Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Spilled Vinegar Jar


Chen Sisi jatuh sakit selama seminggu terakhir. Ia tampaknya telah memimpikan banyak hal yang sangat asing tapi terasa nyata. Seperti pernah melewatinya.


Mimpi yang panjang itulah membuatnya demam selama seminggu. Baiyue yang terus menjaga di sampingnya, terlihat sangat khawatir.


Chen Sisi terus menggumamkan sesuatu, membuat Baiyue yakin jika wanita itu telah mengingat semua kehidupan sebelumnya.


"Pada akhirnya, dewa tak bisa diam, bukan?" gumamnya.


Chen Sisi sebelumnya terjaga selama beberapa kali. Namun karena alasan yang tak diketahui, ia tertidur lagi.


Tapi pagi ini, ia bisa bangun seperti biasanya. Walaupun tubuhnya masih lemah.


"Berapa lama aku tidur?" tanyanya agak serak.


Chen Yelang yang telah menjaganya secara bergantian dengan ibunya, terlihat jauh lebih tenang kali ini. Setidaknya setelah kembali dari kediaman Tianlong Heyu untuk bertengkar, kakaknya menjadi pendiam.


"Adikku, kamu demam selama seminggu. Tabib mengatakan kamu terlalu lelah dan banyak pikiran."


Chen Yelang bahkan tak memiliki waktu untuk merapikan dirinya sendiri.


"Minumlah air lebih dulu." Chen Yelang memberinya segelas air untuk diminum. "Si'er, kamu pasti lapar. Koki rumah sedang menyiapkan makanan untukmu."


Chen Sisi memang merasa perutnya lama. "Tidak apa-apa."


Ia masih agak linglung, mengingat semua yang ada di mimpinya. Ternyata, ia dilahirkan kembali. Lebih tepatnya, tubuh ini ternyata pernah menjalani kehidupan lampau yang menyakitkan.


Alasan kenapa jiwa Chen Sisi yang berada di zaman modern pindah ke sini, itu semua memang berhubungan.


Saat ini, jiwa pemilik tubuh yang asli menempati tubuhnya di zaman modern. Setidaknya untuk waktu yang ditentukan. Alasannya sendiri masih belum pasti.


Bisa dikatakan, keduanya bertukar tubuh. Ini agak tidak masuk akal ....


Tak lama, salah seorang pelayan datang untuk melaporkan sesuatu.


"Tuan Muda, Tuan Singh datang untuk mengunjungi Nona Muda."


"Daveer Singh?" Chen Yelang tampaknya tidak aneh lagi melihat kunjungan pria itu. "Dia datang lagi?"


"Lagi?" Chen Sisi bingung.


"Oh, ya. Dia datang beberapa hari lalu saat kamu sakit."


Chen Sisi ingin bertanya tentang Tianlong Heyu. Namun tampaknya kakaknya sendiri tidak memiliki pendapat tentang ini. Ia sedikit tenang.


Namun di sisi lain, ia merasa tidak nyaman di hatinya. Apakah Tianlong Heyu tahu dirinya sakit? Apakah pria itu memikirkannya?


Meski Chen Sisi berkata dia mengakhiri hubungannya dengan pria itu, kenyataannya ... ia belum siap.


"Oh, kalau begitu ... biarkan dia datang. Tidak nyaman menahan tamu." Chen Sisi tidak memiliki pikiran lain.


Namun berbeda dengan Chen Yelang yang tahu jika Daveer Singh menyukai adiknya. Pria itu ... meski tampan dan memiliki kulit gandum yang manis, kenyataannya adalah seorang penggoda.


Walaupun tidak ada wanita di semakin Daveer Singh selama ini, kata-kata manisnya sudah cukup membuat para wanita menyerahkan diri ke tubuhnya.


Adiknya tidak mungkin gila karena putus cinta dan memilih Daveer Singh bukan?


"Kakak?" Chen Sisi bingung dengan ekspresi berwarna di wajah kakaknya.


"Ah, oh ... Ya, baiklah. Biarkan dia masuk." Chen Yelang berdeham dan meminta pelayan untuk membiarkannya masuk.


Diam-diam, Baiyue sudah pergi meninggalkan kamar itu. Huh! Jika Tianlong Heyu tahu soal ini, berapa lama akan menahan diri?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari setelah kunjungan Daveer Singh, Chen Sisi sudah lebih baik. Dia sudah bisa beraktivitas seperti sebelumnya. Bahkan pergi ke restoran untuk membuat makanan obat.


Entah apa yang terjadi, gelombang mayat hidup semakin berkurang bahkan hampir tenang.


Kakaknya berkata jika semua ini terjadi setelah Tianlong Heyu memasuki kota.


"Putri, Tuan Singh datang berkunjung," ucap salah seorang pelayan restoran.


"Oh, aku akan datang."


