
Gedung Bunga Peony bukan pelac*ran seperti Gedung Hijau dan Gedung Merah. Meski begitu, masih ada wanita penari untuk menghibur tamu, anggur dan makanan ringan yang disajikan.
Tapi tempatnya bersih. Para tamu pria ataupun wanita tidak dilayani oleh para wanita serta pria penghibur. Setidaknya Gedung Bunga Peony hanya untuk membuat para tamu melepaskan rasa lelah dan menenangkan pikiran yang kacau.
Di Gedung Bunga Peony juga memiliki beberapa sarjana yang ahli dalam menenangkan beberapa pengunjung yang bermasalah di tempat kerja, rumah ataupun masalah lainnya.
Setidaknya selama tidak menyangkut urusan politik atau istana, para sarjana yang dipekerjakan Mo Huazhu tidak keberatan.
“Yuyu memang datang ke sana. Kamu juga bisa datang jika bosan. Kami juga memiliki beberapa sarjana muda yang berbakat, lajang dan tampan. Jika kamu ingin mencari calon suami, para sarjana juga pilihan terbaik,” jelas Mo Huazhu sangat bangga ketika membicarakan pekerjaannya sendiri.
Sebenarnya Chen Sisi tidak terlalu mempermasalahkan latar belakang pria yang akan dinikahinya. Tapi menurut pengetahuannya, para sarjana memang berpenampilan lembut, sopan dan lebih bijaksana dalam berkata-kata atau perbuatan.
Para sarjana kadang menebar senyum rendah hati dan jarang melakukan kekerasan. Sayangnya mereka tidak mengembangkan ilmu tenaga dalam atau seni bela diri. Mereka juga tidak bisa berdagang dan hanya bisa memasuki urusan politik. Dengan kata lain, mereka dipekerjakan di kantor pemerintahan.
Bukan tanpa alasan, tapi peraturan kekaisaran memang sedemikian rupa. Mereka hanya bisa memilih, apakah ingin menjadi sarjana atau pedagang. Kebanyakan dari keluarga memilih anak mereka menjadi sarjana ketimbang pedagang.
Jika berhasil lulus ujian kekaisaran, status keluarga akan meningkat dan dihormati banyak orang. Menjadi sarjana juga bukan perkara yang mudah tapi masa depan akan sangat menjanjikan.
Namun bukan berarti menjadi pedagang atau pengusaha lainnya tidak berharga. Harus diakui menjadi pedang mungkin menghasilkan banyak uang. Tapi status mereka tetaplah keluarga pedagang, sedikit lebih rendah dari sarjana.
Jika pintar mengolah ide dan manfaat yang ada, keluarga pedagang juga bisa menjadi bangsawan yang dihormati.
Kali ini suara Mo Huazhu terdengar lagi. “Biar aku memberitahumu. Ketika Yuyu datang ke tempatku, para pengunjung wanita akan mencoba untul mendekatinya. Tapi karena kondisi kesehatan Yuyu yang langka, ia merasa jijik ketika melihat mereka.”
Suara Mo Huazhu terdengar seperti mengkhawatirkan Tianlong Heyu, tapi sebenarnya sedikit mengejek. Ini bukan masalah serius, hanya candaan di antara sahabat.
Sayangnya Tianlong Heyu sudah berwajah gelap saat ini. Mo Huazhu ini datang bukan hanya untuk menumpang sarapan tapi juga mengatakan banyak omong kosong.
Untungnya sarapan berlalu begitu cepat. Mo Huazhu tidak menyisakan makanan di mangkuknya. Bahkan pangsit terakhir dimakan olehnya. Ia khawatir jika makan seperti ini setiap hari selama sebulan, berat badannya akan bertambah.
“Bersiaplah untuk berangkat ke istana.” Tianlong Heyu memberi tahu Chen Sisi.
“Jangan khawatir, aku sudah menyiapkan barang yang dikirim kakek semalam dan tinggal berangkat.”
Tianlong Heyu mengangguk. “Kalau begitu aku akan ke ruang belajar lebih dulu dan meminta Butler Sun memberitahu penjaga untuk menyiapkan kereta.”
Mo Huazhu yang tahu jika keduanya akan pergi ke istana, akhirnya memilih untuk mengikuti. Ia tidak memiliki kegiatan penting hari ini. Sebagai seorang pengusaha, dia tidak sesibuk para petani di ladang.
