Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Resolving Misunderstandings


Baiyue awalnya sangat terkejut karena Daveer Singh sebenarnya bisa memahami ucapannya. Yah, memang tak lama kemudian. Mungkin karena Daveer Singh sangat patuh terhadap ajaran dewanya sendiri hingga memiliki aura batin yang kuat.


Walaupun dia tampak tidak senang, ia tahu Daveer Singh bukan orang jahat. Jika jahat, ia sudah lama membuat ingatannya kacau.


"Jangan khawatir, tentu saja imbalannya sangat berguna bagimu. Bukankah kamu memiliki anggota keluarga yang sakit? Aku memiliki obat yang bisa membuatnya sembuh total."


Ekspresi nakal di wajah Daveer Singh menghilang, digantikan dengan keseriusan mendalam. Kucing spiritual itu benar-benar tahu segalanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Chen Sisi yang ditarik masuk kereta langsung dipeluk oleh Tianlong Heyu. Keduanya tidak menyadari bahwa semua ini adalah konspirasi Baiyue dengan Daveer Singh.


Pelukan Tianlong Heyu kencang hingga sulit bagi Chen Sisi melepaskan diri.


"Lepaskan, Tianlong Heyu!"


Chen Sisi sekuat tenaga mendorong pria itu, mencoba melepaskan diri dari pelukannya. Ia benar-benar tidak mau terlibat terlalu jauh lagi dengannya. Perasaan tidak nyaman di hatinya kembali lagi.


Namun, Chen Sisi tidak mau menyerahkan dirinya demi pria baj*ngan seperti Tianlong Heyu.


Tianlong Heyu menghirup aroma bunga dan rempah-rempah obat dan tubuh gadis itu. Sangat menyegarkan. Sama seperti di masa lalu.


Tiba-tiba saja wajahnya menjadi gelap. Ia menangkap tangan Chen Sisi yang berulang kali memukul dadanya. Rasanya seperti digaruk cakar anak kucing.


Tianlong Heyu melepas topengnya. Keduanya saling bertatapan lagi.


"Kembali ke istana raja," ucapnya pada kusir di luar.


Kereta akhirnya bergerak.


Sebelum Chen Sisi memarahinya, Tianlong Heyu sudah menutup bibirnya dengan ciuman yang dalam.


Semua kerinduan selama lima tahun terakhir, kehangatan yang sudah lama ingin dicicipi akhirnya terpenuhi sekarang. Ciumannya yang semakin lama semakin liar, membuat Chen Sisi kewalahan.


Ia tak bisa menerimanya.


Untungnya, Tianlong Heyu masih menahan diri. Ia tak bisa melakukannya di kereta dalam kondisi seperti ini.


Setelah tautan bibir keduanya berakhir, Tianlong Heyu menyembunyikan wajahnya di leher gadis itu.


"Si'er, mari selesaikan kesalahpahaman selama ini. Aku akan menjawab semua yang kamu tanyakan tanpa ada yang disembunyikan lagi."


Embusan hangat di leher Chen Sisi sedikit menggelitik. Wanita itu terdiam. Tampaknya memang harus diselesaikan hari ini agar menjadi lebih jelas.


Setibanya di Istana Raja Perang, Tianlong Heyu membawa gadis itu ke kamar mereka sebelumnya.


Para pelayan kaget ketika Chen Sisi datang bersama tuan mereka. Hubungan keduanya tampaknya baik-baik saja meski Chen Sisi agak canggung.


Lagi pula seminggu yang lalu, Tianlong Heyu membawa beberapa wanita aneh yang langsung ditempatkan di ruang bawah tanah.


Chen Sisi curiga. "Kenapa harus di kamar untuk menjelaskan semuanya. Mari bicara di ruang belajar."


Tapi Tianlong Heyu tersenyum, tidak ada yang aneh dari ekspresinya.


"Akan lebih baik menjelaskannya di kamar. Ceritanya sangat panjang. Bukankah kamu berkata ada sesuatu yang ingin diketahui tentang kelahiran kembali?"


Chen Sisi memang membicarakan ini di kereta secara singkat. Tianlong Heyu memang tidak menyangkal tentang kelahiran kembalinya.


Wanita itu yakin jika Tianlong Heyu tidak akan melakukan sesuatu yang aneh di siang hari bolong. Bahkan saat di kereta, pria itu tampak menahan diri.


"Baiklah."


Chen Sisi mengangguk.


Tapi pria tetap pria. Semua itu hanya kata-kata tanpa sumpah. Setelah memasuki kamar, pria itu langsung menyudutkannya ke salah atau tiang dan mencium bibirnya dengan penuh semangat.


