Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Getting Smarter Seducing


Pada sore harinya, kasim utusan kaisar datang bersama dengan rombongannya. Mengumumkan dekret kaisar tentang pertunangan Chen Sisi dengan Tianlong Heyu. Chen Sisi beserta pelayan yang hadir bersama berlutut untuk mendengarkan isi dekret.


Barulah setelah dekret diumumkan, kasim menyerahkan gulungan itu padanya. Mengucapkan beberapa kata yang baik lalu kembali ke istana.


Sikap kasim sangat baik dan ramah. Membuat Chen Sisi menghela napas lega.


Keputusan Kaisar Tian mengumumkan pertunangan Tianlong Heyu langsung meledak di masyarakat. Terutama bagi para gadis bangsawan yang sudah lama mengagumi sosok Tianlong Heyu. Mereka tahu jika Chen Sisi adalah gadis yang dibawa Tianlong Heyu ke ibu kota, cucu angkat pensiunan kaisar.


Kaisar Tian menyetujui permintaan Tianlong Heyu untuk bertunangan dengan Chen Sisi, agak tidak terduga.


Seperti yang dikatakan pelayan, Tianlong Heyu memang pulang terlambat. Pria itu baru kembali setelah jam makan malam lewat. Namun Chen Sisi tidak menyiapkan makan malam apapun untuknya. Harusnya Tianlong Heyu sudah makan malam di istana.


Ia ingin tahu apakah Yin Shuang itu berhasil membujuk kaisar atau tidak tentang keinginannya menjadi selir.


"Si'er, kenapa kamu belum tidur?" Tianlong Heyu tampak lelah dan melepaskan jubahnya.


"Aku sedang menunggumu. Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu."


Itulah kenapa Chen Sisi menunggunya di ruang utama tempat Tianlong Heyu tinggal. Sepertinya Tianlong Heyu sudah menebak jika kejadian tadi pagi saat perjalanan ke Istana Kekaisaran, mungkin sudah menyebar.


Namun Tianlong Heyu masih bertanya. "Ada apa?"


"Ini tentang Yin Shuang. Apakah kamu menemukan sesuatu yang aneh ketika dia datang ke istana?" tanyanya.


Yin Shuang? Tianlong Heyu terkejut. Ia memperhatikan ekspresi Chen Sisi. Gadis itu tampaknya sangat penasaran dengan putri keluarga lain. Selain itu, keluarga Yin adalah orang-orangnya Ibu Suri Meng. Ia masih tahu alasan kenapa keluarga Yin meminta putri mereka datang ke istana.


Hanya saja ....


"Dia tidak datang ke istana hari ini setelah tak sengaja menabrak keretaku di jalan," jawabnya.


"Tidak datang? Lalu ke mana dia?" Chen Sisi terkejut.


Tianlong Heyu tersenyum malas. "Tentu saja kembali ke kediamannya. Kenapa kamu begitu khawatir dengan urusan orang lain?" Ia mendekati Chen Sisi dan memeluknya. "Apakah kamu cemburu?"


Sudut mulut Chen Sisi sedikit berkedut. "Kamu terlalu banyak berpikir. Aku menanyakannya karena dia adalah orang-orangnya ibu suri. Ibu suri begitu tidak sabar untuk mengirim wanita ke pintumu setelah kita bertunangan."


Mata Tianlong Heyu menyipit, memikirkan jauh ke depan. "Jangan khawatir, rencana wanita tua itu tidak akan berhasil."


Chen Sisi masih khawatir. Bagaimana jika Yin Shuang itu sengaja menaburkan sesuatu ke tubuh Tianlong Heyu tanpa sengaja? Melempar racun atau sejenisnya. Ia segera memeriksa tubuh pria itu, mengendus sedikit, menyentuh dan lain sebagainya.


Menurutnya itu biasa karena ia sendiri seorang dokter yang sedang memeriksa pasien. Tapi menurut Tianlong Heyu, gadis itu sedang menggodanya.


"Apa yang kamu lakukan?" tanyanya dengan suara yang agak dalam.


"Periksalah. Mungkin saja Yin Shuang itu melemparkan sesuatu ke tubuhmu," jawabnya.


"Pemeriksaan?" Tanpa sadar, telinga pria itu sedikit memerah dan napasnya sedikit lebih cepat. "Kalau begitu, baiklah. Biarkan kamu memeriksanya di kamar dengan saksama."


Melihatnya begitu kooperatif, Chen Sisi lega. Dengan begitu, ia bisa memeriksanya dengan baik. Tapi tunggu! Kenapa harus di kamar? Pikirnya.


