit malu. Dia lupa juga di sini masih ada Kaisar Tian.


Kaisar Tian tertawa senang. "Jangan sungkan. Makanlah dengan santai. Ini bukan jamuan resmi, tidak ada aturan."


Sungguh jarang sekali dia bisa makan dengan ketenangan pikiran.


Nasi goreng hati ampela di piring mereka langsung dimakan habis tanpa sisa. Bahkan bakwan kembang kol juga habis. Kemudian mereka mencuci mulut dengan sup sayur bening.


Ratu Mo yang menyarankan untuk tidak makan banyak tanpa sadar makan semuanya. Ia terkejut setelah melihat piringnya kosong.


"Aku tidak menyangka jika masakan Putri Chen sangat enak. Entah kenapa aku merasa badanku lebih enak setelah makan?"


"Ya, aku juga. Aku sangat lelah karena mengurus Harem. Sekarang berbahaya segar kembali." Ratu Hefei mengangguk setuju.


Bahkan Tianlong Sina juga merasakannya. "Aku berkuda dan memanah hari ini. Tangan dan kakiku sakit. Tapi sekarang rasanya tidak sakit lagi."


Kaisar Tian juga sama. "Aku tidak merasa lelah hari ini."


Mereka langsung menatap Chen Sisi dengan keingintahuan. Tentu Chen Sisi tidak menyembunyikannya.


"Saya sudah belajar membuat makanan obat sebelumnya. Saya menambahkan obat herbal dalam masakan. Kalian tidak merasakannya?"


Chen Sisi sedikit terkejut. Baiyue yang sejak awal diam saja tak jauh dari keberadaan mereka mulai menjelaskannya di pikiran Chen Sisi.


"Artinya tingkat kemampuan masakan obatmu telah meningkat banyak. Selamat."


Chen Sisi memang menambahkan bahan obat yang berbeda ke dalam masakannya secara diam-diam. Bahkan para koki di sana sebelumnya tidak tahu sama sekali.


Ternyata seperti itu....


"Aku memang mendengar jika restoranmu telah membuat masakan obat. Setelah merasakannya sendiri, ini layak dihargai." Ratu Hefei mengangguk.


"Kayaknya aku harus sering-sering memesan makanan obat dari sana untuk membuat rumit yang lelah," kata Ratu Mo.


"Huh, sayangnya putraku tidak tahu kemana. Aku sangat tidak beruntung bisa mencicipi masakan Putri Chen." Ratu Hefei langsung tertawa jahat.


“Bukankah dia masih dalam perjalanan menuju negeri seberang?” tebak Ratu Mo.


Akhirnya Ratu Hefei mengingat hal itu dan langsung khawatir. “Benar.Aku harap dia baik-baik saja.”


Tianlong Yuzhao suka sekali berdagang dia telah melewati banyak rintangan di jalan ini. Tapi ia juga menghasilkan banyak uang hingga kekaisaran saja sering menggunakan keuangannya untuk memenuhi kebutuhan negara.


Sebagai seorang pangeran, tentu saja Tianlong Yuzhao juga dihormati oleh banyak pedagang besar lainnya. Terutama dari luar negara dan luar pulau.


Beberapa hari yang lalu, Tianlong Yuzhao pergi ke negeri seberang yang terpisah oleh lautan.Ada perdagangan yang menguntungkan baginya. Namun karena robohnya benteng pertahanan, Ratu Hefei berulang kali memintanya untuk tidak pergi.


Bukan Tianlong Yuzhao namanya jika menuruti kata-kata ibu ratunya. Dia tetap pergi diam-diam hingga Ratu Hefei sangat marah dan memecahkan barang.


"Saudara ketujuh pergi?" Chen Sisi terkejut.


"Benar! Huh! Dia pergi diam-diam. Saat pengawal gelap ayah kaisar memeriksanya, dia sudah berlayar." Tianlong Sina menjawab dengan nada jengkel.


Chen Sisi merenung. Jika Tianlong Yuzhao pergi ke pantai lautan, artinya kondisi di sisi lain tidak terlalu buruk.


Para mayat hidup hanya berkumpul di daratan dan lebih fokus untuk menghancurkan benteng perbatasan.


Setelah benteng perbatasan roboh, semua mayat hidup itu langsung terbenam dan diam-diam berbaur dengan banyak orang. Penyamaran mereka sudah setara dengan Yin Shuang sebelumnya.


Chen Sisi tidak menyangka jika Zhen Zhu akan mampu melakukan ini. Membuat semua mayat hidup menjadi pintar berkamuflase layaknya manusia biasa, membutuhkan energi yang besar.


Sebagai otak utama tubuh hidup, Zhen Zhu tergolong kuat.


Baiyue mengeong. Dia juga berkata bahwa ini cukup merepotkan.


"Butuh sebulan untuk melakukan perjalanan ini. Anak itu—aku tidak tahu harus berkata apa lagi!" Ratu Hefei secara alami sangat khawatir dalam hatinya.


Sudah ada beberapa pangeran dan putri yang sebelumnya meninggal karena kecelakaan atau wabah mayat hidup. Jika Tianlong Yuzhao menjadi korban selanjutnya, maka Ratu Hefei akan sangat terpukul.


Kaisar Tian segera menenangkannya. "Jangan khawatir. Apalagi jika anak itu ceroboh, dia tidak lemah. Dia juga sama sepertiku."


Sudut mulut Ratu Mo berkedut sedikit. Ini memang sama. Meski terlihat ceroboh, Tianlong Yuzhao bukanlah pria yang bodoh dan terlihatnya.


Setidaknya di mata pangeran lainnya atau orang lain, Tianlong Yuzhao seperti pangeran yang gila uang dan perdagangan. Namun di balik itu semua, dia bisa bertarung cukup imbang melawan Tianlong Heyu.


Setelah menenangkan Ratu Hefei, mereka menghabiskan bola-bola bihun sebelum akhirnya beristirahat.


Chen Sisi harus kembali ke rumah Chen dan tidak menginap di istana. Ia tidak ingin orangtuanya khawatir dengan keadaannya di istana kekaisaran.


Oleh karena itu, ia kembali cukup larut setelah dikawal oleh pengawal istana kekaisaran.