Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Weird Dream, Previous Life?


Ciuman keduanya menjadi berat dan lebih bersemangat. Tidak perlu belajar. Pikiran keduanya seperti menuntun secara alami. Tautan bibir mereka berakhir setelah merasa puas.


Namun Tianlong Heyu langsung mencecap lehernya dan menggigit lembut daun telinganya.


Chen Sisi juga tidak tahu mengapa dia menikmatinya. Ia memejamkan mata, membiarkan Tianlong Heyu mencecap lehernya berulang kali hingga berakhir dengan menanggalkan pakaian.


"Si'er, raja ini merindukanmu," bisik Tianlong Heyu.


Keduanya jatuh ke tempat tidur dan ....


......................


Pada tengah malam, Chen Sisi yang telah tertidur pulas mengerutkan kening dalam tidurnya. Ia berkeringat dingin di pelukan Tianlong Heyu, seperti mengalami mimpi buruk.


Dalam mimpi, Chen Sisi seperti berada di satu tempat, lalu adegannya terus berubah. Mulai dari bertemu Tianlong Heyu, kembali ke keluarga Chen, menikah dengan pria itu serta ... keduanya yang tak bisa menyempurnakan kamar pernikahan.


Dalam mimpi, Tianlong Heyu memiliki racun bunga busuk. Saat ia mendekat, Tianlong Heyu akan bereaksi dan menjauh darinya. Bukan karena tidak mau dekat tapi terpaksa tidak bisa dekat.


Keduanya hanya bisa mengobrol jauh.


Hingga pada suatu hari, ia mengalami kecelakaan bersama keluarga Chen setelah kaisar baru naik takhta. Tianlong Heyu berada di perbatasan Utara dan tidak bisa menyelamatkannya.


Hingga saat Tianlong Heyu datang untuk menyelamatkannya, sudah terlambat. Chen Sisi seperti mengalami kematian yang menyesakkan. Ia ingin menggapai Tianlong Heyu, tapi rasanya seperti ada penghalang yang selalu memisahkan keduanya.


"Yu'er ... Maaf, Raja ini terlambat!" Suara serak Tianlong Heyu menggema di kepalanya.


Terkejut, Chen Sisi terbangun dari mimpi buruknya dalam keadaan setengah terperanjat. Ia tertegun dengan mimpi aneh yang dialami. Karan ia terbangun tiba-tiba, Tianlong Heyu juga langsung bangun.


"Yu'er, apakah kamu bermimpi buruk?" Tianlong Heyu menyeka keringat dingin di dahi gadis itu. "Malam ini hujan turun deras. Kamu pasti terkejut dengan suara gemuruh."


Hujan?


Chen Sisi akhirnya menyadari jika suara hujan deras di luar bercampur gemuruh menghantui malam. Ternyata hujan berpetir turun untuk pertama kalinya setelah musim semi tiba.


Ia masih memikirkan mimpi buruk tadi. Kenapa rasanya dia telah melewati semua itu di masa lalu? Apa yang sebenarnya terjadi?


"Aku bermimpi buruk," katanya.


"Itu hanya mimpi buruk. Tidak apa-apa. Kamu telah memikirkanku sepanjang waktu, tidak apa-apa."


Pria itu terlalu percaya diri. Membuat Chen Sisi tidak mau berkata lagi.


"Tapi ... rasanya seperti nyata. Seperti telah melewati di masa lalu." Chen Sisi ragu untuk bercerita.


"Apa yang Si'er mimpikan?" Tianlong Heyu merapikan poninya yang sedikit basah.


"Aku bermimpi, kita menikah tapi tidak memiliki akhir yang bahagia."


Tianlong Heyu tertegun dan tangan yang merapikan poni gadis itu sedikit kaku. Namun dia mencoba untuk menutupinya dengan baik.


"Semua itu hanya mimpi. Kita tidak mungkin memiliki akhir seperti itu," ucapnya.


"Mungkinkah itu mimpi kehidupan sebelumnya? Bukankah kamu pernah bertanya tentang kehidupan masa lalu?"


"Ya, memang. Tapi, bukankah semua mimpi selalu tidak ada artinya? Kita akan selalu bersama dan tidak mungkin terpisahkan."


Ia lebih suka Chen Sisi tidak memiliki mimpi itu sama sekali. Dia tidak mau membuatnya sedih akan kehidupan sebelumnya.


Tianlong Heyu mengecup keningnya. "Tidurlah."


