Koki Cantik Sang Raja

Koki Cantik Sang Raja
Cause And Effect (2)


Aroma mie telur sangat harum hingga Tianlong Heyu tak sabar untuk mencicipinya. Semangkuk mie dengan berbagai topping tersaji. Dia makan lebih awal untuk mencicipi rasanya.


"Tidak buruk ... Ini enak," ucapnya.


"Kalau begitu habiskanlah. Lain kali aku akan membuatkanmu olahan mie lainnya. Masih ada jenis olahan mie yang enak. Mie ayam, mie bakso, mie pangsit dan banyak lagi." Chen Sisi duduk di seberangnya.


Tianlong Heyu membayangkan semua jenis olahan mie itu enak jika Chen Sisi yang memasaknya.


"Kalau begitu aku menunggu keahlian memasakmu yang lain," ucapnya.


"Aku akan membuka restoran, tentu saja olahan mie tak akan terlewat. Aku juga akan menulis resepnya agar mudah diingat."


"Berhati-hatilah agar tidak ada yang mencuri resepmu."


"Jangan khawatir, aku punya ideku sendiri."


Semangkuk mie telur dengan cepat dihabiskan. Tianlong Heyu merasa kenyang saya ini dan tidak ingin makan sesuatu yang lain. Keduanya tidak memiliki banyak pembicaraan. Namun Tianlong Heyu ingin memastikan sesuatu.


"Apakah kamu percaya dengan kehidupan sebelumnya?"


"Kehidupan sebelumnya? Apa maksudmu?" Chen Sisi mengerutkan kening.


Bukannya Chen Sisi tidak percaya. Hanya saja sesuatu yang berhubungan dengan hal-hal misterius seperti itu, sangat jarang. Ia sendiri orang zaman modern yang meninggal dan jiwanya pindah ke tubuh Chen Sisi zaman kuno.


"Kehidupan yang pernah dijalani, kamu mati dan akhirnya kembali ke titik awal sebelum bencana di masa lalu terulang lagi." Tianlong Heyu merasa ingin berbagi sesuatu dengan Chen Sisi.


"Maksudmu, kelahiran kembali?"


"Ya."


Kehidupan Chen Sisi saat ini dengan di kehidupan sebelumnya sangat berbeda. Tianlong Heyu ingin tahu, Chen Sisi dilahirkan kembali atau tidak. Tapi harusnya mungkin tidak. Gadis itu sama sekali tidak peduli dengan apapun sekarang.


"Oh ... Tentu saja harus percaya jika kamu mengalaminya. Kenapa tidak?" jawab Chen Sisi enteng. Ia tidak berpikir banyak tentang ini. "Bukankah ini bagus? Jika aku mengalaminya, aku mungkin akan mengubah masa depanku sendiri," gumamnya.


Tianlong Heyu sedikit membeku dan kemudian memikirkan apa yang terjadi dalam mimpinya. Gadis itu menderita setelah menikah dengannya. Keduanya tidak memiliki kamar yang sama. Ia tak bisa menyentuh Chen Sisi karena racun bunga busuk. Bahkan tak bisa menyelamatkannya dari masalah.


Jika Chen Sisi dilahirkan kembali saat ini, maka pilihannya pasti tidak akan menikah dengannya. Sayangnya Chen Sisi tidak dilahirkan kembali. Tidak tahu apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Lalu apa yang salah dengan semua keahlian memasaknya saat ini?


"Aku akan datang ke kuil besok. Kamu akan pergi denganku."


"Ke kuil? Kenapa pergi ke kuil?" Chen Sisi terkejut. Pria itu ternyata masih suka pergi ke kuil dan bertemu biksu?


"Mintalah nasihat dan mendo’akan ibu selirku." Alasan terakhir hanyalah kata-kata kosong belaka. Ia bahkan tak pernah tahu seperti apa ibunya saat itu.


Chen Sisi mendengar alasan Tianlong Heyu untuk pergi, tentu saja tidak ingin mengabaikannya. Ia pun setuju untuk pergi. Setelah menghabiskan makanan, Tianlong Heyu mengucapkan selama malam dengan senyuman lembut di bibirnya. Lalu kembali ke halamannya sendiri.


“Apakah dia baru saja tersenyum?” gumam Chen Sisi merasa tidak percaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan paginya, Tianlong Heyu dan Chen Sisi pergi ke kuil untuk berdo’a. Kuil zaman ini sedikit berbeda dengan kuil yang ada di zaman modern. Lebih besar dan juga luas. Ada wihara tempat para biksu tinggal. Suasananya tenang dan damai.


