Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Eat More


Mo Huazhu dan Tianlong Heyu membicarakan banyak hal. Hingga air hangat untuk mandi siap. Tianlong Heyu memilih untuk membersihkan diri lebih dulu sebelum mengambil istirahat.


Tentu saja tidak biss meninggalkan tempat tidur. Dia masih bersandar di sana dan mengobrol dengan Mo Huazhu.


Hingga tak terasa, waktu hampir siang.


Satu ini, Chen Sisi yang sibuk di halamannya sendiri bersiap memasak menu makan siang. Dia bersama Baiyue, pergi ke dapur dan mengobrol satu sama lain dalam hati.


Chen Sisi masih agak kesal dengan adegan tadi. Tianlong Heyu berkata tidak ada hubungannya dengan Mo Huazhu. Tapi sebenarnya mereka begitu mesra lagi.


"Tuan, kamu terlalu salah paham dengannya. Keduanya normal!" Baiyue berkata di benak gadis itu. "Ini sama seperti kamu memperlakukan saudari dengan intim. Tak ada yang salah."


"Aku tahu, aku tahu. Pikiranku hanya kotor. Bisakah kamu mengerti. Lagi pula, lengan yang patah baik-baik saja." Chen Sisi malas bicara dengannya.


Kucing putih Persia itu terdiam. Lupakan saja. Dia juga kurang senang dengan tindakan Mo Huazhu. Pria itu disengaja untuk menggoda Tianlong Heyu karena persahabatan masa kecil. Tapi kenapa harus di saat yang tepat dengan Chen Sisi masuk ke sana?


Para dewa sungguh tidak adil bukan? Apakah senang menciptakan segala jenis kesalahpahaman?


"Apa yang kamu masak hari ini? Jangan lupa makan siangku," kata kucing itu.


"Lihat saja nanti." Chen Sisi tidak memperhatikannya dan sibuk memilih bahan.


Chen Sisi tidak meminta Moer untuk membantunya. Dia suka berada di dapur sendirian.


Kali ini, Chen Sisi ingin memasak sesuatu yang cocok dimakan orang sakit. Tianlong Heyu sedang demam. Makanan berkuah atau sesuatu yang segar lebih cocok.


Nafsu makan orang sakit selalu berubah-ubah.


Chen Sisi berniat untuk membuat sup tahu lebih dulu. Dia menyiapkan beberapa tahu putih yang telah dipotong-potong. Lalu pelengkapnya ada wortel, daun bawang dan tomat yang dipotong sesuai ukurannya.


Chen sisi menyiapkan bawang merah, bawang putih serta beberapa butir merica. Haluskan ketiga bahan tersebut dan tumis hingga harum. Kemudian tambahkan air secukupnya serta masukkan wortel, biarkan mendidih lebih dulu.


Ketika wortel agak empuk, barulah tahu putih dimasukkan. Lalu tambahkan kaldu bubuk, gula pasir dan sedikit garam. Setelah dirasa pas, Chen Sisi memasukan potongan tomat dan daun bawang. Masak sebentar saja sebelum akhirnya matang.


Untuk menambah aroma, Chen Sisi menaburkan bawang goreng di atasnya.


Sup tahu putih yang harum selesai. Rasa gurih dan asam dari tomat sangat segar. Sup tahu ini sama sekali tidak memakai cabai rawit karena Tianlong Heyu tidak suka makanan pedas.


"Tuan, ini sama sekali tidak bisa dimakan olehku," kata Baiyue protes.


"Ini memang hujan untukmu."


Baiyue mengeluh. Kenapa harus memasak tahu putih? Ini hanya terbuat dari kedelai. Kucing itu ingin makan ikan.


Setelah selesai membuat sup, Chen Sisi juga membuat orak Arik telur sayuran. Bahannya mudah dan tidak perlu menghaluskan bumbu apapun.


Tentu saja selain telur menjadi bahan utamanya, ada wortel, jamur kancing kol dan buncis yang telah dibersihkan. Kemudian dipotong sesuai ukuran. Lalu iris cabe merah, bawang merah dan bawang putih.


Chen Sisi mengorak-arik telur dengan minyak yang agak banyak. Setelah itu tumis irisan bawang merah, bawang putih dan cabai merah hingga harum. Barulah tambahkan potongan kol, jamur kancing, buncis dan wortel.


Tambahkan penyedap rasa agar terasa lebih gurih, garam, gula dan merica. Aduk rata dan masak hingga matang. Menu kedua ini juga sayuran yang dimasak agar bisa menambah nafsu makan.


