
Pusaran yang mengisap ini justru pertanda buruk bagi Zhen Zhu. Itu karena, alih-alih membuka gerbang dunianya untuk membiarkan pasukan mayat hidup keluar, justru malah menyedotnya masuk.
Pupil pria itu mengecil seketika. "Ini tidak mungkin!"
Apa yang dilakukan Baiyue dengan melompat ke dalam gerbang dimensi sebenarnya sederhana. Dengan kekuatan ilahi terakhirnya, Baiyue mengubah gelombang elektromagnetik dari positif menjadi negatif.
Ini membuat pusaran yang semulanya terbentuk menjadi tidak stabil. Alih-alih sesuatu yang ditarik, justru menjadi pusaran lubang hitam tanpa tujuan.
Jadi, semua mayat hidup yang baru saja hendak keluar dari gerbang dimensi, ditarik kembali secara paksa. Sebaliknya, mayat hidup dan para prajurit di sekitar gerbang dimensi, ditarik paksa oleh isapan tak terlihat.
Suasana menjadi tidak terkontrol. Bahkan Zhen Zhu yang ingin mengendalikan semuanya, tidak berdaya saat ini. Terutama ketika pasukan berseragam khusus yang sangat sing di mata semua orang, muncul dari dalam gerbang dimensi.
Chen Sisi tidak mengenal siapa orang-orang berseragam hitam dengan helm aneh di kepala mereka. Namun melihat senjata api laras panjang seperti di dalam game fantasi, tampaknya berasal dari zaman Zhen Zhu berada.
"Kalian—tidak mungkin!" Zhen Zhu segera ketakutan ketika melihat pasukan itu datang.
Mereka semua adalah pasukan pembasmi zombie dari dunia apokaliptik yang selama ini memburunya.
Salah satu dari orang-orang berseragam serba hitam itu menodongkan senjatanya ke arah Zhen Zhu yang dikepung.
"Zhen Zhu, kamu telah berani mencoba mengubah sejarah dan membuat kekacauan di zaman kuno. Kali ini, kamu tidak bisa lari lagi!"
"Tidak! Ini belum berakhir! Semuanya belum berakhir! Kalian semua benar-benar menghalangi rencanaku!" Zhen Zhu mencoba untuk menyerang mereka dengan kekuatan yang dimilikinya.
Namun salah satu dari mereka menembaknya. Cahaya tembakan dari senjata api laras panjang mirip dengan cahaya laser. Zhen Zhu seketika lemas karena tembakan itu.
"Ikat dia!" Seseorang dari mereka memerintah.
Zhen Zhu akhirnya ditangkap. Kedua tangannya diikat dengan borgol khusus. Bahkan lehernya sendiri dirantai.
Ketika Zhen Zhu dibawa paksa memasuki gerbang dimensi, suasana masih sangat kacau. Pasukan berseragam serba hitam itu melihat sekeliling.
Semua mayat hidup yang tersisa juga dibawa pergi oleh mereka.
"Apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang ini?" tanya salah satu anak buah mereka.
Salah satu pemimpin menjawab. "Kucing putih itu meminta kita menghancurkan gerbang dan mengembalikan waktu yang sebelumnya rusak. Ini bukan hal sulit bagi kita. Lakukan saja."
Tatapan pemimpin di balik helm canggih itu tertuju pada Chen Sisi dan Tianlong Heyu yang berpelukan. Sepertinya ia tahu alasannya.
"Ternyata begitu. Ada banyak orang di belahan dunia lain yang mengalami perjalanan panjang," gumamnya.
Mereka harus berterima kasih pada seekor kucing putih yang memberi mereka transmisi suara tentang kebersihan Zhen Zhu.
"Ayo pergi dan selesaikan."
Orang-orang di dunia ini tak boleh mengetahui keberadaan mereka sama sekali. Zaman yang berbeda dan masa depan tidak diketahui.
Ketika orang-orang berpakaian serba hitam itu kembali memasuki gerbang dimensi, pusaran awan gelap di langit mulai memudar. Tapi itu juga membuat gerbang dimensi perlahan rusak karena kelebihan muatan listrik.
Tianlong Heyu memeluk Chen Sisi dengan erat dan tidak ingin berpisah darinya.
"Si'er, jika ada waktu berikutnya, raja ini akan lebih senang untuk menjadi rakyat biasa."
Chen Sisi terkekeh, menghibur dirinya sendiri. "Apakah kita akan mati?"
"Kita akan mati bersama."
Ketika gerbang dimensi hancur, ledakan listrik terjadi. Gelombang elektromagnetik menyebar ke sekitar, menerpa tubuh semua orang dan mayat hidup yang tersisa.