Sayangnya terlambat bagi Chen Sisi untuk memikirkannya. Setibanya di kamar, pria itu bukan hanya melepaskan sabuk hanfu yang dipakai tapi juga lapisan Baju lainnya. Gadis itu terkejut.


"Apa yang kamu lakukan dengan melepaskan pakaian?" tanyanya curiga.


"Tentu saja membiarkan Si'er memeriksanya."


"Aku hanya memeriksa di luar, bukan seluruh tubuh dan ... tidak perlu membuat pakaian segala ...," ucapnya bahkan lebih canggung lagi.


Namun Tianlong Heyu tidak mendengarkan kata-katanya. Tubuhnya sangat bagus sebagai seorang pria yang telah berada di barak militer sejak lama. Tak memungkiri jika Chen Sisi juga memerah saat melihatnya.


Padahal Tianlong Heyu hanya menanggalkan pakaian hingga sebatas pinggang saja. Namun tampaknya begitu menggoda. Chen Sisi mengembuskan napas panjang dan berjalan canggung ke arahnya.


Baru saja lebih dekat, pria itu meraih tangannya.


"Si'er, periksalah di sini," ucap Tianlong Heyu seraya menempelkan tangan gadis itu di dada kirinya yang kokoh. "Apakah kamu merasakan sesuatu. Rasanya aku merasa gatal di sini," imbuhnya.


Akhirnya Chen Sisi kembali lebih serius lagi. "Apa? Gatal? Gatal yang bagaimana? Jelaskan padaku." Ia khawatir.


Mungkinkah Yin Shuang benar-benar memberi Tianlong Heyu racun?


Tanpa diduga, Tianlong Heyu terkekeh dan langsung meraih pinggangnya. Chen Sisi terkejut hingga tanpa sadar kedua tangannya bertumpu pada tubuh kokoh pria itu.


Sial! Apakah pria itu menggodanya?


“Nah, Si’er, apakah kamu bisa merasakannya sekarang?” godanya.


“Omong kosong apa yang kamu katakan? Kamu sengaja ‘kan?” Chen Sisi kesal.


“Ya, aku memang sengaja. Senang melihatmu cemburu.”


“Si-siapa yang cemburu?! Kamu terlalu berpikir berlebihan!”


Meski Chen Sisi sudah mencoba untuk tidak gugup, ia tetap tak nyaman dipeluk seperti ini. Namun Tianlong Heyu sepertinya tidak berniat melepaskannya sama sekali.


"Si'er ..." Tianglong Heyu menatapnya dengan lembut.


Tangan pria itu menyentuh wajah Chen Sisi dengan hati-hati, seperti menyentuh batu permata yang rapuh. Kenangan kehidupan sebelumnya kembali berputar.


Dulu, Tianlong Heyu dan Chen Sisi tidak memiliki akhir yang bahagia. Menikah, mengobrol dari jarak yang cukup jauh bahkan tak memiliki kamar pengantin. Semuanya begitu suram.


Tianlong Heyu selalu menganggap jika dirinya sendiri ditakdirkan untuk kesepian seumur hidupnya. Bahkan pernikahan pun menjadi cangkang kosong di istananya.


Tapi ... Di kehidupan kali ini, semuanya berubah setelah bertemu Chen Sisi lebih awal.


"Si'er ... Aku mencintaimu. Aku harap kita bisa menikah lebih cepat," ucapnya.


Chen Sisi sempat ingin melepaskan diri dari pelukan pria itu. Setelah melihat tatapannya yang tampak telah melewati banyak hal, ia tertegun.


Apa yang sedang dipikirkan Tianlong Heyu sekarang? Kenapa dia menatapnya seperti melihat seorang kekasih yang telah lam dirindukan?


Mungkinkah pria ini pernah memiliki seseorang yang disukainya dulu?


"Mungkin kamu ... memiliki seseorang yang dicintai dulu?" tanya Chen Sisi penasaran.


"Ya."


Tianlong Heyu menyatukan dahinya dengan dahi Chen Sisi. Keduanya saling menatap dari jarak yang sangat dekat. Bahkan Chen Sisi bisa melihat iris mata pria itu.


"Dan itu adalah kamu," imbuhnya lagi.


Lagi-lagi Chen Sisi bingung. Tapi dia jadi linglung di tempat. Tianlong Heyu agak aneh menurutnya. Jelas keduanya baru bertemu di gua untuk pertama kalinya. Kenapa menatapnya seperti melihat orang yang sudah lama dikenal.


Tampaknya, Tianlong Heyu menjadi aneh setelah sembuh dari demam.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Tanpa sadar, keduanya seperti memiliki ketertarikan tersendiri dan berciuman dengan lembut dan santai.