Baiyue menggerakkan ekornya dan rebahan di atas bangku. "Ada banyak bumbu di zaman kuno ini. Belum banyak orang yang tahu seperti di zamanmu. Kamu bisa memanfaatkan ini untuk menjelajahi berbagai tempat."


"Benar. Sepertinya sebelum membuka restoran, aku juga harus mencari bahan-bahannya dulu. Mengandalkan rempah-rempah dari Asia Selatan juga tidak terlalu terlalu menguntungkan. Masih banyak bahan yang kurang."


Chen Sisi menyadari jika zaman kini berbeda dengan masa depan. Seberapa banyak orang-orang tahu tentang rempah-rempah? Setahunya, makanan berkuah bening orang-orang negara C saja suka yang sederhana dan rasa yang ringan.


Chen Sisi menyiapkan ikan yang akan dijadikan kuah asam. Lalu lumuri dengan jeruk nipis dan bawang putih yang telah dihaluskan. Diamkan saja selama kurang lebih satu batang dupa.


Kemudian tumis bawang merah, bawang putih, kunyit serta jahe yang telah dihaluskan. Jangan lupa serai yang dimemarkan serta daun salam. Ketika aromanya sudah tercium, Chen Sisi menambah air panas secukupnya.


Barulah setelah itu, masukan ikan yang telah dipotong-potong, belimbing wuluh, irisan cabai merah, garam, gula pasir serta sedikit penyedap rasa. Untuk tambahan lain, ada tomat serta seledri, tapi ini hanya opsional saja.


Ketika ikan kuah asam siap disajikan. Ikan yang cocok dimasak merupakan ikan gurami.


Chen Sisi juga tak lupa menggoreng ikan untuk Baiyue. Kucing itu sudah protes sejak awal.


Satu menu lagi yang ingin dimakan gadis itu yaitu tumis kangkung. Hidangan yang simpel ini sebenarnya bisa membuat orang mengantuk setelah memakannya. Tapi bagus untuk Tianlong Heyu agar pria itu istirahat lebih banyak hari ini.


Untuk membuat tumis kangkung tidak sulit. Dia hanya perlu menyoal seikat kangkung yang telah dibersihkan dan dipotong sesuai selera. Lalu iris tomat, bawang merah, bawang putih serta cabai rawit.


Semua urusan itu ditumis hingga harum kemudian masukan kangkung. Tambahkan gula pasir, sedikit merica, kaldu bubuk rasa ayam. Chen Sisi juga menambahkan saus tiram.


Kangkung tidak perlu dimasak lama. Apa lagi jika kangkungnya tergolong muda. Dengan begitu, semua hidangan sudah siap.


Chen Sisi meminta juru masak lain menyiapkan nasi dan membawa semuanya ke ruang makan.


Di sisi lain, Mo Huazhu yang mengobrol dengan Tianlong Heyu mencium aroma makanan yang sangat enak. Perutnya keroncongan. Dia sangat lapar. Ternyata hari sudah siang dan waktunya makan.


Tianlong Heyu bisa berjalan ke ruang makan sehingga tak perlu diam di kamar.


"Apakah demammu sudah reda?" tanya Chen Sisi saat melihat Tianlong Heyu datang bersama Mo Huazhu.


Wajah Tianlong Heyu masih agak pucat tapi lebih baik daripada sebelumnya. "Tidak apa-apa. Sudah lebih baik."


"Kalau begitu makan dulu dan minum obatnya lagi nanti."


Memikirkan obat pahit itu, Tianlong Heyu yang awalnya sudah terbiasa merasa enggan. "Tidak perlu. Aku tidak perlu minum obat lagi."


Chen Sisi menyipitkan mata. "Aku dokternya atau kamu dokternya?"


Mo Huazhu dan Tianlong Heyu melihatnya tersenyum tapi tidak menyenangkan. Apakah dokter begitu kejam? Pikir keduanya. Memaksa pasien minum obat itu termasuk kekerasan tak terlihat bukan?


Mo Huazhu mencairkan suasana. "Makanan apa yang Nona Chen buat? Ini sangat harum!"


"Makanan berkuah dan tumisan. Cocok untuk kalian. Makanlah banyak sayur."


Ikan kuah asam, tumis kangkung, orak-arik telur sayuran serta sup tahu. Ditambah semangkuk nasi, pasti menambah selera makan.


"Cobalah dan makan lebih banyak. Terutama Saudara Kedelapan." Chen Sisi melirik Tianlong Heyu dan tersenyum datar.