Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Unusual Entities (5)


Pada malam harinya, Chen Sisi tidak mengobrol dengan Kakek Yi seperti hari-hari biasa. Karena Tianlong Heyu bermalam di sini untuk memeriksakan kesehatannya, dia tidak banyak mengganggu. Belum lagi, Chen Sisi juga bukan gadis yang usil. Dia patuh berada di kamarnya setelah makan malam.


Baiyue tampak bosan di atas kasur. Malam ini cuacanya juga sangat dingin. Semua jendela sudah ditutup rapat agar udara dingin tidak masuk. Baiyue yang tengah meringkuk untuk istirahat tiba-tiba saja terjaga.


“Ada apa?” Chen Sisi masih memiliki pemahaman dangkal tentang ramuan yang dicampur dalam masakan. Dia masih mempelajari semua caranya saat ini.


“Tuan, aku merasakan pergerakan di sisi pegunungan.”


Chen Sisi segera menutup buku yang sedang dibacanya. “Mungkinkah itu serigala yang menandaiku sebelumnya?”


“Bukan hanya itu, serigala-serigala zombie juga membawa rajanya.”


“Bukankah kamu bilang jika semua serigala itu tidak akan mengetahui jejak kepergian kita? Lalu apa ini?’ Chen Sisi menatapnya dengan ketidakpuasan.


Baiyue juga tidak menyangka para serigala zombie itu akan meminta bantuan raja serigala. Tapi kemudian memikirkan sesuatu dan buru-buru berkata.


“Tuan, ini juga baik untukmu. Pergi dan kalahkan raja serigala kemudian ambil batu spiritualnya.” Baiyue berusaha untuk membuat suasana hati tuannya tenang kembali.


Namun alih-alih membuat Chen Sisi senang, hal itu justru membuatnya marah. “Kalahkan ekormu! Apakah kamu pikir mudah mengalahkan raja serigala? Dan apa itu batu spiritual yang kamu maksud? Apakah itu sama seperti yang aku bayangkan?”


“Benar. Raja serigala zombie juga memiliki batu spiritual di kepalanya. Ini di dekat otak. Dengan mengalahkannya, kamu bisa menggali batu spiritual itu.”


“Untuk apa aku mengambil batu spiritualnya? Tidak enak dimasak bukan?”


“Kata siapa tidak bisa dimasak? Tidak semua batu spiritual keras. Sudahlah, tidak ada gunanya membicarakannya sekarang. Bicara saja dengan bukti bukan?” Baiyue tidak mau menghabiskan waktu untuk bicara dengannya. Bagaimana jika raja serigala itu kabur nanti?


Chen Sisi berpikir keras. Ia penasaran dengan batu spiritual yang dimaksud. Dia pernah membaca novel apokaliptik. Zombie memiliki batu spiritual di kepalanya dan bisa dimakan untuk meningkatkan kemampuan. Namun ini zaman yang berbeda. Bagaimana bisa batu spiritual dimasak?


“Kalau begitu … baiklah. Ayo pergi.” Chen Sisi menyerah dan akhirnya dikalahkan oleh rasa penasarannya.


Dia memakai jubah hangatnya dan keluar diam-diam. Namun meski demikian, Bi Shi dan Bi Yan masih bisa merasakan kepergian Chen Sisi yang tiba-tiba. Keduanya ingin melapor pada Tianlong Heyu. karena gadis itu pergi diam-diam, berarti Kakek Yi juga tidak tahu.


Karena itu, Bi Yan datang pada Tianlong Heyu dan berkata ada sesuatu yang ingin disampaikan. Kakek Yi membiarkannya pergi dan dia juga harus beristirahat.


Tianlong Heyu meninggalkan ruang belajar dan pergi ke halaman belakang. Dia menatap Bi Yan dan Bi Shi yang muncul di depannya.


“Kuharap kalian menyampaikan sesuatu yang penting kali ini,” katanya sedikit tidak senang.


Bi Yan membisikkan sesuatu padanya. Ekspresi pria itu akhirnya sedikit berubah. Ke mana Chen Sisi pergi pada malam-malam seperti ini? Belum lagi hanya ditemani kucing itu. Karena Chen Sisi pergi diam-diam, Tianlong Heyu juga tidak berniat memberi tahu kakeknya tentang ini.


Dia pergi menyusulnya diam-diam dan meminta dua penjaga gelapnya untuk memantau sekitar. Terutama memberi tahu penjaga gelap kakeknya untuk tidak membicarakan masalah itu pada Kakek Yi.