Pria itu menawarkan diri untuk membantu mengangkat barang Chen Sisi ke dalam kereta.
Perjalanan membutuhkan waktu kurang dari sebatang dupa (kurang lebih 20 – 30 menit). Selama itu, Chen Sisi sesekali akan melihat ke luar jendela untuk melihat pemandangan.
Ada banyak orang di sepanjang jalan resmi. Ketika kereta lewat, tentu saja mereka akan pergi ke tepi secara alami. Para pedagang, restoran, rumah sakit serta toko lainnya berjajar hampir di sepanjang jalan yang mereka lalui.
“Ada banyak hal di kota besar. Harga di sini pasti lebih mahal dibandingkan dengan kota-kota kecil lainnya,” ujar Chen Sisi.
Mo Huazhu mengangguk. “Memang benar. Satu atau dua tael perak bagi para petani cukup untuk memenuhi kebutuhan selama setahun.
Di bawah tael perak masih ada pecahan uang tembaga dan sen. Chen Sisi juga mengetahui hal ini.
Namun ketika mendekati jalan utama Istana Kekaisaran, keramaian mulai berkurang dan akhirnya tidak ada. Ternyata ini memang sengaja diatur oleh penjaga sekitar istana. Wilayah istana kekaisaran memang dilarang untuk didatangi sesuka hati.
Setibanya di sana, penjaga mengenali kereta raja perang dan segera menyambutnya dengan hormat. Lalu gerbang Istana Kekaisaran dibuka lebar untuknya dan kereta pun masuk tanpa hambatan.
Berita kedatangan Tianlong Heyu langsung sampai ke telinga Kaisar Tian yang saat ini berada di pengadilan. Pria paruh baya itu segera mengakhiri sesi pengadilan dan pergi ke ruang utama untuk menyambut putranya.
Beberapa pangeran yang juga terlibat dalam pengadilan secara alami pergi untuk melihatnya. Sudah lama sekali sejak para saudara saling menyapa. Beberapa pangeran yang sudah menikah dan memiliki anak lebih terukur.
Saat Tianlong Heyu datang ke ruang utama, Kaisar Tian sudah duduk di singgasananya, menunjukkan postur seorang kaisar dan ayah yang bermartabat. Ada juga beberapa menteri yang hadir. Seorang kasim meneriakkan kedatangan Tianlong Heyu dengan hormat.
“Putra telah melihat Ayah Kaisar,” salam Tianlong Heyu masih memberikan kesopanan.
Chen Sisi bingung apakah dia harus berlutut atau tidak. Namun Tianlong Heyu hanya meliriknya, tentu saja tidak perlu berlutut. Dia mengikuti bentuk salam seperti yang dilakukan Tianlong Heyu. Mo Huazhu juga sama.
“Sisi telah melihat Kaisar. Panjang umur Kaisar,” ucap gadis itu juga tidak lupa dengan etiket yang diajarkan kakeknya.
Mo Huazhu tak terkecuali.
Kaisar Tian mengangguk ringan, ekspresinya tidak senang atau marah, sangat terkontrol. Tapi tidak ada yang tau bahwa dia sudah berteriak kegirangan di hatinya. Anak itu akhirnya pulang, bukan hanya tidak kurus tapi tampaknya lebih berdaging.
Sepertinya kehidupan di barak militer utara tidak seburuk itu? Kaisar Tian mau tidak mau memikirkan persediaan makanan yang selalu dikirim ke perbatasan. Selama musim dingin sebelumnya, pasukan makanan dan ransum banyak berkurang.
Bukannya Kaisar Tian tidak mau mengirim lebih banyak, tapi krisis pangan ada di mana-mana. Musim dingin berkepanjangan membuat petani tidak bisa menentukan secara akurat kapan waktu tanam dan panen tahun berikutnya.
“Ini Yuyu, sudah lama tidak kembali. Senang akhirnya bisa pulang dan beristirahat. Anak itu, Chen Yelang juga akan datang hari ini. Apakah kalian membuat janji untuk datang di hari yang sama? Sangat kebetulan,” kata Kaisar Tian sedikit bercanda.
Kali ini Chen Sisi tak bisa menahan diri untuk mengerutkan kening. Kesan Kaisar Tian ini tampaknya bukan tipe yang jahat dan licik, tapi … sedikit menahan diri untuk tidak tersenyum?