Setelah gelombang ledakan itu, pikiran Chen Sisi kosong. Rasanya ia berpisah dari tubuhnya sendiri. Rasa sakit yang menyerang kepalanya benar-benar tak tertahankan. Ia tidak memiliki waktu melihat wajah Tianlong Heyu untuk terakhir kalinya.
Tapi ia samar-samar bisa melihat wajah pria itu. Darah bahkan keluar dari hidung Tianlong Heyu.
"Heyu ..." Suara Chen Sisi sangat lembut.
Setelah itu, Chen Sisi menutup matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Chen Sisi tiba-tiba saja membuka matanya dalam keadaan linglung. Ia menyentuh pelipisnya ketika kepalanya berdenyut. Sakit kepala ini rasanya akrab.
Seseorang datang dari arah lain seraya mengambil segelas air dan obat pereda sakit kepala.
"Kak Sisi, kamu akhirnya bangun. Aku sangat terkejut tahu saat kamu pingsan lagi." Sebuah suara terdengar di telinga Chen Sisi. Ini suara yang tidak asing.
"Siska?!"
Asisten nya bernama Siska. Chen Sisi tentu saja tahu.
Gadis itu terkejut juga. "Kak Sisi, jangan menakuti ku lagi."
"Aku—" Chen Sisi mencoba mengatakan sesuatu hingga ingatan tak dikenalnya menghantam pikirannya.
Sakit kepalanya muncul lagi. Akhirnya Chen Sisi menerima berbagai informasi yang asing baginya. Semuanya dilakukan oleh tubuhnya dengan jiwa Chen Sisi dari zaman kuno sebelumnya. Ia benar-benar terkejut.
Tapi satu hal yang membuatnya benar-benar terkejut ....
Dia kembali!
Kembali ke dunianya!
Karena jika dia kembali ke dunianya, jiwa Chen Sisi dari zaman kuno juga kembali ke dunianya. Ini hanya satu tahun di dunia modern.
Padahal Chen Sisi sudah menjalani kehidupan kuno selama lima tahun lebih. Ini ....
"Pingsan lagi?" Ia bertanya pada dirinya sendiri.
Siska meletakkan segelas air dan obat pereda sakit kepala di atas meja. Ia menceritakan apa saja yang terjadi padanya tahun lalu.
Chen Sisi yang pingsan karena kelelahan, dirawat di rumah sakit. Ia koma selama dua minggu lamanya sebelum akhirnya siuman. Ketika siuman, Chen Sisi bergumam dengan menggunakan bahasa Cina.
Untung semuanya baik-baik saja.
"Kak Sisi, berjanjilah padaku untuk tidak terlalu memaksakan diri." Siska menasihatinya.
Chen Sisi hanya mengangguk. Dia minum obat dengan patuh. Kemudian dia ingat selama jiwa Chen Sisi dari zaman kuno memakai tubuhnya, ada banyak hal yang dilakukan. Salah satunya perjodohan, kencan buta dan lain sebagainya.
Ini membuat Chen Sisi ingin muntah darah.
"Apa yang dilakukan gadis konyol itu?" gumamnya tidak berdaya.
Siska tidak mendengar apa yang digunakannya. Ia sibuk memeriksa ponselnya. Matanya tiba-tiba berbinar.
"Kak Sisi, Kak Sisi! Ada pria yang ingin berkenalan dengan Kak Sisi. Ini kencan!" Siska sangat bersemangat.
"..." Chen Sisi tidak tahu harus berkata apa.
Alih-alih memikirkan kencan buta dari aplikasi perjodohan, ia memikirkan sosok Tianlong Heyu. Apakah semua ini hanya bisa menjadi mimpi manisnya saja?
Tianlong Heyu pasti berada di zamannya saat ini dan bersama Chen Sisi yang asli bukan?
Ia linglung untuk sementara waktu.
"Kak Sisi?" Siska memanggil nya.
"Ya ...."
"Kencan buta dilakukan besok. Pihak lain ingin bertemu besok malam."
"Siapa pihak lain?"
"Entahlah. Tidak ada foto, nama palsu juga."
"??"
Situasi macam apa ini? Pihak lain bukan seorang pemerkosa bukan?
"Atur saja besok malam."
Chen Sisi menghela napas. Sepertinya dia harus mengakhiri kencan buta ini secepatnya. Dia tidak tahu kenapa jiwa Chen Sisi dari zaman kuno mengatur kencan buta untuknya selama sebulan terakhir.
Ini aneh.
Chen Sisi menyentuh gelang giok putih di pergelangan tangannya. Lalu terkejut. Sebenarnya ....
...****************...
NB: Selanjutnya bab terakhir, selamat menikmati.