Chen Sisi tidak tahu jika saat ini Tianlong Heyu menyusulnya. Ia sudah tiba di sisi pegunungan dan diam-diam mengamati sekitar. Karena tidak mungkin menggunakan lentera untuk menerangi sekitar, dia hanya mengandalkan sedikit kemampuan tenaga dalamnya.


“Tuan, itu mereka,” bisik Baiyue.


Chen Sisi bersembunyi di balik pohon besar dan memperhatikan sekelompok serigala zombie. Ada satu serigala zombie yang lebih besar dari mereka. Ini dua kali lebih besar dari pada serigala zombie yang memimpin sebelumnya.


Kemungkinan besar itu adalah raja serigala zombie yang memimpin. Di kepalanya memang terdapat batu kecil bercahaya merah. Terlihat dari luar batu merah itu tampak kecil. Namun batunya tertanam di otak dan harus menggalinya. Itulah yang dikatakan Baiyue sebelumnya.


“Itu adalah makhluk entitas. Tidak hidup tapi juga tidak mati.”


“Bagaimana cara mengalahkan mereka?” Chen Sisi ragu-ragu.


“Tuan, karena kamu telah menempati tubuh gadis ini, maka kamu harus menyatu dengan dirinya. Gunakan naluri bertarung dan mempertahankan diri. Percayalah, kamu bisa melakukannya.”


“Oh, itu sulit,” gumamnya.


Chen Sisi belum sepenuhnya bisa menerima kehidupan di zaman kuno ini. Dia selalu merasa akan kembali ke zaman modern dan menjalani kehidupannya sebagai koki di berbagai acara televisi. Tapi dia tahu semua itu hanyalah angan-angannya.


“Ayolah, kamu bisa.” Baiyue sedikit khawatir dengannya.


Chen Sisi mengeluarkan pedangnya yang sudah lama tidak dia gunakan. Pemilik tubuh tampaknya suka sekali berlatih pedang dan Kakek Yi kadang akan mengajarinya beberapa trik. Chen Sisi sempat membaca buku seni bela diri sebelumnya dan mempelajari beberapa trik pedang.


Memegang pedang dengan mantap, dia keluar dari kegelapan dan berhadapan dengan para serigala zombie itu.


"Apakah kamu mencariku?" tanyanya pada mereka.


Para serigala zombie yang melihat Chen Sisi pun seketika menyerangnya. Di bawah komando raja serigala, mereka semua mengepung Chen Sisi.


Baiyue juga ikut bertarung. Dia mencakar wajah serigala yang berani menyerangnya. Jumlah serigala zombie cukup banyak hingga membuat Chen Sisi sedikit kesalahan.


Dia menghancurkan kepala mereka agar bisa langsung mati seketika. Namun ketika Baiyue terempas oleh salah satu serigala zombie, fokus Chen Sisi juga terganggu.


"Xiaobai!!" Chen Sisi melihatnya menghantam Batam pohon, mau tidak mau segera menghampirinya.


Namun kali ini, raja serigala zombie menyerang Chen Sisi. Membuat gadis itu terjatuh dan kedua kakinya diinjak olehnya.


Raja serigala yang lebih besar daripada beruang itu pun melolong ke langit. Dia memamerkan gigi-gigi runcingnya yang siap mencabik dagingnya.


Chen Sisi sedikit pusing. Pedang di tangannya masih digenggam erat. Hal pertama yang dia pikirkan, mungkin akan mati di tangan raja serigala.


Ia sempat mati satu kali karena kelelahan hingga datang ke dunia kuno ini. Tapi ... apakah dia akan mati lagi.


Chen Sisi kesulitan untuk menggerakkan tubuhnya. Baiyue sendiri sudah berdiri dan hanya merasa sedikit pusing.


"Tuan, kamu tidak bisa menyerah!! Kamu adalah Chen Sisi! Selalu menjadi Chen Sisi. Tubuh itu milikmu!" Baiyue mengeong keras tapi sebenarnya sedang bicara dengan Chen Sisi.


Raja serigala zombie itu tampaknya sengaja menekan kedua kaki Chen Sisi sekuat tenaga hingga membuat gadis itu kesakitan. Tapi dia tidak berani berteriak agar tidak ketahuan oleh kakeknya.


Lagi-lagi, Chen Sisi merasa pusing dan tubuhnya tidak nyaman. Pada saat yang sama, matanya menangkap pemandangan lain. Ini bukan lagi sisi pegunungan bersalju yang dingin, melainkan sebuah tempat serba putih yang hangat.


Di depannya, ada sosok Chen Sisi yang asli, pemilik tubuh yang dia tempati.


"Kamu ... Kamu adalah jiwa Chen Sisi?" tanyanya bingung.