Namun karena Chen Sisi berada di pelukannya, bergerak sedikit, membuat pria itu kembali mendapatkan lonjakan api. Tianlong Heyu menegang. Kelembutan di tangannya seperti sengaja merayunya lagi.


"Ugh ... Si'er, apakah kamu sengaja menggodaku sekarang?" bisiknya mulai bernapas agak berantakan.


Chen Sisi bingung. Dia hanya ingin mengubah posisi tidurnya agar lebih nyaman. Tidur di pelukan Tianlong Heyu, khawatir membuat pria itu tidak nyaman.


"Aku hanya berpindah posisi. Apakah lenganmu tidak sakit karena menjadi bantalku sejak tadi?"


"Ini tidak sakit." Tianlong Heyu tak bisa menahan diri lagi dan kembali menindihnya. "Si'er ..." Ia mencium bibirnya.


"Apa yang kamu lakukan? Bukankah tadi sudah cukup?" Chen Sisi kesal.


"Jika kamu tidak kelelahan, yang tadi itu tidak cukup."


"Kamu—! Tidakkah tahu kamu ini paman yang cab*l??"


"Paman?" Tianlong Heyu tiba-tiba saja tersenyum penuh arti.


Entah kenapa, Chen Sisi merasa bahwa dia telah salah bicara. Ia tak berani menatap wajahnya lagi. Terutama matanya yang penuh selidik. Harusnya dia pria itu tersinggung karena dipanggil 'paman' bukan?


Tapi apa salahnya? Usia mereka mungkin terpaut sepuluh tahun. Tidak ada salahnya dia memanggil Tianlong Heyu paman.


Hanya di zaman modern, usia Tianlong Heyu terbilang masih muda dan penuh vitalitas untuk bekerja dan menempuh pendidikan lanjut. Di zaman kuno ini usia seperti itu dikatakan tua.


Tidak heran Kaisar Tian begitu khawatir karena Tianlong Heyu tidak mau menikah. Tentu tidak akan menolak saat meminta pertunangan dengan Chen Sisi.


"Karena Si'er memanggilku paman, maka Si'er akan tahu seperti apa paman di tempat tidur," bisik Tianlong Heyu.


Chen Sisi merinding. Tapi dia terlambat untuk bertobat dan malam itu, ia kembali diserang oleh serigala yang kelaparan lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suara tamparan menggema di rumah belajar keluarga Yin. Di tengah malam dan hujan deras seperti ini, ruang belajar hanya diterangi satu lentera di atas meja. Tuan Yin menampar istrinya dengan kemarahan yang membara.


"Suamiku ..." Nyonya Yin sedikit gemetar.


"Lihatlah, apa yang telah kamu lakukan?! Sudah kubilang, jangan biarkan gadis itu keluar di siang hari! Sekarang lihat apa yang terjadi?!" Suara Tuan Yin sedikit ditekan agar tidak ada pelayan atau penjaga yang mendengarnya terlalu jelas.


Nyonya Yin menyentuh pipinya yang kesakitan akibat tamparan tadi. "Tapi ... tapi bukankah ibu suri meminta Shuangshuang untuk menjadi selir pangeran kedelapan? Aku memintanya untuk datang ke istana lebih awal karena pangeran kedelapan juga datang menghadap kaisar."


"Bodoh! Ini memang perintah ibu suri. Tapi apakah ibu suri meminta Shuangshuang untuk datang ke sana pagi atau siang hari. Shuangshuang hanya bisa keluar di malam hari. Kamu juga tahu dia sakit setiap kali keluar siang hari!"


"Tapi ...."


"Tidak ada alasan apapun. Memangnya kamu pikir seperti apa Tianlong Heyu itu? Begitu mudah untuk menyukai putri kita? Ia bahkan bertunangan dengan cucu angkat kaisar yang tinggal di istananya sendiri. Sekarang kamu meminta Shuangshuang untuk datang ke istana dan mengajukan permintaan menjadi selir?


Dekrit kaisar tentang pertunangan masih hangat dan keluarga kita begitu tidak sabar untuk masuk dan menggali celah? Apakah otakmu dimakan ba*i?!" Kemarahan Tuan Yin tak terbendung lagi. Dia sangat menyesalinya sekarang. Semua ini gara-gara istrinya yang tidak pintar.


Ia juga berniat meminta pada kaisar untuk menjadikan Yin Shuang sebagai selir Tianlong Heyu. Tapi tidak secepat ini. Jika Ibu Suri Meng tahu jika Yin Shuang jatuh sakit lagi, kesalahan ini akan dilemparkan kepadanya.