Chen Sisi tidak punya waktu untuk memikirkan ini. Lagi pula, dia tidak ingin ada hubungan apapun dengan Tianlong Heyu saat ini. Jadi lupakan untuk sementara waktu.


Daveer Singh menunggu di aula. Saat melihat Chen Sisi, senyumnya mekar.


"Putri Chen semakin cantik dari hari ke hari. Sepertinya suasana hatinya sedang baik hari ini. Gelombang mayat hidup sedang berkurang, bagaimana jika Putri Chen menemaniku pergi untuk melihat-lihat gudang baru."


"Gudang baru? Kamu memutuskan untuk menetap di negara ini?"


Daveer Singh terlihat agak sedih. "Di saat seperti ini, bagaimana aku bisa pulang? Mungkin jalanan di penuhi oleh mayat hidup, lebih baik aku tinggal di sini sampai kondisinya membaik."


"Memang."


Seperti tak ada salahnya menemani pria itu melihat gudang penyimpanan rempah-rempah. Sehingga Chen Sisi setuju untuk pergi dengannya.


Sementara itu ....


Tianlong Heyu yang tahu bahwa Chen Sisi jalan bersama dengan Daveer Singh, rasanya ingin muntah darah. Hubungan mereka tampaknya sangat dekat setelah ia dan Chen Sisi bertengkar.


Mungkinkah ....


Memikirkan segala kemungkinan di benaknya, Tianlong Heyu sangat tidak nyaman. Wanita itu adalah miliknya. Daveer Singh harusnya tidak tahu jika hubungannya dengan Chen Sisi sedang retak saat ini.


Tianlong Heyu bangkit dari duduknya dan pergi untuk melihatnya sendiri.


Pergi ke tempat yang dikatakan penjaga gelap, Tianlong Heyu bisa melihat dari dalam kereta kuda. Melalui jendela kereta, ia melihat wanita itu sedang mengobrol dengan Daveer Singh.


Ia memang mendengar kabar jika Daveer Singh telah membuat gudang baru untuk persediaan rempah-rempah.


Bahkan restoran Chen Sisi selama ini, telah menumbuhkan banyak cabang-cabang di berbagai wilayah. Semuanya hampir makanan obat yang mampu membangun kekebalan tubuh terhadap wabah mayat hidup.


Dengan adanya restoran Chen Sisi, banyak orang yang terbantu. Termasuk orang-orang dari kuil.


Kebiasaan Daveer Singh menggoda wanita cantik, selalu membuat Chen Sisi sedikit tersipu. Kadang canggung, kadang kesal. Benar-benar racun.


Tapi di mata Tianlong Heyu, pemandangan itu tampak menyengat matanya. Kecemburuannya meluap seperti toples cuka yang tumpah di dalam perutnya.


Ia tak bisa membiarkannya lagi.


Pria itu akhirnya turun dari kereta dan melangkah lebat ke arah mereka. Tampaknya Chen Sisi dan Daveer Singh sedang membicarakan persediaan rempah-rempah untuk beberapa restorannya.


"Si'er!" Tianlong Heyu langsung meraih tangannya dan menarik wanita itu ke pelukannya. "Mari kita bicara."


Chen Sisi terkejut dengan kedatangannya. Selama ini, pria itu tak pernah muncul sejak kembali. Seperti sedang menghindari banyak hal.


Memikirkan kelahiran kembali, Chen Sisi yakin jika Tianlong Heyu juga sama.


Pria itu memakai topeng sepanjang waktu sehingga tidak ada yang tahu dirinya adalah Tianlong Heyu. Bahkan pria itu juga mengganti kereta.


"Kamu—" Chen Sisi ingin melepaskan tangannya.


Berpikir bahwa Daveer Singh tidak tahu apa-apa, lebih baik menyelesaikan urusannya dulu dengan Tianlong Heyu. Meski ia telah mengakhiri hubungan, bukan berarti pertunangan di atas kertas berakhir begitu saja. Masih membutuhkan persetujuan Kaisar Tian.


Pada akhirnya, Chen Sisi pergi dengan Tianlong Heyu setelah meminta maaf pada Daveer Singh.


Daveer Singh juga punya koneksi sehingga tahu bahwa Tianlong Heyu sudah kembali.


Melihat kepergian keduanya seperti serigala besar yang membujuk kelinci, Daveer Singh menaikkan sebelah alisnya.


"Hubungan keduanya tampaknya tak bisa dipisahkan oleh apapun. Dikatakan bahwa permen pernikahan sangat manis, kapan aku bisa mencicipinya?" Ia mengelus dagunya.


"Huh! Kamu berharap!" Baiyue tiba-tiba saja muncul dari arah yang tak diketahui.


"Oh. Aku sudah membantumu membuat keduanya bersama lagi. Mana imbalan untukku?" Daveer Singh tersenyum misterius pada kucing putih itu.