Chen Sisi tahu bahwa harusnya dia tidak percaya padanya. Pria ini masih sama seperti dulu. Namun dia akui jika ia merindukan pria ini.


"Tidak ada satu pun dari para wanita itu yang merupakan selirku. Mereka hanya tahananku saja selama melakukan perjalanan jauh," jelas pria itu setengah berbisik. Ia menyentuh bibir lembut Chen Sisi yang sangat dia rindukan. “Aku tidak memberi tahumu tentang ini ... aku tidak ingin kamu dalam bahaya karena aku."


Zhen Zhu masih mengawasinya selama ini. Karena memang ada satu hal yang membuat Zhen Zhu waspada terhadap Tianlong Heyu tahun itu.


"Apa maksudmu?" Chen Sisi masih bingung.


Tanpa sadar, tangan pria itu ternyata sudah melepas tali gaunnya. Wajah Chen Sisi memerah.


"Apa yang kamu lakukan? Jangan macam-macam!" Ia menghentikan gerakan tak senonoh pria di depannya. " Jelaskan semuanya. Lalu kenapa kamu tidak membiarkanku melihat mereka sebelumnya?"


Tangan Tianlong Heyu yang memegang pinggang Chen Sisi sedikit kencang. "Mereka sangat jelek dan aneh. Lagi pula, mereka adalah mayat hidup sekaligus wanitanya Zhen Zhu."


Zhen Zhu adalah mayat hidup tapi sebenarnya mereka bisa memiliki anak? Yang benar saja!


"Kamu ... Kamu menculik mereka dan membawanya ke sini? Kenapa?"


"Untuk mencegah Zhen Zhu membuat para wanita itu melahirkan anak-anaknya. Karena jika itu terjadi, anak yang dilahirkan akan menjadi sosok mayat hidup paling kuat yang kebal terhadap apapun. Saat ini, Zhen Zhu sedang berusaha keras menahan tubuhnya agar tidak rusak. Ia butuh tubuh baru untuk membuat inangnya tetap hidup," jelasnya.


Di saat Chen Sisi masih linglung dengan informasi baru ini, Tianlong Heyu sudah bergerak lagi. Kali ini, dia mencecap lehernya.


"Si'er, tidakkah kamu merindukanku? Aku sama sekali tidak mengkhianatimu. Tidak ada selir ataupun wanita lain. Hanya kamu. Kamu semakin cantik sekarang dan ..." Tangannya yang tak senonoh bergerak ke atas. "Ini semakin berisi hingga tanganku rasanya menyentuh sesuatu yang lembut dan penuh."


Wajah wanita itu seperti terbakar layaknya udang rebus. Pria itu semakin cab*l!


"Mari kita bicarakan ini perlahan. Sepertinya ada banyak hal yang ingin diketahui oleh wanitaku ini, ya?"


Tenggorokan Tianlong Heyu sedikit kering saat melihat Chen Sisi setelah gaunnya dilepas. Api keinginan di perutnya yang selama ini tertidur langsung menyala. Ia ingin mendorongnya perlahan ke langit dan memanjakannya di awan.


Chen Sisi yang masih setengah linglung baru sadar dirinya sudah berada di tempat tidur. Pria itu melepaskan pakaiannya. Sosoknya masih sama seperti tahun itu.


Dua orang yang sudah lama tidak bertemu untuk mengisi kehangatan, tampaknya sangat bergairah saat ini.


Percikan api di tubuh masing-masing saling bergesekan. Menciptakan api besar di musim semi yang hangat.


"Si'er, sebut namaku," bisik Tianlong Heyu seraya mengaitkan jari-jari tangan keduanya.


Chen Sisi yang sesekali akan merengek di bawah tubuhnya, pikirannya sudah lama berantakan.


"Heyu ...," ucapnya lembut seperti air yang mengalir.


Walaupun Chen Sisi sudah menahan diri untuk tidak bersuara keras, ia masih lepas kendali. Tianlong Heyu tidak peduli dengan para pelayan di luar ruangan. Secara alami mereka akan menghindar dengan sendirinya.


Hingga waktu tak terasa, hari ternyata sudah sore.


Chen Sisi tidak ingat sudah berapa lama mereka di tempat tidur. Ia sangat lelah hingga seluruh tubuhnya tidak bertenaga. Dan pria itu masih segar sampai sekarang.


Benar-benar tidak adil.


"Si'er, mari kita menikah." Pria itu memeluknya di balik selimut.