Ketika pengurus kuil menyambut tamu yang datang, ia sedikit terkejut. Orang yang datang adalah raja perang. Namun setelah keterkejutan, pengurus kuil tenang kembali.


Tianlong Heyu dan Chen Sisi mengambil tiga batang dupa dan membakarnya. Kemudian duduk sopan untuk memuja dewa. Chen Sisi tidak banyak keinginan dan hanya berdo’a untuk alasan kesopanan. Namun Tianlong Heyu tampaknya sangat serius.


Setelah selesai berdo’a, Tianlong Heyu akhirnya bertemu dengan seorang biksu tua. Biksu itu sudah lanjut usia namun sekujur tubuhnya seperti diselimuti aura suci.


“Kamu tunggu di luar dulu. Aku ingin bicara empat mata dengannya,” kata Tianlong Heyu pada Chen Sisi.


“Baiklah.” Chen Sisi tidak peduli dengan apa yang ingin dibicarakan pria itu.


Namun saat Chen Sisi berjalan keluar kuil, Biksu Tua yang awalnya tenang sedikit terkejut. Ia memperhatikan jika Chen Sisi tidak biasa. Tubuh yang sama dengan dua potongan jiwa dari berbeda. Namun tak peduli seberapa keras Biksu Tua melihat, garis penyebab hidup Chen Sisi tak bisa ditebak. Seolah-olah sudah ditentukan sejak awal.


Kemudian Biksu Tua itu menatap Tianlong Heyu yang memikirkan segala keraguan. “Pangeran sepertinya sedang bingung dengan hidupnya sendiri. Apa yang ingin Pangeran ketahui dari biksu yang malang ini?” tanyanya sopan dan santai.


“Tentang kelahiran kembali.”


Tianlong Heyu menceritakan apa yang dimimpikannya serta kejadian nyata dari mimpi itu. Biksu Tua tidak banyak berekspresi seolah tahu rahasianya sejak awal. Ketika Tianlong Heyu meminta nasihat, Biksu Tua itu meyakinkannya.


“Pangeran memiliki garis takdir dengan gadis itu. Bahkan jika takdir di kehidupan sebelumnya sangat buruk, maka di kehidupan ini telah banyak berubah. Sepertinya perubahan itu telah ada sejak Pangeran bertemu dengan gadis itu untuk pertama kalinya.”


Biksu Tua tidak mengatakan keseluruhan isi cerita yang diketahuinya. Surga memiliki rahasia dan langit tak bisa membocorkannya. Tianlong Heyu mengingat kapan dia bertemu Chen Sisi untuk pertama kali. Ini di gua saat racun bunga busuknya pecah dan dia pingsan di tumpukan salju. Chen Sisi lah yang menyelamatkannya waktu itu.


“Pertemuan berbeda daripada yang ada di kehidupan sebelumnya. Mungkinkah Chen Sisi juga dilahirkan kembali?” Jantung Tianlong Heyu berdetak kencang. Jika Chen Sisi dilahirkan kembali, pasti tidak akan mau menikah dengannya lagi bukan?


Biksu Tua itu tersenyum namun menggelengkan kepala. “Ini bukan kelahiran kembali, melainkan menyatukan dua jiwa yang awalnya berpisah bersatu kembali. Dua pengalaman hidup yang berbeda namun tidak bertentangan satu sama lain. Jika suatu hari nanti gadis itu mampu mengingat kehidupan sebelumnya, Pangeran tidak perlu takut karena takdir telah berubah.”


“Menyatukan dua jiwa?” Tianlong Heyu kurang mengerti.


Sayangnya, Biksu Tua tidak ingin mengungkapkan dari mana asal Chen Sisi sebelumnya. “Di alam semesta, ada banyak dunia. Setiap dunia berbeda-beda. Ada modern dan kuno. Ada baik dan buruk. Gadis itu memang berasal dari sini dan juga sebagian jiwa berasal dari dunia yang lebih maju dan bebas. Pangeran tidak perlu menanyakan dari mana dia berasal karena itu tidak lagi penting.”


Kemudian Biksu Tua itu menangkupkan kedua tangannya di depan wajah lalu sedikit menunduk, seperti sedang tunduk pada dewa.